spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Analis Nilai OpenAI Berisiko Kolaps di Tengah Biaya Membengkak

Telko.id – Kesehatan finansial OpenAI tengah diperhatikan publik seiring rencana ekspansi agresif yang disiapkan untuk beberapa tahun mendatang. Sejumlah analis menilai perusahaan berpotensi menghadapi tekanan keuangan di masa depan.

Salah satunya adalah George Noble, mantan manajer aset di Fidelity, yang memberikan prediksinya dalam postingan panjang di Twitter/X. Noble mengatakan OpenAI mungkin sudah mulai hancur secara real-time.

Mengutip dari Futurism, Rabu (28/1/2026), “Saya terlah menyaksikan perusahaan-perusahaan runtuh selama beberapa dekade. Perusahaan ini menunjukkan semua tanda-tanda peringatan,” tulis Noble dalam cuitannya.

Noble mengambil contoh laporan bahwa OpenAI merugi US$12 miliar per kuartal serta membakar uang hingga US$ 15 juta per hari untuk aplikasi video generator Sora.

Baca juga:

Selain itu, pertumbuhan pelanggan berbayar ChatGPT juga melambat, yang mungkin menjadi alasan OpenAI akan menampilkan iklan di aplikasi chatbot tersebut. Ia juga meragukan janji industri AI untuk meningkatkan skala operasi yang akan membutuhkan biaya dan energi makin besar.

“Inilah persoalan besar yang tidak ingin dibahas siapa pun. Akan dibutuhkan energi dan uang 5 kali lipat untuk membuat model-model ini 2 kali lebih baik,” tulis Noble.

“Keuntungan yang mudah diraih sudah hilang. Setiap peningkatan yang bertahap sekarang membutuhkan lebih bayak daya komputasi, lebih banyak pusat data, dan energi yang jauh lebih besar,” lanjutnya.

Akibatnya, Noble memprediksi siklus hype AI sudah mencapai puncaknya. Ia memperingatkan investor untuk menjauhi OpenAI karena profil risikonya sangat tinggi.

“OpenAI adalah perusahaan pembakar uang. Produk ini akan merugikan investor,” ucapnya.

Komentar Noble dilontarkan hanya seminggu setelah Sebastian Mallaby, peneliti senior di Council on Foreign Relations, memprediksi dalam esainya untuk New York Times bahwa OpenAI bisa kehabisan uang dalam 18 bulan ke depan.

“Kegagalan OpenAI tidak akan menjadi sebuah contoh buruk terhadap AI, melainkan hanya akan menjadi akhir dari pengembang AI yang paling dibantu hype,” tulis Mallaby.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU