Telko.id – Google mulai menghilangkan pengalaman aplikasi Cuaca atau Weather bawaan pada perangkat Android, yang selama ini bisa diakses lewat ikon atau widget khusus, dan menggantinya dengan tampilan prakiraan cuaca yang langsung muncul dalam hasil pencarian Google Search ketika pengguna mengetuk atau mengetuk informasi cuaca.
Mengutip dari Notebookcheck, langkah ini menandai berakhirnyatampilan aplikasi cuaca independen yang selama ini bisa diakses melalui ikon pintasan maupun widget, meskipun informasi prakiraan cuaca tetap dapat diakses melalui pencarian.
Perubahan ini berarti shortcut ikonik yang dulu membuka layar cuaca penuh kini akan mengarahkan ke halaman pencarian web yang menampilkan data cuaca lengkap seperti ramalan harian, prakiraan hingga 10 hari ke depan, kualitas udara, kelembapan, bahkan kecepatan angin, namun dalam format web, bukan aplikasi mandiri lagi.
Perubahan ini merupakan bagian dari strategi Google untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dengan memusatkan berbagai layanan lewat pencarian web alih-alih mempertahankan banyak aplikasi bawaannya.
Meskipun fungsi utama prakiraan cuaca tetap bisa diakses, pengalaman penggunaan diperkirakan berubah karena pengguna tidak lagi melihat antarmuka aplikasi khusus yang lebih fokus dan cepat, melainkan hasil pencarian yang bisa juga menyertakan konten lain seperti tautan dan rekomendasi terkait.
Baca juga:
- Google Rilis Gemini 3.1 Pro, Model AI untuk Tugas Kompleks
- Google Pixel 11 Siapkan Fitur Face Unlock Canggih Setara iPhone
Bagi pengguna Android, dampaknya terasa pada cara mereka mengecek cuaca sehari-hari. Pengguna yang terbiasa dengan tampilan cuaca mandiri atau widget akan melihat pergeseran ke pengalaman berbasis web yang lebih umum, meskipun informasi cuaca tetap lengkap dan dapat diakses kapan pun.
Perubahan ini juga berarti widget cuaca klasik mungkin tidak lagi bekerja seperti sebelumya, dan beberapa pengguna harus membiasakan diri dengan antarmuka baru yang terintegrasi ke mesin pencari.
Sebagai gantinya antarmuka cuaca kini lebih serupa hasil pencarian dalam browser, memungkinkan pengguna menggulir konten yang juga berisi tautan dan rekomendasi di luar prakiraan cuaca.
Perubahan ini sudah dilaporkan mulai diuji oleh Google pada November 2025 melalui uji coba A/B test, dan beberapa waktu terakhir kian luas diulas sebagai bagian dari fase penghapusan pengalaman cuaca aplikasi Android.
Pengamat teknologi menilai bahwa keputusan Google ini mungkin mengurangi kenyamanan bagi sebagian pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan layar cuaca mandiri yang mudah diakses dari layar awal atau widget.


