Kategori: Watch

  • Garmin Instinct 3 Warna Baru: Perpaduan Street Style dan Ketangguhan

    Garmin Instinct 3 Warna Baru: Perpaduan Street Style dan Ketangguhan

    Telko.id – Garmin Indonesia resmi meluncurkan varian warna terbaru untuk lini Garmin Instinct 3, baik model AMOLED maupun Solar, pada 29 April 2026.

    Langkah ini merespons tren gorpcore yang kian populer di kalangan masyarakat urban, di mana perlengkapan outdoor fungsional menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

    Varian warna baru yang diperkenalkan mencakup Sunburst yang berani, Citrine yang earthy, serta Fern Green yang lebih understated. Dengan pilihan tersebut, Garmin ingin menunjukkan bahwa smartwatch rugged tidak hanya tangguh, tetapi juga bisa menjadi pernyataan gaya.

    “Kami melihat pergeseran di mana pengguna tidak hanya mencari fitur teknis, tetapi juga cara untuk mengekspresikan kepribadian mereka,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

    Selama ini, smartwatch berstandar militer identik dengan tampilan maskulin dan warna gelap. Garmin menghadirkan pendekatan berbeda melalui Instinct 3 dengan warna-warna cerah dan earthy yang tetap mempertahankan karakter tangguhnya. Warna seperti Citrine dan Sunburst memberikan kontras sempurna untuk outfit monokromatik atau gaya earth-tone yang sedang tren.

    Dengan pilihan ukuran 45mm dan 50mm, smartwatch ini tetap proporsional dan nyaman digunakan sepanjang hari, baik untuk aktivitas luar ruang maupun kegiatan di perkotaan. Kehadiran warna baru ini menjadi simbol semangat petualangan yang kini semakin relevan di tengah kehidupan urban.

    Ketangguhan Standar Militer Tetap Dipertahankan

    Di balik tampilan yang semakin stylish, Garmin Instinct 3 tetap mempertahankan DNA utamanya sebagai smartwatch tangguh. Perangkat ini dirancang dengan standar militer MIL-STD 810, sehingga mampu menghadapi kondisi ekstrem seperti suhu tinggi, benturan, hingga paparan debu dan air. Ketahanan ini membuatnya tetap menjadi pilihan utama bagi para petualang dan pekerja lapangan.

    Varian Solar menghadirkan daya tahan baterai lebih panjang berkat pengisian tenaga surya, sementara varian AMOLED memberikan tampilan visual lebih tajam dan modern.

    Keduanya dilengkapi fitur kesehatan lengkap seperti pemantauan detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), Pulse Ox, hingga pelacakan tidur lanjutan. Untuk navigasi, Instinct 3 dibekali GPS multi-band dan berbagai sensor pendukung.

    Fitur Garmin Share juga tersedia, memungkinkan pengguna berbagi lokasi, rute, maupun aktivitas dengan mudah. Bagi Anda yang tertarik dengan varian khusus, Fitur Terbaru dari edisi Tactical juga bisa menjadi referensi menarik.

    Harga dan Ketersediaan di Indonesia

    Varian warna terbaru Garmin Instinct 3 resmi tersedia mulai hari ini melalui Garmin Official Stores Online di Shopee, Tokopedia, TikTok, Blibli, Lazada, dan Eraspace.

    Sementara itu, Garmin Brand Store Offline di seluruh Indonesia baru akan mulai menjualnya pada 6 Mei 2026. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Garmin Indonesia.

    Berikut daftar harga lengkap varian warna baru Garmin Instinct 3:

    • Instinct 3 – 45mm, AMOLED (Citrine w/ Gray Accents): Rp 7.999.000
    • Instinct 3 – 45mm, Solar (Sunburst w/ Gray Accents): Rp 7.149.000
    • Instinct 3 – 50mm, AMOLED (Fern Green w/ Gray Accents): Rp 8.899.000
    • Instinct 3 – 50mm, Solar (Sunburst w/ Gray Accents): Rp 7.999.000

    Dengan peluncuran ini, Garmin memperkuat posisinya di segmen smartwatch rugged yang juga mengakomodasi kebutuhan gaya hidup urban.

    Inovasi serupa juga terlihat pada Layar Paling Terang dari seri fēnix 8 MicroLED, serta program Riset Kesehatan Lokal melalui Garmin Health Research Grant 2026. Bagi penggemar desain hybrid, Spesifikasi Lengkap Instinct Crossover AMOLED juga patut disimak.

    Implikasi dari langkah ini cukup jelas: Garmin tidak hanya menjual perangkat teknis, tetapi juga gaya hidup. Dengan menghadirkan warna-warna yang lebih ekspresif, Instinct 3 diharapkan mampu menarik segmen pengguna baru yang sebelumnya mungkin ragu karena tampilan smartwatch rugged yang terlalu maskulin. Kini, petualangan dan gaya bisa berjalan beriringan. (Icha)

  • Garmin Ajak Ibu Pahami Energi dan Pemulihan Tubuh

    Garmin Ajak Ibu Pahami Energi dan Pemulihan Tubuh

    Telko.id – Garmin Indonesia meluncurkan inisiatif For Every Mom: Body, Life & Recovery, sebuah wellness gathering yang dirancang untuk membantu para ibu modern memahami kebutuhan energi dan pemulihan tubuh.

    Acara ini digelar di Jakarta pada 27 April 2025, menyasar perempuan yang menjalani peran ganda antara pekerjaan, keluarga, dan kesejahteraan diri.

    Melalui tiga dimensi utama, yaitu Body, Life, dan Recovery, Garmin ingin menekankan bahwa kesehatan tidak hanya tentang aktivitas fisik. Lebih dari itu, bagaimana seseorang mengelola energi dan memberi ruang untuk pemulihan menjadi kunci utama.

    “Kami ingin mengajak para ibu untuk melihat self-care bukan sebagai pilihan, tetapi sebagai kebutuhan. Kesehatan bukan hanya tentang aktivitas fisik, tetapi bagaimana kita mengelola energi, kualitas tidur, dan tingkat stres. Dengan pemahaman ini, perempuan dapat menjalani setiap perannya dengan lebih seimbang dan berkelanjutan,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

    Saat ini, peran ibu telah berkembang melampaui peran tradisional. Mereka adalah profesional, pengasuh, sekaligus pemimpin. Di tengah tanggung jawab tersebut, banyak perempuan mulai merasakan perubahan pada kualitas tidur, tingkat energi, hingga beban stres, terutama saat memasuki usia akhir 30-an hingga 40-an.

    Acara ini menghadirkan sesi diskusi bersama para ahli, antara lain Alvina Olivia sebagai Behavior-Led Nutrition Coach, Vishal Dasani sebagai Sleep & Recovery Coach, dan Aristiwidya Bramantika sebagai Leadership Transformation Strategist.

    Dalam sesi “Leading Without Losing Yourself”, Aristiwidya mengingatkan bahwa banyak perempuan terus berjalan tanpa memberi ruang untuk berhenti.

    “Banyak perempuan tanpa sadar terus berjalan tanpa memberi ruang untuk berhenti. Padahal, kemampuan untuk berhenti sejenak adalah bagian penting dari kepemimpinan diri,” ujar Aristiwidya.

    Alvina Olivia, melalui sesi “Thriving Through Hormonal Change”, menyoroti bagaimana perubahan hormon mempengaruhi energi, emosi, dan kualitas tidur. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi hormon adalah sinyal alami dari tubuh yang perlu dikenali dan direspons dengan bijak.

    Sejalan dengan itu, Vishal Dasani dalam sesi “Why Recovery is the Missing Link in Mom’s Health” menekankan bahwa berhenti sejenak bukan hanya tentang istirahat fisik. Tidur saja tidak cukup untuk mencapai recovery optimal. Recovery mencakup spektrum lebih luas, dan tidur hanya salah satu alatnya.

    Teknologi untuk Kesadaran Tubuh

    Garmin menghadirkan fitur-fitur yang membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara real-time. Mulai dari kualitas tidur, tingkat energi, hingga stres, data ini membantu pengguna sadar kapan perlu bergerak dan kapan perlu beristirahat.

    “Pendekatan ini mendorong peserta untuk melihat data bukan sekadar angka, melainkan sebagai refleksi kondisi tubuh yang membantu menentukan kapan harus beraktivitas dan kapan tubuh membutuhkan pemulihan,” jelas Vishal.

    Selain sesi diskusi, Garmin juga menghadirkan pengalaman interaktif. Reset Session menjadi ruang bagi peserta untuk beristirahat dan melakukan relaksasi melalui teknik pernapasan. Sementara The Unspoken Wall mengajak peserta mengekspresikan beban mental yang sering tidak terlihat.

    Kampanye ini merupakan perwujudan dari semangat ‘Women of Endurance’, yang mengapresiasi ketangguhan para ibu dalam menavigasi berbagai peran dan tuntutan fisik serta mental. Melalui sesi reset movement, peserta diajak merasakan manfaat gerakan ringan dan teknik pernapasan.

    For Every Mom: Body, Life & Recovery juga membuka ruang koneksi melalui sesi networking. Interaksi ini mempertemukan komunitas ibu, praktisi wellness, mitra, serta pengguna Garmin.

    Dengan pendekatan human-centric, Garmin tidak hanya menghadirkan teknologi. Mereka membantu perempuan memahami ritme tubuhnya agar dapat menjalani setiap peran dengan lebih seimbang dan berkelanjutan. (Icha)

  • Garmin Ajak Masyarakat “Tekan Tombol Reset” di Ramadan 2026

    Garmin Ajak Masyarakat “Tekan Tombol Reset” di Ramadan 2026

    Telko.id – Garmin Indonesia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu untuk menata ulang kebiasaan dan memulai pola hidup yang lebih seimbang.

    Ajakan ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama media bertajuk “Time to Reset” di Jakarta, sebagai respons terhadap tren kesehatan dan gaya hidup yang berkembang di Tanah Air.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa Ramadan adalah momen terbaik untuk melakukan reset menyeluruh.

    “Kami melihat tren Wellness bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa masyarakat merindukan keseimbangan. Kami ingin teknologi kami membantu pengguna untuk lebih ‘hadir’ di momen nyata; memantau stres dengan lebih bijak, melakukan detoks digital, dan kembali terhubung dengan alam,” ujarnya.

    Ajakan “Time to Reset” ini selaras dengan temuan dalam laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025 dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025.

    Laporan tersebut menunjukkan pergeseran prioritas, terutama di kalangan generasi muda, di mana kesehatan kini mencakup keseimbangan mental, pengelolaan konsumsi digital, serta kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.

    Konsep wellness saat ini bertumpu pada empat pilar utama: nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental, dan hubungan sosial yang berkualitas.

    Di saat bersamaan, praktik digital wellbeing seperti mengelola waktu layar dan melakukan detoks digital semakin populer untuk mengurangi stres akibat konektivitas berlebihan.

    Content image for article: Garmin Ajak Masyarakat

    Garmin mendorong masyarakat memulai langkah kecil dengan memanfaatkan teknologi wearable. Fitur seperti Advanced Sleep Monitoring untuk memantau kualitas tidur, Body Battery untuk memahami tingkat energi tubuh, serta latihan pernapasan untuk mengelola stres dapat menjadi alat bantu yang efektif.

    Pendekatan ini sejalan dengan upaya berbagai perusahaan teknologi dalam mendukung gaya hidup sehat melalui perangkat wearable.

    Selain kesehatan individu, Garmin juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam gaya hidup sehat. Langkah sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, dan mengurangi jejak karbon harian dinilai dapat berkontribusi ganda bagi kesehatan pribadi dan keberlanjutan lingkungan.

    Komitmen terhadap keberlanjutan ini juga menjadi perhatian pelaku industri lain, seperti yang diperkuat MODENA di IISF 2025.

    Content image for article: Garmin Ajak Masyarakat

    Garmin juga mengangkat kebangkitan tren wellness tourism yang diprediksi menjadi pendekatan populer menjaga kesehatan di tahun 2026. Masyarakat semakin tertarik pada destinasi yang menawarkan ketenangan, program yoga, meditasi, hingga perawatan spa sebagai sarana pemulihan menyeluruh.

    Liburan kini tidak lagi sekadar rekreasi, tetapi menjadi momen penting untuk melakukan reset tubuh dan pikiran.

    Content image for article: Garmin Ajak Masyarakat

    Melalui kampanye ini, Garmin Indonesia berharap dapat menginspirasi masyarakat menjalani Ramadan dengan kesadaran yang lebih utuh—menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, hubungan sosial, dan lingkungan.

    Perusahaan percaya bahwa dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan memulai perubahan dari kebiasaan kecil, setiap individu dapat membangun kualitas hidup yang lebih sehat, sadar, dan berkelanjutan.

    Garmin, yang berdiri sejak 1989, dikenal dengan produk-produk yang dirancang untuk mendukung gaya hidup di berbagai bidang seperti penerbangan, otomotif, kebugaran, kelautan, dan aktivitas luar ruang.

    Perusahaan terus berupaya menjadi merek pilihan bagi mereka yang menikmati hidup dan percaya setiap hari adalah kesempatan untuk berinovasi. (Icha)

  • Garmin Health Research Grant 2026 Dorong Riset Kesehatan Lokal

    Garmin Health Research Grant 2026 Dorong Riset Kesehatan Lokal

    Telko.id – Garmin Indonesia secara resmi membuka program Garmin Health Research Grant 2026. Inisiatif ini bertujuan mendorong peneliti dan institusi kesehatan lokal untuk memanfaatkan data dari perangkat wearable Garmin dalam studi kesehatan berbasis ilmiah.

    Kolaborasi dengan platform analitik Fitrockr menjadi kunci dalam mengolah data kompleks menjadi wawasan yang dapat digunakan untuk penelitian medis.

    Program pendanaan riset ini merupakan bagian dari komitmen Garmin untuk memperluas pemanfaatan ekosistem Garmin Health.

    Data dari sensor pada smartwatch seperti detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), dan skor tidur kini dapat diakses dan dianalisis untuk tujuan penelitian.

    “Banyak pengguna Garmin di Indonesia belum menyadari bahwa mereka mengenakan ‘laboratorium mini’ setiap hari,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

    Chandrawidhi menambahkan bahwa melalui dukungan terhadap Fitrockr dan komunitas riset, Garmin ingin menunjukkan bahwa metrik kesehatan dari perangkatnya bukan sekadar angka, melainkan indikator medis yang validitasnya dipercaya oleh ilmuwan global.

    Teknologi sensor yang sama, seperti detak jantung optik pada seri Venu dan Instinct, telah digunakan oleh universitas dan institusi kesehatan ternama di dunia dalam penelitian terkait kecemasan, gangguan tidur, hingga pemantauan pemulihan pasca-operasi.

    Peran Strategis Fitrockr

    Dalam kolaborasi ini, Fitrockr berperan sebagai platform analitik yang mengolah jutaan data kesehatan dari perangkat Garmin. Platform ini menerjemahkan data kompleks menjadi laporan yang mudah dipahami dan dapat digunakan langsung oleh dokter maupun peneliti.

    Pendekatan ini memungkinkan analisis kesehatan yang lebih komprehensif tanpa memerlukan perangkat tambahan, sekaligus mendukung penelitian klinis yang lebih efisien.

    Garmin menggambarkan perangkat wearablenya sebagai “pengumpul cerita” tubuh pengguna, sementara Fitrockr menjadi “penerjemah”. Proses ini memungkinkan data yang dikumpulkan sepanjang hari—mulai dari aktivitas fisik, tingkat stres, hingga pola tidur—menjadi bahan penelitian yang berharga.

    Pembaruan algoritma yang berkelanjutan juga memastikan akurasi dan validasi ilmiah dari data tersebut, termasuk bagi pemilik perangkat generasi sebelumnya.

    Content image for article: Garmin Health Research Grant 2026 Dorong Riset Kesehatan Lokal

    Manfaat Langsung bagi Pengguna dan Riset Lokal

    Inisiatif Garmin Health Research Grant 2026 membawa manfaat konkret, tidak hanya bagi dunia penelitian tetapi juga bagi pengguna sehari-hari.

    Pertama, data kesehatan dari perangkat Garmin mendapatkan validasi medis yang dapat menjadi referensi tambahan saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, misalnya untuk membahas gangguan tidur atau tingkat stres.

    Kedua, pengembangan algoritma berbasis riset diharapkan dapat meningkatkan akurasi fitur seperti Body Battery dan Stress Tracking.

    Peningkatan ini berguna untuk deteksi dini tanda-tanda kelelahan kronis dan burnout, kondisi yang semakin umum di kalangan pekerja di kota besar. Inovasi serupa juga terus dikembangkan oleh pemain lain, seperti yang dipamerkan Samsung untuk kesehatan tidur.

    Ketiga, program ini membuka peluang besar bagi peneliti lokal. Garmin secara aktif mengundang universitas dan institusi kesehatan di Indonesia untuk memanfaatkan ekosistem Garmin Health.

    Contoh studi potensial termasuk penelitian tentang dampak polusi udara terhadap tingkat stres dan kualitas tidur masyarakat perkotaan, yang relevan dengan kondisi Indonesia.

    Komitmen terhadap kesehatan preventif berbasis data ini sejalan dengan tren inovasi MedTech yang sedang berkembang. Data wearable menjadi fondasi untuk pendekatan kesehatan yang lebih proaktif dan personal.

    Garmin berkomitmen untuk terus menjadi “Teman Setia di Setiap Detak” (Life’s Constant), dengan menjaga kesehatan pengguna dalam berbagai aktivitas.

    Dengan membuka akses riset dan mendorong kolaborasi ilmiah, Garmin berharap dapat mempercepat inovasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemantauan kesehatan berbasis data.

    Langkah ini juga memperkuat posisi wearable bukan sekadar gadget, tetapi alat pendukung gaya hidup sehat yang terhubung dengan ilmu pengetahuan. (Icha)

  • 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

    3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

    Telko.id – Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup aktif, penggunaan perangkat wearable berbasis data kini menjadi kebutuhan esensial.

    Garmin, sebagai pemimpin teknologi GPS dan perangkat wearable, terus memperkuat ekosistemnya melalui aplikasi pendamping Garmin Connect.

    Aplikasi ini dirancang untuk memantau aktivitas, kesehatan, dan performa olahraga secara komprehensif. Namun, masih banyak pengguna yang belum menyadari keberadaan fitur-fitur tersembunyi yang dapat memaksimalkan potensi latihan mereka.

    Garmin Connect menawarkan lebih dari sekadar pencatatan data dasar. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur canggih yang dapat diakses secara gratis dan terintegrasi dengan berbagai lini Smartwatch Garmin, mulai dari seri Forerunner, Venu, vívoactive, fēnix, hingga epix.

    Fitur-fitur ini dirancang khusus untuk membantu pengguna berlatih lebih cerdas, menjaga konsistensi, serta meminimalkan risiko cedera yang sering menghantui para pegiat olahraga.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menegaskan bahwa perangkat jam tangan pintar saat ini bukan sekadar aksesoris.

    Melalui ekosistem yang dibangun, Garmin ingin membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik.

    “Garmin tidak hanya menghadirkan perangkat, tetapi juga membangun sebuah ekosistem yang membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik dan berlatih secara lebih terarah. Melalui Garmin Connect, kami ingin setiap pengguna, baik pemula maupun atlet berpengalaman, dapat merasakan manfaat teknologi Garmin secara maksimal,” ujar Chandrawidhi.

    Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

    Bagi Anda yang ingin meningkatkan kualitas latihan, berikut adalah tiga fitur tersembunyi di Garmin Connect yang wajib dicoba untuk mendukung aktivitas kebugaran sehari-hari.

    1. Garmin Coach: Latihan Adaptif dengan Pelatih Virtual

    Memulai program latihan, khususnya lari, sering kali membingungkan bagi pemula. Banyak yang terkendala dalam menentukan frekuensi latihan, jarak tempuh yang aman, hingga cara meningkatkan intensitas tanpa membebani tubuh.

    Untuk menjawab tantangan ini, Garmin menyediakan fitur Garmin Coach yang dapat diakses tanpa biaya tambahan.

    Garmin Coach berfungsi sebagai program latihan adaptif yang menghadirkan pengalaman memiliki pelatih virtual profesional. Pengguna dapat memilih program yang sesuai dengan tujuan mereka, seperti Garmin Run Coach, Garmin Cycling Coach, Garmin Triathlon Coach, atau Garmin Fitness Coach. Keunggulan utama dari fitur ini adalah sifatnya yang dinamis.

    Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

    Berbeda dengan rencana latihan statis konvensional, Garmin Coach menyesuaikan jadwal berdasarkan metrik performa dan pemulihan pengguna. Jika pengguna melewatkan satu sesi latihan, sistem akan secara otomatis menyesuaikan jadwal berikutnya agar tetap realistis dan aman untuk diikuti. Hal ini memastikan progres latihan tetap berjalan tanpa risiko overtraining.

    Fitur ini juga memanfaatkan data biometrik yang direkam oleh perangkat, seperti detak jantung, pace, dan VO2 Max. Dengan integrasi data ini, rekomendasi latihan menjadi sangat personal, seolah-olah pengguna didampingi oleh pelatih pribadi di pergelangan tangan.

    Pengguna bahkan dapat memilih pelatih favorit mereka, seperti Coach Jeff, Amy, atau Greg, untuk memandu target lari mulai dari 5K, 10K, hingga 21K.

    Content image for article: 3 Fitur Garmin Connect Tersembunyi Ini Bikin Latihan Lebih Cerdas

    Langkah mudah mengaktifkan Garmin Coach:

    • Buka menu More/Lainnya di aplikasi Garmin Connect.
    • Pilih menu Training & Planning.
    • Klik opsi Garmin Coach.
    • Tentukan target jarak (misalnya 5K atau 10K) dan pilih pelatih favorit.
    • Sinkronkan dengan jam tangan Garmin agar jadwal latihan muncul di perangkat.

    2. Gear Tracking: Manajemen Perlengkapan untuk Cegah Cedera

    Cedera ringan seperti nyeri lutut atau tumit sering dianggap hal biasa, padahal kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh penggunaan perlengkapan yang sudah tidak layak pakai.

    Sepatu lari, misalnya, memiliki masa pakai optimal antara 500 hingga 800 kilometer. Melewati batas ini dapat mengurangi daya redam sepatu dan meningkatkan risiko cedera pada penggunanya.

    Garmin Connect menghadirkan solusi melalui fitur Gear Tracking. Fitur ini memungkinkan pengguna melacak jarak tempuh atau masa pakai perlengkapan olahraga secara otomatis.

    Pengguna yang memiliki Lily 2 Active atau seri lainnya dapat mendaftarkan sepatu mereka ke dalam aplikasi untuk memantau akumulasi jarak tempuh.

    Dalam fitur ini, pengguna dapat mengatur batas maksimum jarak (Max Distance) untuk setiap perlengkapan. Ketika sepatu atau perlengkapan lain telah mencapai batas yang ditentukan, aplikasi akan mengirimkan notifikasi pengingat.

    Hal ini menjadi sinyal bagi pengguna untuk mempertimbangkan penggantian sepatu atau melakukan perawatan, sehingga performa latihan tetap terjaga dan risiko cedera dapat diminimalisir.

    Cara mengaktifkan Gear Tracking:

    • Masuk ke menu More/Lainnya di Garmin Connect.
    • Pilih menu Gear (Perlengkapan).
    • Tekan ikon Tambah (+) untuk memasukkan detail sepatu atau alat lainnya.
    • Tentukan batas Max Distance (contoh: 600 km).
    • Aktifkan opsi Automatically Add to… agar setiap aktivitas otomatis terhitung pada perlengkapan tersebut.

    3. Insights: Komparasi Data Global untuk Motivasi Ekstra

    Selain memantau perkembangan diri sendiri, melihat posisi kebugaran dibandingkan orang lain dapat menjadi motivasi tersendiri. Fitur Insights di Garmin Connect memungkinkan pengguna membandingkan data aktivitas mereka dengan jutaan pengguna Garmin lain di seluruh dunia yang memiliki profil usia dan jenis kelamin serupa.

    Data yang dibandingkan mencakup berbagai metrik penting, seperti jarak lari, jumlah langkah harian, hingga durasi tidur.

    Hasil perbandingan ini disajikan dalam bentuk grafik batang yang mudah dipahami, menunjukkan apakah pengguna berada di level rata-rata, di atas rata-rata, atau bahkan masuk dalam kategori Superior (Top 10%).

    Fitur ini tidak hanya sekadar menampilkan angka, tetapi dirancang untuk mendorong konsistensi gaya hidup aktif. Dengan mengetahui posisi kebugaran mereka dalam komunitas global, pengguna dapat menetapkan target yang lebih realistis dan terukur.

    Pemantauan ini juga dapat dikombinasikan dengan fitur pemantau Sinyal Tubuh untuk memastikan tubuh tetap dalam kondisi prima saat mengejar target tersebut.

    Cara mengakses fitur Insights:

    • Buka menu More/Lainnya di aplikasi Garmin Connect.
    • Pilih menu Insights.
    • Analisis grafik perbandingan untuk melihat posisi performa Anda.

    Melalui integrasi ketiga fitur ini, Garmin berharap pengguna dapat mengubah data mentah menjadi panduan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup. Aplikasi Garmin Connect sendiri tersedia secara gratis di App Store dan Google Play, serta terus mendapatkan pembaruan untuk mendukung ekosistem gaya hidup sehat yang lebih baik. (Icha)

  • Garmin: Ini Dua Olahraga Paling Hits 2025

    Garmin: Ini Dua Olahraga Paling Hits 2025

    Telko.id – Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025 yang mengungkap peningkatan aktivitas fisik global sebesar 8% dibandingkan tahun 2024.

    Laporan berbasis data dari jutaan pengguna ini menunjukkan partisipasi masyarakat terhadap gaya hidup aktif terus berkembang.

    Di Indonesia, lari, jalan kaki, dan latihan kekuatan menjadi tiga olahraga terpopuler, dengan fenomena padel mencatat pertumbuhan aktivitas luar biasa sebesar 1.684%.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa semakin banyak pengguna di Tanah Air yang memanfaatkan data untuk memahami pola kesehatan.

    “Peningkatan langkah harian dan tren Body Battery yang stabil menunjukkan bahwa data dapat menjadi alat penting dalam membangun rutinitas kebugaran yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Secara global, aktivitas lari, jalan kaki, bersepeda, strength training, dan indoor cardio tetap mendominasi. Namun, laporan tahun ini menyoroti perubahan perilaku menarik di Asia, di mana pengguna mulai menerapkan pendekatan latihan yang lebih seimbang melalui kombinasi kardio dan latihan kekuatan.

    Di Indonesia, lari mencatatkan angka tertinggi dengan 10.622.601 aktivitas, diikuti jalan kaki (4.755.561) dan latihan kekuatan. Pertumbuhan latihan kekuatan di Indonesia bahkan mencapai 65%, menjadikannya salah satu dari tiga olahraga terpopuler tahun 2025 dengan 2.367.843 aktivitas.

    Angka ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk membangun fondasi kekuatan guna mendukung performa jangka panjang.

    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari dan Padel Jadi Tren Kebugaran Indonesia

    Secara rata-rata, pengguna Garmin di Indonesia mencatat 5.818 langkah per hari pada 2025. Angka ini meningkat 8,24% dari tahun sebelumnya. Lebih dari setengah pengguna Garmin global rata-rata melampaui 8.000 langkah per hari, dengan 28% di antaranya mencapai lebih dari 10.000 langkah.

    Fenomena Padel dan Kesehatan Holistik

    Laporan Garmin Connect 2025 juga menampilkan insight terkait kesehatan holistik. Dari sisi tingkat stres, data menunjukkan perempuan mencatat tingkat stres 3% lebih rendah dibandingkan laki-laki.

    Belanda menjadi negara dengan skor stres terendah, sementara Indonesia mencatatkan tingkat stres paling tinggi.

    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari dan Padel Jadi Tren Kebugaran Indonesia

    Untuk energi harian, pengguna Indonesia mencatat rata-rata peak Body Battery sebesar 70 pada 2024, yang sedikit menurun menjadi 68 pada 2025. Meski demikian, angka ini tetap menempatkan Indonesia di peringkat 20 besar secara global.

    Yang paling mencolok adalah lonjakan popularitas padel di Indonesia. Olahraga ini mengalami peningkatan aktivitas pengguna Garmin sebesar 1.684% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya olahraga dengan pertumbuhan tercepat.

    Lonjakan ini sejalan dengan semakin banyaknya komunitas dan fasilitas padel di berbagai kota. Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada track running (124%) dan tenis (113%).

    Perangkat seperti Garmin Venu X1 yang dilengkapi fitur pelacakan khusus dapat mendukung performa dalam olahraga dinamis seperti padel.

    Memprediksi Tren 2026 dan Peran Teknologi Wearable

    American College of Sports Medicine (ACSM) memprediksi wearable technology masih akan menjadi tren kebugaran teratas di tahun 2026.

    Masyarakat semakin mengandalkan data kesehatan seperti Heart Rate Variability (HRV), pola tidur, dan VO₂ max sebagai bagian dari rutinitas harian. Fitness apps juga diprediksi kuat di peringkat empat, memperkuat peran aplikasi digital dalam membangun kebiasaan latihan jangka panjang.

    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari dan Padel Jadi Tren Kebugaran Indonesia

    Latihan fungsional, yoga, pilates, dan rutinitas berfokus pada core strength diproyeksikan terus meningkat. Para pelatih dan profesional kebugaran kini semakin mengandalkan analitik fisiologis dalam merancang program latihan berbasis sains.

    ACSM juga menyoroti pentingnya latihan untuk mendukung kesehatan mental, di mana wearable technology berperan memantau indikator seperti stres dan kualitas tidur.

    Integrasi Garmin Health dengan berbagai platform pihak ketiga menjadi pendorong munculnya program latihan personal yang lebih presisi. Hal ini berlaku untuk berbagai kalangan, mulai dari pelari dan pesepeda hingga penggemar latihan kekuatan.

    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari dan Padel Jadi Tren Kebugaran Indonesia

    Untuk memberikan insight lebih personal, Garmin menghadirkan fitur Garmin Connect Rundown sebagai bagian dari layanan Garmin Connect+.

    Fitur ini menyajikan ringkasan tahunan yang mencakup aktivitas, langkah harian, skor tidur, olahraga teratas, serta tren kebiasan. Tujuannya adalah membantu pengguna melihat perkembangan secara menyeluruh dan menetapkan tujuan kebugaran yang lebih terarah untuk tahun 2026.

    Layanan premium Connect+ juga menyediakan Active Intelligence yang memberikan rekomendasi personal berdasarkan data jangka panjang, serta Live Activity untuk pemantauan real-time.

    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari dan Padel Jadi Tren Kebugaran Indonesia
    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari dan Padel Jadi Tren Kebugaran Indonesia

    Teknologi ini didukung oleh rangkaian smartwatch terbaru Garmin seperti Venu 4 dan fēnix 8 Pro, yang tersinkronisasi mulus dengan aplikasi Garmin Connect.

    Komitmen terhadap pengalaman kebugaran berbasis data juga terlihat pada produk seperti Garmin Approach R50 untuk penggemar golf, menunjukkan diversifikasi dukungan Garmin terhadap berbagai gaya hidup aktif.

    Data dari Garmin Connect Report 2025 mengonfirmasi bahwa masyarakat Indonesia semakin aktif dan sadar akan pentingnya data untuk kebugaran.

    Tren ini sejalan dengan perkembangan teknologi smart home dan AI yang juga fokus pada kesejahteraan, seperti yang dipamerkan dalam LG AI Home di IFA 2025.

    Kombinasi antara perangkat wearable yang canggih dan kesadaran masyarakat menandai era baru di mana gaya hidup sehat dibangun di atas fondasi data dan insight personal.

  • Garmin Instinct Crossover AMOLED, Hybrid Smartwatch Yang Tangguh

    Garmin Instinct Crossover AMOLED, Hybrid Smartwatch Yang Tangguh

    Telko.id – Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan Instinct Crossover AMOLED, smartwatch hybrid terbaru yang memadukan desain analog klasik dengan teknologi layar AMOLED cerah.

    Produk yang dirancang khusus untuk pengguna aktif dan petualang ini akan tersedia di Indonesia mulai 31 Oktober 2025 dengan harga Rp 10.819.000.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa Instinct Crossover AMOLED menghadirkan kombinasi sempurna antara ketangguhan dan gaya.

    “Dengan layar AMOLED yang cerah, desain analog yang elegan, dan fitur kebugaran lengkap, jam tangan ini hadir untuk mereka yang menginginkan performa maksimal tanpa meninggalkan estetika,” ujarnya.

    Smartwatch hybrid ini menawarkan pengalaman unik dalam menampilkan data melalui perpaduan jarum jam analog dan tampilan digital.

    Layar AMOLED berwarna 1,2 inci menampilkan informasi dengan detail tajam dan tingkat kecerahan tinggi, memudahkan pembacaan data dalam berbagai kondisi pencahayaan.

    Daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan utama Instinct Crossover AMOLED. Perangkat ini mampu bertahan hingga 14 hari dalam mode smartwatch dan 18 hari dalam mode hemat baterai, membuatnya ideal untuk aktivitas harian hingga ekspedisi alam bebas yang membutuhkan ketahanan ekstra.

    Content image for article: Garmin Luncurkan Instinct Crossover AMOLED, Hybrid Smartwatch Tangguh

    Fitur keamanan tambahan hadir dalam bentuk senter LED bawaan dengan pengaturan tingkat kecerahan yang dapat disesuaikan. Fitur ini sangat berguna untuk penerangan saat malam hari atau dalam keadaan darurat selama petualangan luar ruang.

    Mewarisi DNA ketangguhan seri Instinct, smartwatch ini dilengkapi bezel logam dua lapis dan lensa safir tahan gores.

    Desainnya telah diuji dengan standar militer AS (MIL-STD-810) dan memiliki ketahanan air hingga 10 ATM, menjadikannya cocok untuk berbagai kondisi ekstrem.

    Teknologi RevoDrive menjadi inovasi penting dalam Instinct Crossover AMOLED. Sistem ini secara otomatis mendeteksi guncangan keras dan mengkalibrasi ulang posisi jarum agar tetap menampilkan waktu yang presisi, memastikan akurasi waktu dalam segala kondisi.

    Fitur navigasi dan petualangan pada Instinct Crossover AMOLED dilengkapi dengan kompas serta GPS multi-band untuk presisi tinggi di berbagai medan.

    Kombinasi ini menjadikannya perangkat andalan bagi para penggemar aktivitas luar ruang yang membutuhkan akurasi navigasi maksimal.

    Pemantauan kesehatan 24/7 menjadi bagian integral dari smartwatch ini. Fitur lengkap termasuk pemantauan detak jantung, kualitas tidur tingkat lanjut, Pulse Ox, dan Body Battery membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara menyeluruh selama menjalani gaya hidup aktif.

    Garmin Instinct Crossover AMOLED tersedia dalam ukuran 46mm dengan dua pilihan warna utama yaitu Charcoal dan Bronze/Sunburst. Untuk segmen khusus, tersedia juga varian Tactical – Black dengan harga Rp 12.679.000.

    Kehadiran Instinct Crossover AMOLED memperkaya portofolio produk Garmin di Indonesia yang sebelumnya telah mencakup berbagai inisiatif seperti program Garmin Draw Your Instinct 2.0 yang mendorong kreativitas generasi muda.

    Di pasar smartwatch yang semakin kompetitif, kehadiran Instinct Crossover AMOLED menawarkan alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan perpaduan antara estetika klasik dan teknologi modern.

    Konsumen dapat memperoleh Garmin Instinct Crossover AMOLED melalui Garmin Brand Store terdekat dan Garmin Official Store secara online mulai 31 Oktober 2025.

    Produk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan smartwatch tangguh dengan tampilan elegan untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari maupun petualangan ekstrem. (Icha)

  • Garmin fēnix 8 MicroLED, Layar Paling Terang di Dunia

    Garmin fēnix 8 MicroLED, Layar Paling Terang di Dunia

    Telko.id – Garmin secara resmi meluncurkan seri terbaru smartwatch multisport GPS, fēnix 8 MicroLED, di Indonesia.

    Peluncuran ini menandai babak baru inovasi wearable dengan menghadirkan teknologi layar MicroLED pertama di dunia pada smartwatch, menawarkan kecerahan, efisiensi daya, dan ketahanan terbaik di kelasnya.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menegaskan komitmen brand dalam mendukung gaya hidup aktif.

    “Banyak pengguna Garmin adalah individu yang mencintai tantangan, menjelajah alam, dan melampaui batas diri. Dengan fēnix 8 MicroLED, kami ingin mendukung semangat itu. Teknologi MicroLED bukan sekadar peningkatan fitur, ini adalah lompatan besar di industri wearable,” ujarnya.

    Garmin menjadi pelopor pertama yang berhasil mengintegrasikan dan memproduksi massal layar MicroLED pada smartwatch.

    Proses produksinya melibatkan pemindahan massal ratusan ribu chip LED mikroskopik dengan akurasi setingkat mikron untuk memastikan kecerahan yang konsisten dan warna yang seragam. Modul MicroLED ini telah menjalani uji lingkungan ketat terhadap kelembaban, benturan, dan kondisi luar ruangan ekstrem.

    Keunggulan Teknologi MicroLED

    Teknologi MicroLED pada Garmin fēnix 8 menghadirkan sejumlah keunggulan signifikan. Layar mampu mencapai kecerahan hingga 4.500 nits dengan lebih dari 400.000 LED individual, memberikan readability luar biasa di bawah sinar matahari langsung.

    Smartwatch ini juga menawarkan sudut pandang enam kali lebih lebar, menjaga tampilan tetap jelas dan hidup bahkan saat dilihat dari sudut ekstrem hingga 60 derajat.

    Rentang warna 15% lebih luas menghadirkan reproduksi warna yang lebih kaya, sementara ketahanan tiga kali lebih tinggi memberikan perlindungan superior terhadap risiko burn-in piksel serta kondisi lingkungan ekstrim.

    Desain elegan dan tangguh membuat fēnix 8 MicroLED ideal untuk penggunaan ekstrem di alam terbuka.

    Content image for article: Garmin fēnix 8 MicroLED Resmi Hadir di Indonesia, Layar Paling Terang di Dunia

    Fitur Lengkap untuk Segala Aktivitas

    Sejalan dengan filosofi Garmin “engineered on the inside for life on the outside”, seri fēnix 8 MicroLED hadir sebagai smartwatch multisport outdoor paling lengkap.

    Perangkat ini dilengkapi fitur navigasi, performa, kesehatan, dan kebugaran canggih yang menjadi teman setia bagi para atlet, penjelajah, dan profesional aktif.

    Fitur-fitur unggulan mencakup Garmin Fitness Coach dan Garmin Triathlon Coach yang secara cerdas menyusun program latihan adaptif.

    Terdapat juga Endurance Score dan Hill Score untuk menilai daya tahan dan performa menanjak, serta Training Readiness, Training Status, dan Daily Suggested Workouts untuk panduan latihan adaptif.

    Untuk analisis performa lari, fēnix 8 MicroLED dilengkapi PacePro, Visual Race Predictor, dan ClimbPro. Pemantauan kesehatan holistik didukung oleh Body Battery, ECG App dan Sleep Coach.

    Navigasi di segala medan dipermudah dengan Dynamic Round-Trip Routing, TopoActive Maps, SATIQ Technology, dan ABC Sensors.

    Fitur unik lainnya adalah Built-in LED Flashlight dengan mode strobo yang dapat menyamai cadence lari pengguna.

    Aplikasi Garmin Messenger kini mendukung panggilan suara antar pengguna, menambah kemudahan komunikasi selama aktivitas outdoor.

    Content image for article: Garmin fēnix 8 MicroLED Resmi Hadir di Indonesia, Layar Paling Terang di Dunia

    Smartwatch ini mendukung berbagai aktivitas seperti berlari, bersepeda, triathlon, ski, golf, diving hingga 40 meter, dan surfing dengan integrasi Surfline Sessions.

    Untuk keseharian, pengguna dapat menikmati fitur Smart Notifications, Spotify/YouTube Music, serta panggilan suara langsung dari jam tangan berkat microphone dan speaker terintegrasi.

    Inovasi Garmin dalam mendorong gaya hidup aktif juga tercermin dalam berbagai programnya, termasuk kampanye di Hari Olahraga Nasional 2025 yang sejalan dengan filosofi brand.

    Desain Premium dengan Ketahanan Militer

    Garmin fēnix 8 MicroLED memadukan ketangguhan luar biasa dengan estetika premium khas lini fēnix. Jam tangan ini dibuat untuk bertahan di lingkungan paling ekstrem, dari puncak gunung bersalju hingga dasar laut, tanpa mengorbankan kenyamanan maupun gaya.

    Content image for article: Garmin fēnix 8 MicroLED Resmi Hadir di Indonesia, Layar Paling Terang di Dunia

    Setiap elemen desainnya dirancang untuk daya tahan maksimal, mulai tombol anti-bocor, tutup pelindung sensor berbahan logam, serta bezel titanium yang ringan namun sangat kuat.

    Layar MicroLED 1,4 inci tampil memukau dengan tingkat kecerahan tinggi dan kejernihan luar biasa, sementara lapisan lensa safir anti-gores memastikan visibilitas tetap optimal bahkan dalam kondisi pencahayaan ekstrem.

    fēnix 8 MicroLED telah teruji sesuai standar militer AS untuk ketahanan terhadap panas, guncangan, dan air, menjadikannya perangkat andalan bagi mereka yang menuntut keandalan tinggi di setiap situasi.

    Ketangguhan ini melengkapi inisiatif Garmin dalam mengajak generasi lebih kreatif melalui berbagai program engagement.

    Harga dan Ketersediaan

    Garmin fēnix 8 MicroLED kini tersedia di Indonesia dengan harga Rp 35.429.000. Produk dapat diperoleh melalui Garmin Brand Store di seluruh Indonesia dan Garmin Official Online Store di Shopee, Blibli, Lazada, TikTok Shop, Eraspace dan Tokopedia.

    Peluncuran seri fēnix 8 MicroLED ini memperkuat portofolio Garmin yang sebelumnya telah menghadirkan fēnix 8 Pro dengan teknologi serupa, menunjukkan konsistensi brand dalam menghadirkan inovasi terdepan di pasar wearable Indonesia. (Icha)

  • Garmin Draw Your Instinct 2.0 Ajak Generasi Lebih Kreatif

    Garmin Draw Your Instinct 2.0 Ajak Generasi Lebih Kreatif

    Telko.id – Garmin Indonesia resmi menggelar Draw Your Instinct 2.0: The Final Showcase, sebuah puncak perayaan dari kompetisi desain watch face yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

    Acara ini tidak hanya menampilkan karya terbaik para finalis, tetapi juga menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas, eksplorasi, dan semangat anak muda Indonesia yang sejalan dengan DNA Garmin Instinct 3.

    Sejak pertama kali digelar, Draw Your Instinct telah menarik ratusan ilustrator muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam desain watch face.

    Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu kreativitas, melainkan wadah kolaborasi antara brand, kreator, dan komunitas seni, tempat di mana teknologi, seni, dan passion bertemu.

    Baca juga :

    Draw Your Instinct 2.0 lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah perayaan kreativitas dan eksplorasi, semangat yang juga dimiliki oleh smartwatch Instinct series. Kami ingin memberi ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan diri, menciptakan karya orisinal, sekaligus menjembatani dunia sport & adventure dengan dunia seni dan desain,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Senior Marketing Communications Manager Garmin Indonesia.

    Kreativitas, Eksplorasi, dan Semangat Instinct 3

    Dengan tema besar “Follow Yours, All in Instinct,” kompetisi tahun ini menghadirkan dimensi baru dibanding edisi sebelumnya. Kehadiran layar AMOLED pertama pada seri Instinct membuat karya para ilustrator bisa tampil lebih berwarna, ekspresif, dan penuh detail.

    Selain itu, Garmin juga menggandeng 4 juri dan 4 muse dari berbagai latar belakang untuk memperkaya perspektif penilaian serta menjangkau lebih banyak kreator muda.

    Ada 4 pilar tema yang bisa dipilih, antara lain Tough, Light, Energy dan Passion. Pilar “Energy” menjadi tema yang paling banyak diminati peserta.

    Hal ini menunjukkan koneksi kuat generasi muda dengan semangat dinamis dan vibrant yang juga direpresentasikan oleh Instinct 3.

    “Kami harus memilih 10 karya terbaik dari ratusan submission yang semuanya punya nilai artistik tinggi. Kriteria seperti originality, relevansi tema, keterampilan teknis, dan kesesuaian dengan karakter Instinct 3 menjadi fokus utama” ujar Mr. Wormo, ilustrator sekaligus juri Draw Your Instinct 2.0.

    Menariknya, menurut Mr. Wormo, banyak peserta berani mengeksplorasi dengan memadukan dua tema, menandakan keberanian mereka untuk melampaui batas yang ada,” ujar Mr. Wormo, ilustrator sekaligus juri Draw Your Instinct 2.0

    Dari ratusan karya yang masuk, tiga ilustrasi terbaik berhasil mencuri perhatian juri dan terpilih sebagai Top 3 Finalis Draw Your Instinct 2.0. Karya-karya ini tidak hanya menjadi tampilan visual, tetapi juga simbol eksplorasi, ketekunan, dan identitas kreatif generasi muda Indonesia:

    1. THE TIME DEVOURER – Mohammad Baidowih (@remblonkt)
    Terinspirasi dari sosok mitologi Jawa-Bali, Batara Kala, karya ini menggambarkan perjalanan penuh tantangan dalam mengejar passion.

    Dengan warna kontras dan karakter raksasa yang menyeramkan, desain ini menjadi simbol keberanian melawan rasa takut, konsistensi berkarya, dan semangat mengalahkan waktu.

    Baidowih menegaskan, watch face ini bukan sekadar tampilan jam, tetapi pesan optimisme bagi siapa pun yang sedang mengejar mimpinya: KITA BERTAHAN, KITA MELAHAP WAKTU.

    2. SUPERNOVA – Alvi Abdurrakhman (@roguesincerity)
    Supernova adalah representasi tema Energy. Alvi menggambarkan energi yang berlimpah di alam semesta dan bagaimana energi itu menopang kehidupan sehari-hari.

    Visual kosmik yang megah dipadukan dengan pesan personal: bahwa dengan Garmin Instinct 3 dan ketangguhan baterainya, tidak ada momen penting yang akan terlewatkan.

    3. GATOT KACA – Agus Adiputra (@desainputra)
    Mengusung tema Tough, Agus menghadirkan ikon pewayangan Gatotkaca sebagai metafora ketangguhan. Visual api, asap, dan batu kawah memperkuat narasi “otot kawat, tulang besi” yang lahir dari ujian ekstrem.

    Dengan palet merah–oranye–kuning yang intens, watch face ini menyampaikan pesan bahwa ketangguhan adalah hasil proses panjang, bukan sesuatu yang instan.

    Melalui kompetisi ini, Garmin ingin menyampaikan pesan penting kepada generasi kreatif: eksplorasi adalah kunci. Dengan semangat tersebut, Garmin berharap Draw Your Instinct 2.0 dapat menjadi ruang bagi anak muda Indonesia untuk mengekspresikan diri, berkolaborasi, dan merayakan kreativitas yang tak terbatas.

    Garmin Instinct 3 Supernova dan Instinct Crossover AMOLED

    Perayaan Draw Your Instinct 2.0 juga menjadi momentum untuk memberikan ekspresi baru bagi dua varian terbaru dari seri Instinct, yaitu Garmin Instinct 3 Supernova Limited Edition dan Garmin Instinct Crossover AMOLED.

    Selain menghadirkan desain sebagai watch face, tahun ini karya pemenang akan diaplikasikan langsung ke dalam box design untuk edisi terbatas Garmin Instinct 3. Inisiatif ini menjadikan hasil karya lebih eksklusif dan nyata sebagai bagian dari produk.

    Instinct 3 Supernova hadir dengan warna bold dan penuh energi, dilengkapi box sleeve khusus hasil kolaborasi bersama pemenang kompetisi Draw Your Instinct 2.0.

    Sementara Instinct Crossover hadir dengan layar AMOLED serta watch face dinamis pada jam bergaya analog-digital. Instinct Crossover AMOLED dapat menjadi pilihan bagi mereka yang lebih fashion-forward tanpa kehilangan DNA Instinct, rugged smartwatch. (Icha)

  • Garmin Gelar Acara Better Sleep, Better You, Ini Pentingnya Tidur Berkualitas

    Garmin Gelar Acara Better Sleep, Better You, Ini Pentingnya Tidur Berkualitas

    Telko.id – Garmin Indonesia menggelar acara edukatif bertajuk “Better Sleep, Better You” pada 12 September 2025 di Jakarta.

    Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tidur berkualitas sebagai fondasi utama hidup sehat, seimbang, dan produktif.

    Chandrawidhi Desideriani, Senior Marketing Communications Manager Garmin Indonesia, menekankan bahwa tidur sering kali diabaikan meski menjadi tumpuan kesehatan.

    “Banyak orang menaruh perhatian besar pada olahraga dan nutrisi, tetapi mengabaikan tidur yang ternyata adalah tumpuan dari semuanya,” ujarnya. Tidur berkualitas dan restoratif memungkinkan tubuh pulih, pikiran jernih, dan emosi stabil.

    Acara ini menyoroti empat komponen hidup sehat: aktivitas fisik, nutrisi seimbang, manajemen stres, dan tidur. Tidur bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi.

    Tanpa tidur cukup, tubuh kehilangan keseimbangan. Kurang tidur dapat mengacaukan hormon lapar dan kenyang, menyebabkan makan berlebihan, mengganggu metabolisme, menurunkan energi, dan menghambat perbaikan otot.

    Dampak negatif kurang tidur juga terlihat pada performa fisik dan mental. Studi Mah, C. D., et al. (2011) membuktikan, tidur cukup meningkatkan kecepatan sprint 5% dan akurasi tembakan 9%.

    Sebaliknya, tidak tidur 24 jam menurunkan kekuatan otot 30%, memperlambat reaksi setara dengan orang mabuk, dan meningkatkan emosi negatif 60%.

    Tidur cukup setelah belajar meningkatkan retensi memori 40%, sementara kurang tidur menurunkan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi.

    Content image for article: Garmin Indonesia Gelar Acara Better Sleep, Better You untuk Edukasi Pentingnya Tidur Berkualitas

    Vishal C. Dasani, Certified Sleep Recovery Coach, menegaskan bahwa tidur adalah investasi kesehatan jangka panjang.

    “Banyak orang berpikir mereka bisa ‘mengejar tidur’ di akhir pekan, padahal tidur tidak bisa diakumulasikan,” jelasnya.

    Konsistensi tidur harian, rutinitas tenang sebelum tidur, dan menghindari distraksi seperti gawai dan kafein di malam hari adalah kunci meningkatkan kualitas tidur.

    Tidur berkualitas tidak hanya tentang durasi, tetapi juga efisiensi dan efek restoratif. Orang dewasa umumnya membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur per malam, dengan variasi individual.

    Pola biphasic sleep, menggabungkan tidur malam dan siang, dapat membantu jika waktu tidur malam terbatas.

    Ritme biologis tubuh atau circadian rhythm berperan besar mengatur aktivitas dan istirahat. Hormon melatonin meningkat menjelang malam, kortisol memberi energi di siang hari, dan suhu inti tubuh menurun saat tidur. Menjaga jadwal tidur-bangun konsisten sesuai ritme tubuh meningkatkan kualitas tidur signifikan.

    Setiap fase tidur memberikan manfaat berbeda. Deep sleep memperbaiki jaringan otot, meningkatkan sistem imun, dan melakukan detoksifikasi otak.

    REM sleep mendukung regulasi emosi, empati, kreativitas, dan kemampuan problem solving. Kombinasi keduanya menjadikan tidur proses pemulihan menyeluruh bagi tubuh dan pikiran.

    Menciptakan rutinitas tidur sehat melibatkan fase unwinding sebelum tidur. Aktivitas seperti mengatur napas, mandi air hangat, membaca buku, journaling, atau berdoa membantu menenangkan sistem saraf dan memberi sinyal pada tubuh bahwa hari telah usai. Proses ini mempercepat terlelap, meningkatkan kualitas tidur, dan membuat bangun lebih segar.

    Perangkat pemantau tidur seperti Galaxy Ring dan Galaxy Watch6 dapat membantu memantau kualitas tidur. Garmin, sebagai pemimpin global teknologi GPS smartwatch, menghadirkan fitur pemantauan tidur mendalam melalui Advanced Sleep Monitoring pada smartwatch dan Garmin Index Sleep Monitor.

    Fitur ini menganalisis fase tidur (Light, Deep, REM), mencatat durasi tidur total dan waktu terjaga, memberikan skor kualitas tidur (Sleep Score) dengan saran personal, mengukur kadar oksigen darah (Pulse Ox), detak jantung, dan variabilitas detak jantung (HRV). Fitur Body Battery memberikan insight tentang efektivitas pemulihan tubuh dan energi harian.

    Dengan data mudah dipahami dari pergelangan tangan, pengguna dapat mengambil keputusan bijak untuk memperbaiki pola tidur, mengatur gaya hidup, dan meningkatkan performa sehari-hari.

    Acara “Better Sleep, Better You” menjadi langkah nyata Garmin Indonesia mendukung masyarakat mencapai hidup lebih sehat melalui tidur berkualitas. (Icha)