Telko.id – Kesehatan finansial OpenAI tengah diperhatikan publik seiring rencana ekspansi agresif yang disiapkan untuk beberapa tahun mendatang. Sejumlah analis menilai perusahaan berpotensi menghadapi tekanan keuangan di masa depan.
Salah satunya adalah George Noble, mantan manajer aset di Fidelity, yang memberikan prediksinya dalam postingan panjang di Twitter/X. Noble mengatakan OpenAI mungkin sudah mulai hancur secara real-time.
Mengutip dari Futurism, Rabu (28/1/2026), “Saya terlah menyaksikan perusahaan-perusahaan runtuh selama beberapa dekade. Perusahaan ini menunjukkan semua tanda-tanda peringatan,” tulis Noble dalam cuitannya.
Noble mengambil contoh laporan bahwa OpenAI merugi US$12 miliar per kuartal serta membakar uang hingga US$ 15 juta per hari untuk aplikasi video generator Sora.
Baca juga:
- OpenAI Gandeng Cerebras US$10 Miliar, Tantang Dominasi Nvidia
- OpenAI Uji Iklan di ChatGPT Gratis Jelang Rencana IPO
Selain itu, pertumbuhan pelanggan berbayar ChatGPT juga melambat, yang mungkin menjadi alasan OpenAI akan menampilkan iklan di aplikasi chatbot tersebut. Ia juga meragukan janji industri AI untuk meningkatkan skala operasi yang akan membutuhkan biaya dan energi makin besar.
“Inilah persoalan besar yang tidak ingin dibahas siapa pun. Akan dibutuhkan energi dan uang 5 kali lipat untuk membuat model-model ini 2 kali lebih baik,” tulis Noble.
“Keuntungan yang mudah diraih sudah hilang. Setiap peningkatan yang bertahap sekarang membutuhkan lebih bayak daya komputasi, lebih banyak pusat data, dan energi yang jauh lebih besar,” lanjutnya.
Akibatnya, Noble memprediksi siklus hype AI sudah mencapai puncaknya. Ia memperingatkan investor untuk menjauhi OpenAI karena profil risikonya sangat tinggi.
“OpenAI adalah perusahaan pembakar uang. Produk ini akan merugikan investor,” ucapnya.
Komentar Noble dilontarkan hanya seminggu setelah Sebastian Mallaby, peneliti senior di Council on Foreign Relations, memprediksi dalam esainya untuk New York Times bahwa OpenAI bisa kehabisan uang dalam 18 bulan ke depan.
“Kegagalan OpenAI tidak akan menjadi sebuah contoh buruk terhadap AI, melainkan hanya akan menjadi akhir dari pengembang AI yang paling dibantu hype,” tulis Mallaby.


