spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Eksekutif AI Apple Pindah ke Meta, Persaingan Talenta Kian Panas

Telko.id – Persaingan perebutan talenta kecerdasan buatan di Silicon Valley kembali memanas. Ke Yang, eksekutif Apple yang baru saja ditunjuk untuk memimpin pengembangan teknologi pencarian berbasis AI mirip ChatGPT, dilaporkan mengundurkan diri dan memilih bergabung dengan Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram.

Melansir dari laporan Bloomberg, Jumat (17/10/2025), Ke Yang baru beberapa minggu lalu dipercaya memimpin tim baru bernama Answers, Knowledge, and Information (AKI). Tim ini memegang peran penting dalam proyek perombakan besar Siri yang dijadwalkan meluncur pada Maret tahun depan. Namun sebelum visi itu berjalan jauh, Yang memutuskan hengkang.

Ke Yang bergabung dengan Apple sejak 2019, berdasarkan profil LinkedIn miliknya. Penunjukannya ke posisi kepala tim AKI semula dianggap sebagai langkah agresif Apple untuk mengejar ketertinggalan di bidang AI generatif dan pencarian pintar berbasis bahasa alami. Proyek itu juga disebut menjadi salah satu pilar utama integrasi AI generatif ke dalam ekosistem iPhone dan Safari.

Baca juga:

Meta disebut telah menarik Ke Yang sebagai bagian dari strategi agresif perusahaan dalam memperkuat divisi AI. Mark Zuckerberg memang tengah gencar merekrut pakar top untuk menantang dominasi OpenAI, Google, dan Anthropic, terutama dalam perlombaan pengembangan AI tingkat lanjut yang mengarah ke Superintelligence.

Ini bukan pertama kalinya Meta mencuri talenta penting Apple. Sebelumnya, eksekutif AI Apple Robby Walker dan Ruoming Pang juga direkrut peruahaan induk Facebook itu, seperti dilaporkan Bloomberg pada September lalu. Langkah bertubi-tubi ini menunjukkan bahwa Meta tidak main-main dalam membangun keunggulan SDM untuk mendominasi lanskap AI global.

Bagi Apple, keluarnya Ke Yang bisa menjadi kemunduran signifikan bagi proyek pencarian AI yang sedang digarap. Kepergian ini juga menambah daftar tantangan internal setelah Apple yang bisa menyaingi Gemini milik Google dan ChatGPT dari OpenAI.

Belum ada komentar resmi dari Apple maupun Meta terkait laporan ini. Namun jika benar, langkah Ke Yang berpotensi mempengaruhi jadwal internal Apple yang menargetkan pembaruan Siri dengan kemampuan penelusuran berbasis AI diluncurkan pada paruh pertama 2026.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU