spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Google Luncurkan Antigravity, Platform Coding AI Mandiri

Telko.id – Google telah meluncurkan sebuah platform yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman coding generasi terkini, yaitu Google Antigravity.

Mulai 19 November 2025, Google Antigravity sudah tersedia dalam versi public preview gratis untuk pengguna Windows, macOS, dan Linux. Platform berbasis Gemini 3 ini memungkinkan agen AI bekerja secara mandiri untuk menulis kode, menjalankan perintah, mengoperasikan browser, hingga memberikan bukti transparan dari setiap langkah kerja yang dilakukan.

Baca juga:

Mengutip dari Kumparan, Google Antigravity adalah sebuah platform yang merupakan lingkungan development atau development environment berbasis AI yang dapat memberi akses langsung kepada agen untuk masuk ke editor, terminal, dan browser pengguna.

The Verge mengungkapkan, Antigravity mampu menjalankan tugas kompleks dari awal sampai akhir secara mandiri, berbeda dari tool coding tradisional yang hanya memberi saran dalam bentuk teks.

Konsep tersebut dikenal sebagai autonomous workflow execution, dimana AI bekerja dengan menjawab instruksi, sekaligus menyelesaikan pekerjaan seperti layanya developer.

Fitur Utama Google Antigravity

Antigravity membawa sejumlah teknologi baru yang membuatnya lebih unggul dibandingkan alat coding berbasis AI lainnya. Google menekankan bahwa platform ini bisa membantu developer menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan akurat.

Berikut beberapa fitur yang ditawarkan oleh Google Antigravity:

  • Desain Berbasis Agen (Agent-First)

    Antigravity memposisikan agen AI sebagai pekerja utama, bukan sekedar sistem. Agen mampu merencanakan tugas, berkoodinasi satu sama lain, menulis kode, menjalankan operasi browser, dan menghasilkan laporan kerja.

    Pendekatan ini mengubah cara developer bekerja dengan AI, karena sebagian besar tugas bisa diselesaikan tanpa campur tangan manual.

    • Sistem Bukti Kerja yang Transparan

    Fitur paling signifikan dari Antigravity adalah Artifacts, yaitu Kumpulan bukti terstruktur untuk setiap tindakan yang dilakukan agen. Keberadaan Artifacts membuat proses auditing lebih mudah, karena developer dapat melihat bukti visual dan data asli dari setiap langkah kerja.

    Artifacts mencakup berbagai elemen seperti rencana kerja, ringkasan reasoning, perubahan kode, hasil pengujian, screengshot, hingga rekaman aktivitas di browser. Artifacts menawarkan bukti yang lebih mudah dipahami, tidak seperti log model biasa yang panjang dan sulit diverifikasi.

    • Editor View dan Manager View

    Antigravity menawarkan fleksibilitas kerja dengan dua mode tampilan berbeda. Editor View digunakan untuk pengalaman coding klasik dengan bantuan AI di samping layar.

    Kemudian ada Manager View, ditujukan bagi pengguna tingkat lanjut yang ingin mengatur beberapa agen bekerja parallel dalam satu waktu. Mode ini sangat berguna untuk proyek besar yang memerlukan manajemen multi-agen.

    • Kolaborasi dan Feedback Lebih Mudah Dipahami

    Pengguna dapat memberikan komentar langsung pada Artifacts. Artinya, feedback bisa diberikan tanpa menghentikan alur kerja agen.

    Agen akan memproses komentar tersebut dan menyesuaikan tindakan lanjut secara otomatis berdasarkan masukan pengguna.

    • Agen Bisa Belajar dari Pekerjaan Sebelumnya

    Salah satu keunggulan Antigravity adalah kemampuan agen untuk menyimpan pola kerja, prosedur repetitive, hingga cuplikan kode yang sering dipakai.

    Dengan demikian, performa agen meningkat dari waktu ke waktu, layaknya memori jangka panjang khusus untuk proses pengembangan.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    spot_img

    ARTIKEL TERBARU