spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Operator: 4G Tidak Hanya Soal Komunikasi

Jakarta – 4G LTE sebagai sebuah teknologi menghadirkan banyak keuntungan dibanding teknologi pendahulunya, sebut saja 3G. Dalam hal ini, urusan kecepatan menjadi salah satunya. Tak heran, jika kemudian para operator berbondong-bondong untuk menerapkannya.

Dalam ajang penghargaan Indonesia Golden Ring Awards 2015 yang berlangsung kemarin sore, (16/11), CEO XL, Dian Siswarini mengungkap beberapa hal yang menurutnya menjadi alasan tergodanya operator untuk mengembangkan teknologi tersebut. Salah satunya adalah untuk mengikuti kebutuhan pelanggan.

“Karena kebutuhan pelanggan itu makin lama makin cepat berubah dan kadang-kadang kita telat untuk memenuhi kebutuhan yang cepat berkembang itu,” ungkapnya.

Sementara tiga alasan lainnya, seperti ditambahkan Dian, meliputi keinginan untuk mendapatkan satu teknologi yang lebih efisien, fakta bahwa 4G memberikan kapasitas yang tinggi sehingga cocok untuk file yang besar yang digunakan secara bersamaan, serta bahwa 4G akan membuka peluang bisnis baru.

“Dengan digelarnya 4G, peluang bisnis baru tak hanya terbuka bagi operator saja, tetapi juga pemain lain di sekelilingnya. Termasuk industri konten,” imbuh Dian.

Dalam hal ini 4G dapat dimanfaatkan oleh pemgembang untuk mengembangkan aplikasi-apikasi yang bisa memanfaatkan teknologi tersebut. Misalnya saja aplikasi yang membutuhkan respon secara langsung, atau interaktif seperti online gaming. Pun demikian dengan industri kesehatan, dimana 4G telah mulai digunakan di Ambulance untuk memonitor situasi darurat atau melakukan remote diagnostic. Jadi, tidak lagi hanya sekadar komunikasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Smartfren sekaligus Sekjen ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), Merza Fachysz bahkan mengatakan, bahwa 4G sudah mengacu pada apa yang disebut Internet of Things. Diakuinya, itu memungkinkan karena akses yang diberikan 4G sudah tanpa batas.

“Sebagian pengguna kami merasa senang karena dengan adanya 4G, main Twitter dan Facebook jadi semakin cepat. Terus terang saya miris dengan mindset itu. Karena pada dasarnya banyak sekali yang bisa kita lakukan dengan itu,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU