spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Apple Mulai Berpikir untuk Merakit iPhone di Kampung Halaman

Telko.id – Apple dikabarkan telah meminta dua perusahaan yang membuat iPhone di China, yakni Foxconn dan Pegatron, untuk mengeksplorasi ide untuk memindahkan manufaktur perangkat ke AS.

Laporan dari Nikkei Asia Review, mengutip sumber tanpa nama ini datang satu minggu setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS. Seperti diketahui, pada bulan Januari lalu, Trump mengatakan bahwa ia ingin agar Apple merakit komputer dan perangkat mereka yang lainnya di dalam negeri, dan bukannya di negara lain.

Sementara penjualan iPhone telah mengalami penurunan dan mengurangi penjualan perusahaan secara keseluruhan, Apple tetap perusahaan yang paling berharga di dunia, dan margin keuntungan karena metode manufakturnya berkontribusi untuk itu. Tapi Trump telah menunjukkan ia ingin mendorong Apple untuk berubah, tidak hanya terkait manufaktur, tetapi juga persoalan enkripsi. Ia mengusulkan pemboikotan atas Apple selama kontroversi perusahaan tersebut dengan FBI awal tahun ini, lantaran Apple tidak mau membantu akses penegakan hukum iPhone. Dan kini Trump adalah presiden terpilih.

Sementara itu, niatan Apple untuk memindahkan manufakturnya dari China ke AS ini tidak terlalu ditanggapi antusias oleh pimpinan Foxconn, Terry Gou. Masalah biaya kemungkinan menjadi penyebabnya, karena pembuatan iPhone di AS akan memakan biaya “lebih dari dua kali lipat” dari sebelumnya.

Reaksi yang kurang lebih sama juga ditunjukkan oleh Pegatron. Kekhawatiran akan biaya kembali menjadi alasannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU