Kategori: eCommerce

  • Mantap! UMKM Bisa Dapat Modal Usaha Dari Ralali.com dan Partner Fintech

    Mantap! UMKM Bisa Dapat Modal Usaha Dari Ralali.com dan Partner Fintech

    Telko.id – Apa sih yang dibutuhkan oleh UMKM di Indonesia? Ya modal usaha. Pasalnya, berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, tahun 2018 lalu, hanya 20% saja dari total alokasi pendanaan lembaga keuangan yang telah disalurkan kepada pelaku UMKM. Itu sebabnya, Ralali.com bersama partner fintech nya berkolaborasi untuk menghadirkan solusi berupa bantuan modal usaha untuk pelaku UMKM.

    Persentase pendanaan UMKM yang masih rendah tersebut tidak sebanding dengan dampak yang diberikan UMKM terhadap total PDB Indonesia sebanyak 60.34% (data : Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia) dan juga terhadap berbagai sektor lainnya.

    Saat ini Ralali.com telah membantu pendanaan untuk pemenuhan kebutuhan bisnis lebih dari  200 UMKM yang tersebar di seluruh Jabodetabek dengan nilai setara Rp 3,2 miliar hanya dalam waktu sekitar 2 bulan. Kolaborasi akses pendanaan bagi UMKM ini dimulai oleh penyediaan pinjaman modal bagi Sahabat Ralali.com (sebutan untuk buyer) di kategori usaha bangunan dan konstruksi, melalui kolaborasi antara Ralali.com sebagai platform, Pratama Supermarket sebagai supplier, Invoila dan Gradana sebagai fintech partner.

    “Ralali.com menjalin kerjasama dengan berbagai partner di sektor fintech agar dapat mempermudah pelaku UMKM mendapatkan akses pendanaan untuk mengembangkan usaha mereka,” ujar Alvin Aulia Akbar, VP of Partnership & Monetizing Ralali.com dalam pernyataan resminya.

    Alvin menambahkan juga bahwa “Akses pendanaan ini dimulai untuk pelaku usaha kategori bangunan dan akan terus dikembangkan untuk kategori segmen yang ada di platform Ralali.com yaitu  industri jasa makanan, usaha perkantoran, usaha otomotif, kebutuhan FMCG dan untuk general merchandises”. 

    Pratama Supermarket Bahan Bangunan sebagai supplier sejak 2016 dan juga merupakan mitra pertama Ralali.com untuk proyek pendanaan kebutuhan usaha material ini telah mendapatkan 11 leads untuk UMKM dari segmen konstruksi dan bahan bangunan sejak Mei 2019.

    Keuntungan yang diperoleh Sahabat Ralali.com adalah dapat memperoleh pinjaman pendanaan maksimal hingga Rp 2 miliar  selama satu tahun untuk pembelian produk-produk kebutuhan material di Pratama Bangunan Supermarket di Ralali.com. Dengan kehadiran dan kemudahaan segala aspek yang ditawarkan Ralali.com melalui fitur bisnis BIG Home, Ralali.com mampu meyakinkan UMKM yang bergerak di segmen konstruksi bangunan guna memajukan bisnis mereka dengan mudah dan transparan.

    Adanya pinjaman modal dari lembaga fintech yang baru bergabung dengan Ralali.com ini menunjukan komitmen bersama perusahaan-perusahaan terkini untuk memajukan UMKM di Indonesia. Kolaborasi dengan Ralali.com akan menjadi semakin kuat dan berdampak bagi kemajuan UMKM dengan dukungan beberapa fintech partner lainnya seperti BFI, Koinworks dan Investree.

    Solusi yang diberikan Ralali.com untuk pelaku UMKM akan semakin holistik melalui kemudahan bagi para pelaku usaha, baik dari akses pendanaan maupun akses logistik dan akses pemenuhan kebutuhan usaha lainnya. Ralali.com menargetkan dapat membantu lebih banyak UMKM dari berbagai sektor kategori usaha, demi terwujudnya pemberdayaan satu juta UMKM Indonesia di tahun 2019. (Icha)

  • Indonesia Optimis Bakal Kuasai Pasar e-Commerce 52% Pada 2025

    Indonesia Optimis Bakal Kuasai Pasar e-Commerce 52% Pada 2025

    Telko.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro optimis Indonesia bakal kuasai pasar e-commerce 52% pada 2025. Optimisme itu disebabkan karena komitmen Indonesia untuk terus berinovasi dalam menerapkan ekonomi digital yang mampu membuat Indonesia meningkatkan produktivitas ekonomi dan membuka kesempatan lapangan kerja baru.

    Komitmen tersebut disampaikan di Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019 dalam pembahasan tema “Unlocking the Potential of Digital Transition: The Role of Governments and Importance of International Cooperation”.

    “Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce Asia Tenggara dengan prediksi share sebesar 52% pada 2025. Capaian tersebut akan tercipta berkat dorongan perkembangan masyarakat kelas menengah dan perbaikan akses infrastruktur digital,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (23/5/2019).

    Optimisme tersebut muncul salah satunya karena keberhasilan Indonesia di daftar peringkat teknologi informasi dan komunikasi dalam laporan Global Information Technology Report. Indonesia melesat ke peringkat 64 dari 148 negara pada 2015, naik signifikan dari peringkat 76 di 2013 dari 144 negara (World Economic Forum).

    Namun, meski berhasil menduduki peringkat yang cukup baik, pertumbuhan teknologi informasi Indonesia masih dapat ditingkatkan dengan penyediaan infrastruktur yang lebih mumpuni.

    “Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak, tak terbatas hanya pada pemerintah saja. Di era digital seperti saat ini, inklusi, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya,” ungkap Menteri Bambang.

    Pemerintah Indonesia terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 143,26 juta jiwa atau sebesar 54,7% dari total penduduk Indonesia, sementara penetrasi gawai (telepon genggam/tablet) mencapai 50,1% pada 2017.

    Hingga 2019, data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan progres signifikan terkait teknologi informasi dan komunikasi Indonesia, di antaranya sebanyak 478 dari total 514 kabupaten/kota sudah terjangkau Palapa Ring, 1086 Base TranceiverStations sudah tersebar di area perbatasan dan tertinggal, 4.111 akses internet bagi sekolah, fasilitas kesehatan, dan kantor-kantor perkotaan, hingga penyediaan 150 Gbps High Through put Satellite.

    “Tidak dapat dipungkiri, teknologi informasi harus menjadi salah satu prioritas pembangunan karena selain menjadi jendela informasi, juga bisa membantu mendistribusikan kesejahteraan masyarakat melalui Bantuan Pangan Non Tunai, misalnya.

    Digitalisasi juga membantu Indonesia untuk menerapkan kebijakan yang lebih tepat dan akurat dengan menggunakan data valid yang tersedia melalui One Data Indonesia yang keseluruhan operasionalnya menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya. (Icha)

  • Aturan Pajak eCommerce Buat ‘Gelisah’ Para Penjual Online

    Aturan Pajak eCommerce Buat ‘Gelisah’ Para Penjual Online

    Telko.id – Baru saja Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Pemerintah tidak menetapkan jenis atau tarif pajak baru bagi pelaku e-commerce.

    “Pengaturan yang dimuat dalam PMK-210 ini semata-mata terkait tata cara dan prosedur pemajakan, yang dimaksudkan untuk memberikan kemudahan administrasi dan mendorong kepatuhan perpajakan para pelaku e-commerce demi menciptakan perlakuan yang setara dengan pelaku usaha konvensional,” bunyi keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pajak, Jumat malam (11/1/2019).

    Targetnya, pengaturan ini lebih menjelaskan tata cara dan prosedur pemajakan untuk memberikan kemudahan administrasi dan mendorong kepatuhan perpajakan para pelaku e-commerce demi menciptakan perlakuan yang setara dengan pelaku usaha konvensional.

    Namun, para pengusaha online yang banyak berjualan di market place maupun di media sosial menjadi gelisah. Seperti yang diungkapkan oleh Asosiasi e-Commerce Indonesia atau idea yang menyesalkan terbitnya PMK-210 tersebut.

    Alasannya, terbitnya PMK-210 tersebut tanpa sosialisasi yang cukup dan dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan UMKM.

    Untuk itu, idEA bersama pelaku industri mengajak para pemangku kepentingan untuk mencari jalan tengah dalam proses implementasinya. Sehingga, tidak mematikan potensi e-commerce sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    “idEA meminta Kementerian Keuangan untuk menunda dan mengkaji ulang pemberlakuan PMK-210 ini sambil bersama-sama melakukan kajian,” Ketua Umum idEA Ignatius Untung dalam siaran persnya.

    Walaupun, Sri Mulyani, Menteri Keuangan berjanji akan melakukannya hati-hati.

    “Kami memungut pajak juga dengan sangat hati-hati,” ujarnya dalam seminar di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (14/1/2019), seperti dikutip dari Kompas.com.

    Termasuk juga, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berjanji akan tetap menjaga iklim investasi.

    “Tentu saya sebagai Menteri Keuangan harus terus menjaga iklim investasi sehingga ketakutan tidak perlu terjadi,” sambungnya.

    Niat dari dikeluarkannya PMK-210 ini merupakan upaya Menteri Keuangan atau pemerintah untuk membangun dan menata sistem perpajakan di Indonesia. Namun demikian, Sri Mulyani mengatakan, ia tidak ingin upaya membangun Indonesia itu dilakukan sembarangan, bahkan merusak pondasi yang ada. Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa Kementerian Keuangan akan menggunakan instrumen fiskal keuangan negara, yang mayoritas dari pengumpulan pajak, secara aktif.

    Sebenarnya, seperti apa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Berikut pokok-pokok pengaturan dalam PMK-210 ini adalah sebagai berikut:

    1. Bagi pedagang dan penyedia jasa yang berjualan melalui platform marketplace
    a. Memberitahukan Nomor Pokok Wajib Pajak kepada pihak penyedia platform marketplace
    b. Apabila belum memiliki NPWP, dapat memilih untuk (1) mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, atau (2) memberitahukan Nomor Induk Kependudukan kepada
    penyedia platform marketplace
    c. Melaksanakan kewajiban terkait PPh sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti membayar pajak final dengan tarif 0,5% dari omzet dalam hal omzet tidak melebihi Rp 4,8 miliar dalam setahun
    d. Dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dalam hal omzet melebihi Rp4,8 miliar dalam setahun, dan melaksanakan kewajiban terkait PPN sesuai ketentuan yang berlaku.

    2.Kewajiban penyedia platform marketplace

    a. Memiliki NPWP, dan dikukuhkan sebagai PKP (Penghasilan Kena Pajak)
    b. Memungut, menyetor, dan melaporkan PPN dan PPh terkait penyediaan layanan platform marketplace kepada pedagang dan penyedia jas
    c. Memungut, menyetor, dan melaporkan PPN dan PPh terkait penjualan barang dagangan milik penyedia platform marketplace sendiri, serta
    d. Melaporkan rekapitulasi transaksi yang dilakukan oleh pedagang pengguna platform. Untuk diketahui, yang dimaksud dengan penyedia platform marketplace adalah pihak yang menyediakan sarana yang berfungsi sebagai pasar elektronik di mana pedagang dan penyedia jasa pengguna platform dapat menawarkan barang dan jasa kepada calon pembeli.

    Penyedia platform marketplace yang dikenal di Indonesia antara lain Blibli, Bukalapak, Elevenia, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Selain perusahaan-perusahaan ini, pelaku over-the-top di bidang transportasi juga tergolong sebagai pihak penyedia platform marketplace.

    3. Bagi e-commerce di luar Platform marketplace

    Pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan perdagangan barang dan jasa melalui online retail, classified ads, daily deals, dan media sosial wajib mematuhi ketentuan terkait PPN, PPnBM, dan PPh sesuai ketentuan yang berlaku. Sebelum PMK-210 ini mulai berlaku efektif pada 1 April 2019, Ditjen Pajak akan melaksanakan sosialisasi kepada para pelaku e-commerce, termasuk penyedia platform marketplace dan para pedagang yang menggunakan platform tersebut.

    Untuk mendapatkan salinan PMK-210 ini dan informasi lain seputar perpajakan serta berbagai program dan layanan yang disediakan DJP, kunjungi www.pajak.go.id atau hubungi Kring Pajak di 1500 200. (Icha)

     

     

     

     

     

  • Matahari Department Store Punya E-Commerce Sendiri

    Matahari Department Store Punya E-Commerce Sendiri

    Telko.id – Salah satu departemen store terbesar di Indonesia yakni Matahari Depatrement Store (MDS) mulai berani untuk memasuki pasar e-commerce Indonesia.

    Sejatinya, Matahari sendiri telah memiliki situs belanja online yakni Mataharimall.com, namun kehadiran Mataharistore.com dimaksudkan untuk lebih difokuskan pada produk fashion yang dijual di Matahari Department Store.

    Kehadiran Mataharistore.com juga tidak lepas dari campur tangan tim mataharimall.com, pasalnya tim dari mataharimall.com juga berada di balik layar dari situs online Matahari Departemen Store ini.

    Kristian Kurnia, Director of Marketing Marchendaising Mataharistore.com mengatakan, GDP di Indonesia sedang meningkat dan Indonesia merupakan salah satu negara yang dapat meningkatkan GDP per kapita.

    “Dalam kondisi ekonomi yang sedang tertekan tetap ada opportunity di Indonesia. Meskipun perekonomian makro di Indonesia sedang berat, namun Matahari Department Store meningkat penjualannya,” ujarnya pada saat launching Mataharistore.com (9/11).

    Sampai dengan saat ini, ujar Kristian, pelanggan loyal Matahari Departemen Store sendiri sudah menyentuh angka 3.5 juta pelanggan.

    Ia menambahkan, bahwa strategi Matahari Department Store adalah melalui Omni Channel atau Online to Offline (O2O). “Dengan channel online ini, kita akan memberikan kemudahan bagi orang-orang yang berada di Kota Jakarta dalam hal berbelanja tanpa mengalami kemacetan, sementara bagi orang-orang di luar pulau seperti Kalimantan, hadirnya O2O ini bisa memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbelanja barang dari Matahari Departmen Store, dimana kami tidak memiliki offline store di wilayah tersebut,” tuturnya.

    dsc_2908

    Sekedar informasi, Matahari Department Store sendiri hanya berada di 68 kota saja, sementara permintaan pembelian di situs Mataharimall.com untuk produk dari MDS sendiri berasal dari 300 Kota Kabupaten.

    Persaingan

    Seperti diketahui, persaingan di industri e-commerce Tanah Air semakin sengit saja, apalagi sudah banyak bermunculannya platform e-commerce yang menyapa masyarakat Indonesia, mulai dari yang skala startup, hingga e-commerce yang berasal dari perusahaan besar.

    Namun, sebagai Director of Marketing Marchendaising, Kristian mengaku optimis kalau mataharistore.com bisa mengalahkan para pemain lama di ranah ini.

    Setidaknya Kristian mengungkapkan beberapa alasan mengapa Mataharistore.com bisa berbicara banyak. Ia mengungkapkan, produk Matahari Department Store sudah sejak lama bisa diterima di semua kalangan masyarakat, kemudian Matahari juga telah memiliki pelanggan loyal yang jumlahnya lebih dari 3.5 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

    Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh statement dari Hadi Wenas selaku CEO Mataharimall.com. Ia mengungkapkan, kontribusi penjualan produk MDS di Mataharimall.com sangat besar, sehingga layak untuk diupgrade dan diberikan situs sendiri agar meningkatkan pengalaman berbelanja pengguna yang mencari produk fashion.

    Wenas juga menekankan, bahwa kehadiran Mataharistore.com bukanlah menjadi lawan atau pesaing dari situs mereka, pasalnya infrastruktur yang digunakan juga merupakan infrastruktur dari Mataharimall.com.

    Wenas juga berujar, bagi pelanggan yang memiliki loyalty card Matahari Dept. Store, jika berbelanja secara online di situs MatahariStore, maka poinnya juga akan ikut bertambah. Selain point tersebut, terdapat beberapa privillage lain yang dihadirkan, seperti harga pakaian yabg lebih murah dibandingkan toko offline, serta berbagai promo khas Mataharimall.com juga di hadirkan di situs Mataharistore.com.

  • Menkominfo Ajak Investor Bangun E-Commerce Indonesia

    Menkominfo Ajak Investor Bangun E-Commerce Indonesia

    Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara membuka peluang bagi investor untuk membangun E-Commerce Indonesia. ”Roadmap E-Commerce Indonesia sudah siap dan akan segera disahkan. Dimana untuk menunjang tujuh isu pada roadmap tersebut ada 30 inisiatif yang akan dilaksanakan dengan proyeksi sebesar USD 130 Milyar pada tahun 2020,” paparnya dalam US-Indonesia Investment Summit 2016 di Jakarta, Kamis (15/9/2016).

    Roadmap eCommerce merupakan serangkaian lebih dari 30 inisiatif untuk mendorong berkembangnya e-Commerce dan bisnis digital di Indonesia. Inisiatif yang terdiri dari logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber, pajak, perlindungan konsumen, pendanaan dan investasi serta pendidikan dan SDM itu diharapkan akan menjadi pendorong kesuksesan eCommerce dan bisnis digital nasional.

    Berkaitan dengan Roadmap E-Commerce tersebut, Rudiantara mendukung penuh lahirnya perusahaanstartup lokal dan ditargetkan paling tidak ada dua startup yang jadi unicorn seperti Go-Jek pada tahun ini. “Kita juga akan mengundang Plug and Play TechCenter ke Indonesia untuk berbagi ilmu tentang E-Commerce kepada perusahaan startup. Kita berupaya untuk membangun ekosistem E-Commerce Indonesia,” katanya.

    Berkenaan dengan undangan pada investor untuk menanam modal di sektor e-Commerce tersebut, Rudiantara juga sempat menyampaikannya pada kunjungannya di Indonesia Bussiness Forum di Shanghai, RRT beberapa waktu lalu.

    Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo menyatakan bahwa “Pemerintah memiliki komitmen untuk memberikan kemudahan investasi yang berguna bagi kemajuan ekosistem industri digital di Indonesia dan UMKM yang akan memasuki dunia digital.”

    “Indonesia siap mengembangkan e-Commerce. Roadmap e-Commerce yang akan segera ditetapkan pemerintah. Ada tujuh isu yang diidentifikasi sebagai pendorong kesuksesan untuk mencapai nilai USD130 Miliar e-Commerce Indonesia pada tahun 2020 yaitu logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber, pajak, perlindungan konsumen, pendanaan, pendidikan dan SDM,” jelas Menteri Rudiantara.

    Kementerian Kominfo telah mengembangkan porgram prioritas sebagai kunci untuk implementasi Roadmap e-Commerce, antara lain:
    1. Mendorong Indonesia menjadi the Digital Energy of Asia.
    2. Menciptakan Indonesia menjadi negara dengan digital economy yang terbesar di Asia Tenggara.
    3. Mendorong pencapaian transaksi e-Commerce sampai USD130 Miliar pada tahun 2020.
    4. Menciptakan 1000 Teknoprener nasional yang mumpuni dengan nilai perusahaan mencapai USD10 Miliar USD.

    0906_Penyaluran Dana Kartu Indonesia Pintar (revisi)

    Menteri Kominfo menyampaikan Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk memberikan kemudahan investasi yang berguna bagi kemajuan ekosistem industri digital di Indonesia dan UMKM yang akan memasuki dunia digital. Di depan ratusan pelaku bisnis dari Tiongkok dan Indonesia, Menteri Kominfo menyampaikan salah satu faktor terpenting mendukung e-Commerce adalah infrastruktur komunikasi. “Pemerintah telah memulai pembangunan Palapa Ring untuk menghubungkan seluruh kepulauan di Indonesia dan terhubung internet,” paparnya.

    Proyek Palapa Ring, menurut Menteri Kominfo, menargetkan kemampuan jaringan yang setara antara wiayah barat, tengah dan timur Indonesia. “Bandwidth wilayah Indonesia tengah dan timur kita dorong lebih setara dengan wilayah barat.  Kemampuan jaringan broadband yang menghubungkan pulau-pulau atau kota-kota adalah keharusan, keniscayaan. Kita bangun akses-akses broadband di kota-kita semuanya juga mendorong desa-desa menjadi broadband,” jelas Rudiantara.

    Pembangunan akan disertai dengan upaya meningkatkan efisiensi agar masyarakat dapat merasakan layanan serta manfaat lebih. “Ini tidak hanya dikerjakan oleh operator telekomunikasi eksisting. Banyak wilayah-wilayah yang penyelenggara tidak berani masuk atau membangun jaringan broadband menuju ke sana, Pemerintah akan langsung intervensi membangun. Inilah program Palapa Ring yang juga menjadi sarana menuju akses Internet cepat dan murah ke rakyat. Masyarakat mendapat akses Internet yang broadband,” papar Menteri Rudiantara.

    Komitmen Kemudahan Investasi
    Indonesia Business Forum adalah forum yang difasilitasi oleh BKPM dan Kedutaan Republik Indonesia di Shanghai. Pelaksanaannya dikelola oleh INACHAM (Indonesia China Chamber of Commerce) dan CFLD (China Fortune Land Development) untuk membantu para pelaku usaha dari Indonesia dan Tiongkok meningkatkan nilai perdagangan dan investasi di Indonesia.

    Pemerintah Indonesia, sebagaimana disampaikan Menteri Kominfo memberikan kesempatan investasi untuk e-Commerce (marketplace) sebesar-besarnya dengan memperhatikan ekosistem digital ekonomi nasional. “Jadi investasi asing dapat dibuka sampai dengan 49 persen dalam kepemilikan modal perusahaan untuk nilai investasi asing antara Rp10 Miliar sampai dengan Rp100 Miliar. Dan kepemilikan modal sampai dengan 100 % untuk nilai investasi di atas Rp100 Miliar. Sedangkan secara horisontal perusahaan startup yang nilai perusahaannya sampai dengan Rp10 Miliar, maka masuk kategori UKM,” jelasnya.

    Menteri Rudiantara menjelaskan salah satu Program Utama Kemkominfo yaitu penciptaan 1000 startup digital. Penciptaan 1000 startup nasional itu bertujuan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. “Pemerintah membuka diri untuk menjalin kerjasama dan investasi yang dapat membantu akselerasi pencapaian target program tersebut,” jelasnya.

    Kebijakan itu telah ditunjukkan oleh pertemuan langsung Menkominfo dengan para Angel Investor yang berminat terlibat dalam program tersebut. “Kami juga telah melakukan inisiasi pembicaraan terkait pembangunan inkubator dengan skala besar di Indonesia oleh investor dari Tiongkok,” jelasnya. (Icha)

  • 5 Perubahan eCommerce di 2016

    5 Perubahan eCommerce di 2016

     

    Telko.id – Tahun 2015, adalah tahun di mana popularitas eCommerce mulai tumbuh. Masyarakat pun mulai mengenal pembayaran digital dari mobile wallet yang asalnya harus tekan-tekan tombol menjadi cukup dengan sentuhan melalui teknologi NFC atau Near field communication. Lalu, apa yang akan terjadi pada 2016? Teknologi apa yang sedang berkembang dan menjadi trend di industry? Berdasarkan prediksi aka nada lima perubahan yang terjadi.

    Startups Akan Menjadi Bank Bagi Generasi Milenium

    Pada 2014, yang terjadi adalah pinjaman peer-to-peer. Kemudian pada 2015 muncul platform pinjaman alternative yang menindaklanjuti model tradisional dengan aplikasi pinjaman seperti Earnest dan Affirm. Yang jadi sasaran adalah para millennium. Yang memang sudah cukup aware dengan transkasi ini.

    Selanjutnya, jika model ini akan dikembangkan adalah bagaimana dapat menyentuh generasi tersebut. Berdasarkan studi, generasi ini setengahnya bahkan tidak memiliki kartu kredit.

    Yang terjadi, muncul aplikasi dapat memberikan pinjaman dalam skala kecil. Seperti yang dilakukan oleh Affirm. Demikian juga dengan pola bayar dalam jangka waktu tertentu. Dengan pola yang tidak besar membuat mereka juga paham, kapan hutang nya akan lunas dan akhirnya akan melakukan peminjaman betikutnya.

    Lebih luas lagi, perusahaan pinjaman baru akan fokus menjadi bank yang lebih besar dan konsumen dapat beralih. “Ini adalah tujuan bank untuk membantu orang dapat merealisasikan harapan dan impian mereka, sehingga dapat bersekolah, membeli rumah, mungkin membeli mobil, dan meminjam uang di saat membutuhkan,” ujar Louis Beryl, salah seorang pendiri dan CEO Earnest seperti yang dilansir dari venturebeat.com.

    Selanjutnya, Louis juga mengatakan bahwa Earnest akan memperluas usahanya untuk menjadi professional dan melayani “Kami ingin memperluas bisnis nya dengan melayani para professional sepanjang hidup mereka”.

    Pada tahun 2016, kita akan melihat startups yang bekerja secara terintegrasi dengan kehidupannya millennial nya dengan layanan yang akan membantu mereka untuk membeli mobil dan rumah.

    Akan Banyak Alasan Pakai Mobile Wallet di Toko

    Tahun ini, Apple Pay dan PayPal akan mendorong teknologi eCommerce hingga mendorong para toko untuk menggunakan layanan pembayarannya. Pada starups kecil juga akan mengubah cara pembayaran di toko online mereka.

    Ketika Apple menggunakan teknologi NFC maka cara pembayaran ini akan dapat diterima oleh brand besar seperi McDonald. Perusahaan Mobile Wallet pun perlu dorongan agar layanannya digunakan semudah penggunakan kartu kredit.

    Memang untuk cara ini dapat terangsang tumbuh dikalangan masyarakat perlu ada gerakan yang signifikan dari para pemain Mobile Wallet. Yang sekarang ini memang sudah dilakukan oleh para operator dan beberapa perusahaan lain. Selain jumlah toko atau merchant yang mengadopsi layanan ini diperbanyak jumlah nya, perlu juga ada langkah yang ‘memaksa’ agar konsumen menggunakan layanan ini. Apakah dengan pemberikan bonus atau iming-iming lainnya. Sehingga akhir nya menjadi kebutuhan. Hal ini tidak saja dapat dilakukan secara fisik maupun online atau digital.

    Shopping di Mana Saja dan Kapan Saja

    Mungkin sekarang belum terpikirkan bahwa ke depan dapat berbelanja sambil masak di dapur. Tetapi Amazon sudah akan melakukan integrasi interface untuk belanja di rumah. Di mana aka nada tombol Amazin Dash yang tinggal di tekan dan melakukan belanja langsung di seluruh bagian rumah. Tapping tombol tersebut akan secara otomatis melakukan order dengan menggunakan produk yang ada di rumah. Hal yang sama juga dilakukan oleh MasterCard.

    Di tahun 2016 juga, akan mulai bermunculan peralatan rumah tanggal seperti kompor, microwaves, refrigerator yang menyedikan tombol order atau cara berbelanja lainnya.

    Kompetisi Akan Berimbas pada Peer to Peer Payment

    Pembicaraan Apple dengan bank, kemudian akan melakukan kerjasama dengan Google, Square dan Facebook, tentu juga perlu dicermati. Di mana Mobile wallets akan menjadi alat pembayaran yang memenuhi kebutuhan konsumen. Di 2016, ketika masyarakat sudah menggunakan mobile wallet maka akan menuntut layanan di tingkatkan dan dapat memenuhi semua kebutuhannya.

    Shopping di Facebook

    Facebook akan meningkatkan platform Messenger nya dan akan memasukan juga layanan berbelanja di dalamnya. Tentu ini menjadi peluang bagi perusahaan untuk dapat memanfaatkannya. Terutama bagi perusahaan yang ingin meningkatkan layanannya pada pelanggannya.

    Apalagi, Facebook juga sudah melakukan kerjasama dengan PayPal. Tentu, hal ini akan menjadi demand tambahan bagi Messenge platform dari Facebook. Awal tahun ini saja, Facebook sudah bekerjasama dengan Shopify dan memasukan Shop Section di halaman Facebook yang dapat mensasar langsung konsumen. Di 2016, Shopify juga akan meningkatkan layanannya di halaman Facebook maupun messengernya.

    Dengan adanya peluang-peluang baru tersebut maka digital financial produk juga akan menjadi mature dan akan siap untuk lebih agresif lagi. Dan jangan kaget ketika Apple, PayPal dan Google akan memberikan konsumen reward programs bagi yang menggunakan digital wallets nya.

    Peluang-peluang diatas juga harus dicermati oleh pemerintah. Jangan sampai, Indonesia hanya menjadi target pasar saja. (Icha)