spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

ARTIKEL TERKAIT

Google Ingatkan Bahaya Lazy Loading Bagi SEO

Telko.id – Google Search Central mengeluarkan panduan resmi terkait implementasi teknik lazy loading atau penundaan pemuatan konten.

Dalam dokumentasi terbarunya, Google mengingatkan bahwa jika tidak diterapkan dengan benar, teknik optimasi performa dan pengalaman pengguna (UX) ini justru dapat menyembunyikan konten dari Googlebot, sehingga berpotensi menghambat pengindeksan.

Lazy loading adalah praktik umum untuk menunda pemuatan konten yang tidak kritis atau tidak terlihat di viewport pengguna saat halaman pertama kali dimuat.

Meski bermanfaat untuk kecepatan, Google menekankan bahwa konten yang dimuat secara malas harus tetap dapat diakses dan di-crawl oleh mesin pencarinya.

“Untuk memastikan Google melihat semua konten di halaman Anda, pastikan implementasi lazy-loading Anda memuat semua konten yang relevan setiap kali konten tersebut terlihat di viewport,” tulis Google dalam panduannya.

Google menjelaskan beberapa metode implementasi yang direkomendasikan, antara lain menggunakan lazy-loading bawaan browser untuk gambar dan iframe, IntersectionObserver API beserta polyfill-nya, atau pustaka JavaScript yang mendukung pemuatan data saat memasuki viewport.

Poin kuncinya adalah metode tersebut tidak boleh bergantung pada interaksi pengguna seperti menggeser (scroll) atau mengklik untuk memuat konten, karena Google Search tidak berinteraksi dengan halaman seperti manusia.

Perusahaan juga memperingatkan untuk tidak menerapkan lazy loading pada konten yang kemungkinan besar langsung terlihat saat pengguna membuka halaman.

Hal ini justru dapat memperlambat waktu muat dan tampil di browser, yang akan sangat terasa oleh pengguna. Setelah implementasi, pengujian menyeluruh sangat disarankan.

Untuk teknik infinite scroll atau gulir tak terbatas, Google memberikan panduan khusus agar konten dapat diindeks. Secara garis besar, infinite scroll memuat lebih banyak konten atau halaman berbeda saat pengguna menggulir ke bawah.

Agar dapat diindeks, situs web harus mendukung pemuatan konten yang terpaginasikan dengan memberikan setiap ‘potongan’ atau chunk URL yang unik dan persisten.

Konten yang ditampilkan pada setiap URL harus tetap sama setiap kali dimuat di browser. Google menyarankan penggunaan nomor halaman absolut dalam URL, misalnya dengan parameter query seperti `?page=12`. Penggunaan elemen relatif seperti `?date=yesterday` harus dihindari.

Pendekatan ini memungkinkan mesin pencari dan pengguna secara konsisten menemukan konten yang sama di bawah URL tertentu, memudahkan pengindeksan, serta memungkinkan pengguna membagikan dan kembali ke bagian konten tersebut.

Selain itu, penting untuk menautkan secara berurutan ke URL individu agar mesin pencari dapat menemukan URL dalam satu set yang terpaginasi. Ketika potongan halaman baru dimuat sebagai respons terhadap guliran pengguna dan menjadi elemen utama yang terlihat, URL yang ditampilkan harus diperbarui menggunakan History API.

Ini memungkinkan pengguna me-refresh, membagikan, dan menautkan ke URL yang sedang ditampilkan di browser.

Setelah setup diterapkan, Google menganjurkan pengembang dan webmaster untuk memastikan semuanya berfungsi dengan benar. Alat yang dapat digunakan adalah URL Inspection Tool di Search Console.

Dengan alat ini, pengguna dapat memeriksa apakah semua konten telah dimuat dengan melihat HTML yang dirender. Jika URL gambar atau video muncul dalam atribut `src` pada elemen `` atau `. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU