Kategori: Watch

  • Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

    Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

    Telko.id – Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata memiliki intensitas fisik yang setara dengan latihan High Intensity Interval Training (HIIT).

    Mulai dari menggendong anak naik tangga, mengejar balita saat waktu makan, hingga membereskan rumah, semua aktivitas ini memberikan tekanan fisik dan mental yang signifikan setiap hari. Garmin, melalui kampanye terbaru bertajuk Women of Endurance, mengangkat realita ini untuk menyadarkan banyak pihak akan fenomena kelelahan yang tak kasat mata atau invisible fatigue.

    Kampanye ini menggambarkan bagaimana rutinitas perempuan modern dapat dianalogikan sebagai “latihan tanpa garis finis.” Aktivitas seperti menggendong anak sambil membawa tas belanjaan dapat meningkatkan detak jantung hingga setara sesi HIIT.

    Sementara itu, mobilitas dan multitasking sepanjang hari menyerupai tantangan obstacle race jarak jauh.

    “Banyak perempuan menjalani aktivitas fisik dan mental yang intens setiap hari tanpa menganggapnya sebagai bentuk endurance. Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa tubuh mereka bekerja keras setiap hari,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

    Fenomena ini sering disebut sebagai invisible fatigue, yaitu akumulasi kelelahan fisik dan mental yang sulit diukur. Garmin melihat banyak perempuan terbiasa terus bergerak dan menunda istirahat, bahkan ketika tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan.

    Padahal, fragmented sleep, tingkat stres tinggi, dan kurangnya recovery dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Melalui kampanye ini, Garmin berkolaborasi dengan ilustrator perempuan Chouyi untuk menghadirkan visual emosional tentang ketahanan perempuan dalam keseharian mereka.

    Wearable Garmin Bantu Deteksi Invisible Fatigue

    Untuk membantu perempuan memahami fenomena ini, Garmin merekomendasikan pemanfaatan data dari wearable mereka. Beberapa fitur utama yang dapat digunakan antara lain: Kenali Fragmented Sleep, di mana fitur Garmin Sleep Coach yang didukung Firstbeat Analytics membantu mengidentifikasi periode istirahat dengan kualitas rendah.

    Pantau Tren Tingkat Stres, di mana latihan pernapasan terpandu dapat membantu tubuh kembali rileks. Lacak Recovery dan Imunitas Tubuh, dengan memantau HRV yang sering berubah selama siklus menstruasi atau saat kurang istirahat.

    Selain itu, fitur Lifestyle Logging membantu memantau dampak kafein, alkohol, atau makanan tinggi gula terhadap metrik kesehatan. Terakhir, Terapkan Active Rest, di mana istirahat yang dilakukan secara sadar dan terencana merupakan bagian penting menjaga performa tubuh.

    “Recovery bukan hanya tentang tidur, tetapi bagian penting dari menjaga performa tubuh dalam menjalani berbagai peran setiap hari,” tambah Desideriani.

    Bagi kamu yang penasaran dengan teknologi terbaru Garmin, kamu bisa menyimak ulasan tentang Fitur Terbaru dari seri Garmin fēnix 8 yang hadir dengan fitur ECG App.

    Inisiatif ini juga sejalan dengan kampanye sebelumnya yang mengajak pekerja kantoran untuk lebih aktif, seperti yang dibahas dalam artikel #BeMoreBeHealthier.

    Pendekatan Holistik untuk Kesehatan Perempuan

    Garmin tidak hanya fokus pada data fisik, tetapi juga pada keseimbangan hidup. Kampanye ini mengingatkan bahwa perempuan sering kali fokus menjaga orang lain, tetapi lupa mendengarkan kebutuhan tubuh mereka sendiri.

    Dengan data kesehatan yang lebih mudah dipahami, Garmin ingin membantu perempuan mengambil waktu recovery yang lebih tepat. Hal ini juga relevan dengan tren terbaru di industri wearable, seperti pengembangan fitur Energy Score untuk Galaxy Watch7 dari Samsung yang juga fokus pada pemantauan energi harian.

    Melalui kampanye Women of Endurance, Garmin mengajak lebih banyak perempuan untuk melihat kesehatan dan pemulihan sebagai bagian penting dari keseharian. Sama seperti seorang atlet menjaga performanya dalam jangka panjang, perempuan juga perlu menjaga kesejahteraan diri sendiri.

    “Karena kami percaya, untuk dapat hadir sepenuhnya bagi keluarga dan lingkungan sekitar, langkah pertama yang paling esensial adalah menjaga kesejahteraan diri sendiri,” tutup Desideriani.

    Kampanye ini juga mengingatkan pentingnya study-life balance, yang menerapkan keseimbangan antara belajar dan kehidupan pribadi.

    Dengan memadukan teknologi wearable, data kesehatan, dan storytelling yang emosional, Garmin berharap kampanye ini dapat membantu perempuan lebih memahami tubuh mereka sekaligus menghargai ketahanan luar biasa yang mereka jalani setiap hari. (Icha)

  • Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

    Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

    Telko.id – Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah inisiatif yang mengubah data biometrik dari perangkat wearable menjadi strategi latihan berbasis data untuk menaklukkan kompetisi Hybrid Race.

    Program ini menghadirkan pengalaman latihan hybrid yang dipandu langsung oleh podium finisher dari #TeamGarmin di 20FIT Arena Menteng.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menekankan pergeseran paradigma dalam kompetisi fitness modern.

    “Di kompetisi Hybrid, performa tidak lagi hanya soal seberapa kuat Anda berlatih, tetapi seberapa cerdas Anda membaca tubuh sendiri. Melalui data biometrik yang akurat dari Garmin, setiap keputusan, mulai dari kapan berlatih, bagaimana mengatur pace, hingga kapan harus recovery, menjadi lebih terukur, presisi, dan berdampak langsung pada hasil akhir,” ujarnya.

    Hybrid Race merupakan format kompetisi kompleks yang menggabungkan intensitas anaerobic di setiap functional workout station dengan aerobic endurance pada sesi lari berulang.

    Kombinasi ini menuntut pengelolaan energi yang sangat presisi. Dalam kondisi tersebut, perangkat konvensional dinilai tidak lagi memadai. Atlet membutuhkan wearable integration yang mampu menyajikan metrik performa komprehensif secara real-time.

    Di Garmin Hybrid Lab, peserta memanfaatkan data sebagai panduan utama. Metrik seperti Training Readiness, Heart Rate Variability (HRV), dan Recovery Time menjadi dasar untuk menentukan intensitas latihan.

    Jika indikator menunjukkan kondisi tubuh rendah, perangkat Garmin akan menyarankan beban latihan lebih ringan atau istirahat guna menghindari overtrain.

    Sesi latihan dapat dirancang secara custom melalui aplikasi Garmin Connect, menggabungkan lari dan High-Intensity Interval Training (HIIT) hingga 16 segmen.

    Selama latihan, pemantauan Heart Rate Zones memberikan insight mendalam mengenai respons tubuh, memungkinkan atlet tetap berada dalam zona optimal untuk menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi energi.

    Content image for article: Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

    Garmin juga menyediakan analisis performa mendalam melalui pengukuran VO2 Max untuk kapasitas aerobik dan Lactate Threshold untuk mengetahui batas keletihan.

    Untuk memastikan efektivitas program jangka panjang, atlet dapat memantau Training Load dan Training Status usai setiap sesi. Pendekatan ini membantu memitigasi risiko sekaligus menjaga performa tetap optimal.

    Program ini didukung oleh Sunpride, Lactasoy, dan Strive untuk memastikan asupan nutrisi dan energi peserta terjaga selama latihan intensitas tinggi.

    Setelah sesi latihan hybrid berakhir, seluruh data secara otomatis terintegrasi ke dalam Garmin Connect Ecosystem untuk evaluasi komprehensif. Salah satu indikator kunci adalah Training Effect, yang membedakan dampak latihan terhadap sistem aerobic dan anaerobic. Data ini membantu atlet memahami respons tubuh dan menentukan langkah selanjutnya.

    Content image for article: Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

    Proses ini juga mencakup recovery time optimization, di mana pengguna dapat mengetahui waktu terbaik untuk kembali berlatih tanpa meningkatkan risiko cedera.

    Dengan histori data yang tersimpan rapi, progres performa dapat dipantau secara berkelanjutan, mirip dengan prinsip platform pelatihan interaktif lainnya.

    Melalui kombinasi biometric data tracking, performance metrics, dan wearable integration, Garmin menghadirkan solusi yang melampaui fungsi perangkat wearable biasa.

    Ekosistem terintegrasi ini tidak hanya mencatat aktivitas, tetapi mengolah data menjadi insight yang dapat langsung diterapkan dalam strategi latihan dan kompetisi.

    Pendekatan berbasis data ini memungkinkan setiap pengguna, dari atlet profesional hingga penggemar olahraga, untuk mengoptimalkan potensi mereka dengan cara yang lebih cerdas dan terukur.

    Garmin Indonesia mengajak pengguna mengeksplorasi fitur advanced seperti HRV Status dan Training Readiness pada perangkat mereka.

    Dengan sinkronisasi rutin ke Garmin Connect, setiap sesi latihan dapat diubah menjadi strategi berbasis data yang berkelanjutan.

    Inisiatif seperti Garmin Hybrid Lab dan program pelatihan talenta olahraga lainnya menandakan semakin pentingnya pendekatan teknologi dan data dalam pengembangan performa atletik di berbagai cabang. (Icha)

  • Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

    Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

    Telko.id – Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan bulan Ramadan dengan meluncurkan Pokémon Sleep watch face terbaru yang dapat diunduh gratis.

    Peluncuran ini bertujuan membantu pengguna memantau dan meningkatkan kualitas tidur selama bulan puasa, di mana perubahan pola tidur dan makan sering kali mengganggu istirahat.

    Marcomm Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, menjelaskan bahwa tantangan utama selama Ramadan adalah manajemen tidur.

    “Data menunjukkan bahwa proporsi tidur REM (Rapid Eye Movement) bisa anjlok drastis dari yang normalnya 24% menjadi hanya 10% atau kurang selama bulan puasa,” ujarnya. Penurunan fase tidur REM ini berdampak pada regulasi emosi dan performa kognitif.

    Sleep Coach, Vishal Dasani, menambahkan bahwa penyebab utama kelelahan dan emosi labil bukan semata-mata lapar dan haus, melainkan kekacauan jam biologis tubuh atau circadian misalignment.

    Perubahan waktu makan memaksa tubuh mencerna saat seharusnya beristirahat, sehingga mengganggu siklus tidur alami.

    Chandrawidhi juga memperingatkan pola makan yang salah, seperti konsumsi karbohidrat olahan berlebihan saat sahur dan kebiasaan “balas dendam” saat berbuka. Pola ini memicu glucose spike dan sugar crash yang menyebabkan brain fog di pagi hari.

    Makan berat mendekati waktu tidur juga meningkatkan suhu inti tubuh, menghambat fase Deep Sleep yang restoratif dan menyebabkan akumulasi utang tidur.

    Untuk mengatasi hal ini, Garmin memberikan tips praktis. Pertama, prioritaskan kualitas tidur dengan memanfaatkan fitur Sleep Monitoring dan melakukan power nap 20 menit.

    Kedua, terapkan nutrisi cerdas dengan memperbanyak protein dan serat saat sahur, serta menghindari gula berlebih.

    Ketiga, tetap berolahraga dengan intensitas yang disesuaikan, disarankan 1-2 jam sebelum berbuka puasa.

    Content image for article: Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face untuk Pantau Tidur Ramadan

    Sebagai solusi yang lebih menyenangkan, Garmin meluncurkan Pokémon Sleep watch face. Watch face ini kompatibel dengan perangkat Garmin seri fēnix, Forerunner, Venu, dan vívoactive.

    Pengguna dapat memilih antara dua desain: “Pokémon Sleep: Snorlax & Friends” yang menampilkan banyak Pokémon di Greengrass Isle, atau “Pokémon Sleep: I Choose You” yang memungkinkan pemilihan satu Pokémon dari 48 opsi populer.

    Fitur unggulannya adalah karakter Pokémon pada watch face akan berubah sepanjang hari, dari bahagia hingga lelah dan mengantuk, berdasarkan tingkat energi Body Battery pengguna.

    Untuk membantu mempersiapkan waktu tidur, mode malam pada watch face akan diaktifkan secara otomatis 1,5 jam sebelum waktu tidur terjadwal yang diatur di aplikasi Garmin Connect.

    Content image for article: Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face untuk Pantau Tidur Ramadan

    Garmin juga menyarankan sinkronisasi data tidur dengan aplikasi Pokémon Sleep untuk pengalaman pemantauan yang lebih lengkap. Pendekatan gamifikasi ini diharapkan dapat membuat perjalanan menjaga kualitas tidur, terutama di bulan Ramadan, menjadi lebih menarik dan berkelanjutan.

    Inisiatif Garmin ini sejalan dengan tren teknologi wearable yang semakin fokus pada pemantauan kesehatan holistik, termasuk tidur. Sebelumnya, Samsung juga memamerkan inovasi serupa di ajang World Sleep 2025, menunjukkan persaingan ketat di segmen ini.

    Pentingnya kualitas tidur juga menjadi perhatian, mengingat insiden seperti perangkat terbakar saat ditinggal tidur kerap terjadi akibat kelelahan dan kewaspadaan yang menurun.

    Peluncuran Pokémon Sleep watch face oleh Garmin merupakan upaya konkret untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tidur berkualitas sebagai fondasi kesehatan, terlebih saat jadwal berubah drastis selama bulan puasa.

    Dengan memadukan teknologi pemantauan canggih dan elemen gamifikasi yang familiar, Garmin berharap dapat membantu pengguna menjalani “puasa bertenaga” tanpa mengorbankan kualitas istirahat. (Icha)

  • Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

    Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

    Telko.id – Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna terbaru untuk lini perangkat wearable premium mereka, yakni Garmin Venu X1 French Gray.

    Peluncuran yang dilakukan di Jakarta pada 11 Februari 2026 ini menghadirkan opsi estetika baru yang memadukan nada emas sejuk dengan desain netral, menjadikannya pilihan elegan bagi pengguna yang menginginkan perangkat pintar namun tetap modis.

    Varian French Gray ini melengkapi portofolio Venu X1 yang dikenal sebagai jam tangan pintar tertipis dan teringan dari Garmin.

    Perangkat ini mempertahankan spesifikasi unggulannya dengan ketebalan bodi hanya 7,9 mm dan bobot 34 gram. Dimensi ringkas tersebut dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan maksimal, baik saat digunakan untuk aktivitas profesional, sesi olahraga intensif, maupun saat beristirahat di malam hari.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran warna baru ini ditujukan untuk pengguna urban yang dinamis.

    Menurutnya, Venu X1 French Gray tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan kesehatan yang canggih, tetapi juga sebagai pernyataan gaya hidup. Garmin berupaya membuktikan bahwa teknologi mutakhir dapat dikemas dalam desain yang sangat tipis tanpa mengorbankan fungsionalitas.

    Desain Elegan dengan Standar Kenyamanan Baru

    Estetika desain klasik Eropa menjadi inspirasi utama di balik pemilihan warna French Gray. Palet warna ini menawarkan keseimbangan visual yang modern dan mewah, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis busana pengguna.

    Di balik tampilannya yang menawan, perangkat ini tetap membawa predikat sebagai smartwatch teringan di kelasnya.

    Kenyamanan penggunaan sepanjang hari menjadi fokus utama dalam pengembangan Venu X1. Desain ergonomis memastikan sensor di bagian belakang jam menempel sempurna pada pergelangan tangan tanpa menimbulkan rasa pegal atau mengganjal.

    Hal ini krusial untuk akurasi data pemantauan kondisi tubuh yang berjalan selama 24 jam penuh, mulai dari pelacakan stres hingga Caffeine Tracking.

    Dukungan Fitur Olahraga Modern

    Meskipun memiliki bodi yang ramping, Venu X1 dilengkapi dengan serangkaian fitur olahraga yang komprehensif. Bodi tipisnya memungkinkan pergerakan pergelangan tangan yang lebih bebas, yang sangat bermanfaat untuk menjaga kestabilan sensor selama latihan fisik.

    Perangkat ini mendukung berbagai aktivitas olahraga modern yang kini tengah digemari masyarakat.

    Bagi penggemar golf, jam tangan ini menawarkan fitur pemantauan metrik penting seperti jarak ke green, jarak ke hazard, dan dogleg. Terdapat pula fitur PlaysLike Distance, Virtual Caddie, serta peta CourseView berwarna yang membantu pegolf mencatat skor dan statistik ronde secara akurat.

    Sementara untuk olahraga raket yang sedang naik daun, perangkat ini menyediakan data olahraga padel yang mencakup detak jantung, durasi permainan, dan estimasi kalori.

    Selain olahraga luar ruang, Venu X1 juga mengakomodasi pengguna yang berlatih di pusat kebugaran. Fitur animasi gerakan latihan yang tampil langsung di layar jam memudahkan pengguna melakukan teknik angkat beban dengan benar.

    Visualisasi gerakan yang jelas ini dirancang untuk meminimalisir risiko cedera bagi mereka yang berlatih tanpa bantuan pelatih pribadi.

    Layar AMOLED dan Pemantauan Kesehatan Lansia

    Garmin Venu X1 dibekali dengan layar AMOLED berukuran 2 inci yang besar dan tajam. Spesifikasi layar ini sangat membantu segmen Healthy Agers atau pengguna berusia di atas 50 tahun.

    Keterbacaan layar yang tinggi memudahkan mereka memantau informasi kebugaran harian secara praktis tanpa kendala visual.

    Fitur kesehatan unggulan lainnya adalah Advanced Sleep Monitoring. Berkat bobotnya yang sangat ringan, pengguna hampir tidak merasakan keberadaan jam tangan saat tidur.

    Kondisi ini memungkinkan fitur pemantauan tidur bekerja lebih optimal dalam menganalisis kualitas pemulihan tubuh tanpa gangguan fisik di pergelangan tangan. Pendekatan ini sejalan dengan upaya Garmin menghadirkan teknologi wellness adaptif yang nyaman.

    Daya tahan baterai juga menjadi nilai jual utama. Dalam mode smartwatch, Venu X1 mampu bertahan hingga 8 hari pemakaian. Ketahanan ini memberikan keleluasaan bagi pengguna aktif untuk menjalani rutinitas mingguan tanpa perlu sering mengisi daya ulang.

    Harga Baru dan Ketersediaan

    Bersamaan dengan peluncuran varian French Gray, Garmin mengumumkan penyesuaian harga yang lebih kompetitif. Garmin Venu X1 kini dibanderol dengan harga baru Rp 12.090.000.

    Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat Indonesia dalam menikmati teknologi wearable premium.

    Konsumen di Indonesia sudah dapat membeli Venu X1 varian French Gray mulai 11 Februari 2026. Produk ini tersedia di seluruh Garmin Brand Store offline serta mitra e-commerce resmi seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, Lazada, dan Eraspace.

    Kehadiran varian warna baru dengan harga yang disesuaikan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Garmin di pasar smartwatch tanah air. (Icha)

  • HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

    HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

    Telko.id – Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro ke pasar Indonesia mulai 5 Februari 2026, sebuah smartwatch edisi terbatas yang memadukan teknologi wearable canggih dengan warisan golf legendaris Jepang.

    Dibanderol dengan harga Rp5.599.000, perangkat ini hadir sebagai hasil kolaborasi prestisius antara Huawei dan HONMA, merek golf yang dikenal dengan presisi dan craftsmanship tinggi sejak tahun 1959.

    Peluncuran ini menandai debut smartwatch tersebut di Tanah Air setelah sebelumnya diperkenalkan di Jepang pada Oktober 2025.

    Mengusung semangat kemitraan lintas industri, perangkat ini tidak hanya menawarkan fungsi digital, tetapi juga nilai estetika yang merefleksikan sejarah dan identitas golf Jepang.

    Huawei menyempurnakan kolaborasi ini dengan menyematkan performa flagship yang dirancang khusus untuk mendukung permainan golf profesional maupun gaya hidup eksklusif.

    Setiap unit HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro dikemas dalam gift box eksklusif yang menambah nilai koleksi bagi para penggemarnya. Di dalam paket penjualan, konsumen akan mendapatkan aksesori pendukung permainan golf seperti golf marker, green fork atau divot tool untuk merapikan area green, serta bola golf dengan desain khusus.

    Kelengkapan ini menegaskan posisi perangkat sebagai simbol gaya hidup premium bagi pencinta golf modern yang menghargai detail dan fungsionalitas.

    Desain Mewah dengan Sentuhan Seni Ukiyo-e

    Daya tarik utama dari smartwatch ini terletak pada desain eksteriornya yang sangat kental dengan nuansa seni tradisional Jepang. HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro menampilkan dial bermotif pine leaf yang menjadi simbol warisan brand HONMA.

    Desain ini diperkaya dengan siluet Gunung Fuji dan motif gelombang atau wave pattern ala ukiyo-e, sebuah seni lukis dan cetakan kayu klasik Jepang yang populer pada abad ke-17 hingga ke-19.

    Content image for article: HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

    Kombinasi elemen seni tersebut memberikan tampilan visual yang harmonis antara teknologi modern dan estetika klasik. Tidak hanya pada layar, detail desain juga terlihat pada fisik jam yang mengadopsi elemen dari klub golf premium HONMA seri BERES 7S.

    Seri klub ini dikenal luas di kalangan pegolf karena finishing mewahnya, yang kini diterjemahkan ke dalam bentuk smartwatch melalui 3D gold bezel bernuansa hitam-emas.

    Untuk memastikan ketahanan di lapangan, Huawei menggunakan material sapphire glass pada bagian layar. Material kristal ini dipilih karena ketahanannya yang tinggi terhadap goresan dan kejernihan visual yang superior, memastikan layar tetap terbaca dengan jelas meski di bawah terik matahari saat pengguna berada di tengah lapangan golf.

    Sementara itu, casing perangkat dibuat menggunakan aerospace-grade titanium alloy. Material ini menawarkan kekuatan yang kokoh namun tetap ringan, memberikan kenyamanan maksimal di pergelangan tangan pengguna saat menyelesaikan putaran penuh 18 holes.

    Sentuhan playful namun elegan juga dihadirkan melalui jarum detik yang didesain berbentuk driver club. Selain itu, strap jam dilengkapi dengan buckle emas edisi terbatas yang diukir dengan logo HONMA.

    Saat perangkat dinyalakan, pengguna akan disambut dengan animasi startup eksklusif yang mempertegas kolaborasi antara kedua raksasa industri ini.

    Content image for article: HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

    Fitur Golf Profesional Layaknya Caddie Pribadi

    Dikembangkan dari basis desain HUAWEI WATCH GT 6 Pro dan memiliki kemampuan setara lini flagship Huawei Watch Ultimate, perangkat ini diklaim sebagai smartwatch golf paling autentik dari Huawei. Salah satu keunggulan utamanya adalah integrasi teknologi All New Sunflower Antenna System.

    Sistem antena ini memberikan akurasi penentuan posisi yang presisi, membantu pegolf membaca kondisi lapangan dengan lebih akurat untuk pengambilan keputusan strategis.

    Perangkat ini menyediakan peta lapangan golf 3D berwarna yang mencakup lebih dari 17.000 lapangan di seluruh dunia, termasuk 99% lapangan yang ada di Jepang. Peta beresolusi tinggi ini menampilkan detail penting seperti fairway, bunker, dan hazard secara jelas.

    Pengguna dapat mengunduh peta ini langsung melalui aplikasi Huawei Health di smartphone berbasis iOS maupun Android tanpa perlu menginstal aplikasi pihak ketiga tambahan. Konektivitas yang mulus ini memungkinkan pegolf bermain dengan leluasa tanpa harus membawa ponsel mereka ke tengah lapangan.

    Fitur pengukuran jarak pada jam ini dirancang sangat intuitif. Pengguna cukup menyentuh area target pukulan di layar, lalu menggunakan crown untuk memperbesar tampilan guna melihat jarak ke hazard atau titik strategis lainnya.

    Terdapat fitur slope-adjusted distance yang secara cerdas memperhitungkan kontur naik-turun permukaan lapangan. Fitur ini menampilkan jarak “sesungguhnya” yang harus ditempuh bola, sehingga pemain dapat menentukan kekuatan pukulan dan memilih jenis klub yang paling tepat sesuai kondisi medan.

    Informasi jarak pukulan ke bagian depan, tengah, dan belakang green ditampilkan secara real-time. Visual bentuk dan kontur green juga disajikan melalui kode warna dan panah, dilengkapi dengan kompas arah yang tetap berfungsi akurat meski target belum terlihat oleh mata.

    Setelah melakukan pukulan, jarak pukulan terakhir akan muncul di sudut layar untuk memudahkan evaluasi performa instan.

    Lebih dari sekadar alat ukur, smartwatch ini bertindak layaknya caddie pribadi. Sistem akan mengolah data lapangan dan performa pengguna secara dinamis untuk memberikan rekomendasi klub dan area target pukulan.

    Bagi pegolf yang ingin melatih teknik ayunan, tersedia driving range mode. Mode ini menampilkan animasi ayunan dan memantau metrik penting seperti waktu backswing, downswing, tempo, serta kecepatan swing secara real-time untuk meningkatkan konsistensi permainan.

    Manajemen Kesehatan dan Baterai Tahan Lama

    Meskipun dirancang dengan fokus utama pada olahraga golf, HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro tetap merupakan smartwatch serbaguna yang mendukung gaya hidup aktif. Perangkat ini mendukung berbagai mode olahraga lain seperti cycling, trail running, hingga diving. Fleksibilitas ini menjadikannya pendamping ideal bagi pengguna yang memiliki beragam hobi fisik.

    Di sektor kesehatan, jam tangan pintar ini dibekali dengan HUAWEI TruSense System yang telah dioptimalkan. Sistem ini menghadirkan pemantauan kesehatan yang komprehensif, mulai dari pemantauan ECG dan analisis aritmia bersertifikasi CE, hingga pemantauan kesehatan jantung dan Sleep HRV.

    Terdapat pula fitur kesadaran pernapasan saat tidur dan pemantauan emotional wellbeing multi-dimensi yang memberikan wawasan menyeluruh mengenai kondisi fisik dan mental pengguna.

    Seluruh data kesehatan tersebut terintegrasi secara rapi dalam aplikasi Huawei Health. Hal ini memudahkan pengguna untuk memantau kondisi tubuh secara holistik, baik saat berada di lapangan golf maupun dalam aktivitas sehari-hari.

    Pentingnya pemantauan kualitas tidur dan aktivitas fisik ini sejalan dengan temuan dalam berbagai riset kesehatan modern, seperti yang sering dibahas dalam artikel mengenai kualitas tidur dan kebahagiaan.

    Untuk mendukung penggunaan jangka panjang, smartwatch ini menawarkan daya tahan baterai yang impresif. Baterai perangkat mampu bertahan hingga 21 hari dalam penggunaan normal.

    Jika fitur GPS diaktifkan secara terus-menerus selama bermain golf atau olahraga luar ruang lainnya, baterai dapat bertahan sekitar 40 jam. Ketahanan daya yang luar biasa ini, yang juga menjadi andalan pada seri Smartwatch Huawei lainnya, memastikan pengguna dapat fokus sepenuhnya pada permainan tanpa kecemasan kehabisan daya di tengah aktivitas.

    Ketersediaan dan Harga

    HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro hadir dalam jumlah terbatas di Indonesia. Konsumen yang berminat dapat membelinya mulai hari ini melalui berbagai saluran distribusi resmi.

    Untuk pembelian online, produk tersedia di Huawei Store serta platform e-commerce resmi seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, dan erafone.com.

    Bagi konsumen yang lebih menyukai pengalaman pembelian langsung, smartwatch ini juga tersedia di jaringan ritel fisik seperti Huawei Authorized Experience Store, Erafone, Blibli Store, dan mitra resmi lainnya.

    Dengan harga Rp5.599.000, perangkat ini menawarkan kombinasi kemewahan, teknologi presisi, dan eksklusivitas yang sulit ditandingi di kelasnya. (Icha)

  • Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

    Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

    Telko.id – Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin 2026 dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung di Las Vegas.

    Platform kabin kendaraan generasi terbaru ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman di dalam kendaraan (in-vehicle) yang jauh lebih cerdas, intuitif, dan terpersonalisasi.

    Langkah ini menandai arah baru inovasi teknologi otomotif yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kendaraan modern berbasis software-defined vehicle, dengan pendekatan sistem yang terintegrasi penuh mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak.

    Peluncuran ini menegaskan posisi Garmin tidak hanya sebagai pemain di sektor perangkat wearable, tetapi juga sebagai inovator utama dalam ekosistem otomotif. Matt Munn, Executive Vice President and Managing Director for Garmin Automotive OEM, menjelaskan bahwa kehadiran solusi ini di CES 2026 menunjukkan bagaimana inovasi berbasis AI dan sistem terintegrasi dapat menghadirkan pengalaman teknologi yang lebih relevan dan bermakna.

    Menurutnya, rangkaian solusi yang ditampilkan mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mendorong batas inovasi dengan tetap berfokus pada kebutuhan pengguna.

    Unified Cabin 2026 beroperasi menggunakan satu System on a Chip (SoC) yang menjalankan satu instance Android Automotive OS. Arsitektur teknis ini mendemonstrasikan kemampuan Garmin dalam merancang, memproduksi, serta mengintegrasikan sistem kabin otomotif secara menyeluruh.

    Seluruh komponen, mulai dari layar, sensor, pencahayaan, audio, hingga teknologi RF, bekerja sebagai satu ekosistem terpadu, mirip dengan konsep mobil cerdas masa depan yang efisien.

    Content image for article: Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI di CES 2026

    Kecerdasan Buatan dan Asisten Virtual Canggih

    Salah satu pilar utama dari Unified Cabin 2026 adalah dukungan asisten virtual berbasis AI/LLM (Large Language Model). Asisten ini dirancang untuk bersifat konversasional, multi-intent, dan multilingual.

    Kemampuan ini memungkinkan sistem untuk memahami perintah lanjutan secara natural tanpa mengharuskan pengguna mengulang konteks pembicaraan. Hal ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan sistem perintah suara konvensional yang seringkali kaku.

    Selain itu, asisten virtual ini mampu menjalankan beberapa aksi sekaligus hanya dalam satu perintah suara. Sistem juga secara otomatis menyesuaikan bahasa pengguna, memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengemudi maupun penumpang dari berbagai latar belakang.

    Fitur ini sejalan dengan tren industri yang mulai mengadopsi asisten suara AI untuk meningkatkan interaksi antara manusia dan mesin di dalam kendaraan.

    Keunggulan lain dari sistem ini adalah dukungan audio dan tampilan berbasis posisi kursi (seat-aware audio and display routing).

    Teknologi ini memastikan bahwa setiap respons dari asisten virtual, baik berupa suara maupun visual, disampaikan secara spesifik kepada penumpang yang memberikan perintah, tepat di lokasi tempat duduk mereka. Hal ini menciptakan pengalaman yang lebih privat dan terorganisir di dalam kabin.

    Fitur Inovatif untuk Kenyamanan dan Keamanan

    Garmin menyematkan serangkaian fitur baru dalam Unified Cabin 2026 untuk meningkatkan kenyamanan, hiburan, serta interaksi menyeluruh di dalam kendaraan. Berikut adalah rincian teknologi yang ditawarkan:

    Content image for article: Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI di CES 2026
    • Digital Key Berbasis UWB: Teknologi ini memanfaatkan Ultra-Wideband (UWB) untuk memungkinkan pengguna membuka dan menyalakan kendaraan secara aman hanya dengan menggunakan smartphone yang kompatibel. Fitur ini tidak hanya menawarkan kemudahan akses, tetapi juga meningkatkan standar keamanan kendaraan modern.
    • Device Auto-Link dengan Bluetooth Channel Sounding: Sistem ini menggabungkan penentuan posisi Bluetooth dan UWB untuk mendeteksi lokasi perangkat di dalam kabin dengan akurasi tinggi. Perangkat nirkabel akan terhubung secara otomatis ke sistem audio dan tampilan yang sesuai dengan posisi kursi pengguna, menghilangkan kerumitan pengaturan manual.
    • Solusi Personalisasi Kabin: Pengguna kini dapat menciptakan tema kabin yang sangat personal melalui perintah suara. Fitur ini mencakup pengaturan 360° skybox, token warna antarmuka pengguna (UI) yang diturunkan dari sistem, serta palet warna LED per zona yang disesuaikan dengan profil masing-masing pengguna.
    • Cabin Chat dan Personal Audio Sphere: Fitur komunikasi privat ini memungkinkan penumpang untuk berbicara antar kursi tanpa perlu menoleh atau meninggikan suara. Teknologi ini didukung oleh audio per kursi, speaker yang terintegrasi di sandaran kepala, serta tampilan video per zona, menjaga privasi dan kenyamanan percakapan.
    • Cabin Lighting Show: Untuk pengalaman hiburan yang lebih imersif, seluruh tampilan layar dan sistem pencahayaan LED di dalam kabin dapat tersinkronisasi dengan konten yang sedang diputar, seperti film atau video.

    Kolaborasi dengan Qualcomm dan Meta

    Dalam ajang CES 2026, Garmin juga mengumumkan perluasan kolaborasi strategis dengan Qualcomm melalui peluncuran platform Nexus High-Performance Compute (HPC).

    Platform ini didukung oleh Snapdragon Elite Platform for Automotive dan dirancang untuk mengkonsolidasikan berbagai domain kendaraan. Nexus HPC menggabungkan in-vehicle infotainment, instrument cluster, hingga Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) ke dalam satu sistem yang efisien dan dapat diskalakan (scalable).

    Platform Nexus menawarkan performa komputasi hingga enam kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Untuk menjaga stabilitas performa dalam beban kerja tinggi, Garmin melengkapinya dengan solusi pendingin cair (liquid-cooling) rancangannya sendiri.

    Peningkatan performa ini sangat krusial mengingat semakin kompleksnya fitur baru pengemudi yang membutuhkan daya komputasi besar.

    Selain Qualcomm, Garmin juga memamerkan proof-of-concept hasil kolaborasi dengan Meta. Integrasi ini melibatkan Meta Neural Band dan Unified Cabin 2026 untuk menghadirkan interaksi kendaraan berbasis gesture.

    Meta Neural Band adalah perangkat wearable berbasis electromyography (EMG) yang dapat menerjemahkan sinyal saraf dari otot pergelangan tangan menjadi perintah digital.

    Content image for article: Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI di CES 2026

    Teknologi ini memungkinkan pengemudi maupun penumpang mengontrol fungsi infotainment tertentu menggunakan gerakan mikro (micro-gesture) sederhana, seperti gerakan jari, tanpa perlu menyentuh layar atau mengeluarkan perintah suara.

    Konsep ini dirancang untuk mendukung pengalaman hiburan yang lebih santai (lean-back entertainment) dan meminimalkan distraksi, sehingga menciptakan interaksi yang lebih aman dan responsif.

    Prestasi di CES 2026 Innovation Awards

    Komitmen Garmin terhadap inovasi teknologi juga diakui melalui raihan lima penghargaan CES 2026 Innovation Awards. Penghargaan bergengsi dari Consumer Technology Association (CTA) ini diberikan kepada produk dengan terobosan teknologi paling inovatif. Berikut adalah produk Garmin yang berhasil meraih penghargaan:

    • fēnix 8 Pro MicroLED: Smartwatch multisport GPS ini memenangkan kategori Fashion Tech. Ini adalah smartwatch pertama di dunia yang menggunakan layar MicroLED dan dilengkapi teknologi inReach untuk konektivitas satelit serta LTE.
    • Venu 4: Meraih penghargaan di kategori Digital Health, smartwatch ini menawarkan fitur pemantauan status kesehatan, lifestyle logging, dan insight mendalam mengenai dampak gaya hidup terhadap tubuh.
    • Forerunner 970: Diakui dalam kategori Sports & Fitness, jam tangan premium untuk lari dan triathlon ini hadir dengan layar AMOLED terang, senter LED terintegrasi, serta fitur navigasi dan pemulihan yang ditingkatkan.
    • Blaze Equine Wellness System: Inovasi di kategori Pet & Animal Tech berupa sensor dan pembungkus ekor (tail wrap) untuk memantau kesehatan kuda secara real-time, termasuk data detak jantung.
    • Descent S1 Diver Communication Buoy: Solusi revolusioner di kategori Sports & Fitness yang memungkinkan komunikasi dan pelacakan antara penyelam di bawah air dengan tim di permukaan.

    Susan Lyman, Vice President of Consumer Sales and Marketing Garmin, menegaskan bahwa penghargaan ini memperkuat posisi Garmin dalam mendefinisikan ulang batasan teknologi konsumen global.

    Unified Cabin 2026 sendiri dirancang sebagai platform otomotif yang siap diskalakan sesuai kebutuhan OEM, dengan fondasi hardware yang telah teruji memenuhi standar pengiriman kelas otomotif. (Icha)

  • Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

    Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

    Telko.id – Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025 yang mengungkap tren olahraga dan kebugaran pengguna di Indonesia.

    Laporan ini menunjukkan olahraga lari masih mendominasi sebagai aktivitas paling populer, sementara padel muncul sebagai fenomena dengan pertumbuhan aktivitas luar biasa mencapai 1.684% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, mengatakan, “Garmin Connect Data Report 2025 memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat Indonesia semakin aktif dan beragam dalam memilih aktivitas kebugaran”.

    Chandrawidhi menambahkan bahwa melalui data dan insight yang dihadirkan, Garmin berharap dapat membantu pengguna memahami aktivitas dan kebugaran mereka dengan lebih menyeluruh, sebagai bagian dari upaya membangun gaya hidup yang lebih sehat.

    Berdasarkan data yang direkam, tiga olahraga terpopuler di Indonesia terdiri dari lari, jalan kaki, dan latihan kekuatan. Aktivitas lari mencatat angka tertinggi dengan 10.622.601 sesi, diikuti jalan kaki (4.755.561 sesi) dan latihan kekuatan (2.367.843 sesi).

    Pertumbuhan latihan kekuatan di Indonesia mencapai 65%, menandakan meningkatnya kesadaran untuk membangun fondasi kekuatan tubuh.

    Rata-rata langkah harian pengguna Garmin di Indonesia tercatat sebesar 5.818, meningkat 8,24% dari tahun lalu. Secara global, lebih dari setengah pengguna Garmin mencatat rata-rata lebih dari 8.000 langkah per hari, dengan 28% di antaranya melampaui 10.000 langkah.

    Hong Kong menjadi negara dengan rata-rata langkah harian tertinggi (10.663), disusul Korea Selatan dan Spanyol.

    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

    Lonjakan popularitas padel menjadi sorotan utama laporan tahun ini. Olahraga ini mencatat pertumbuhan aktivitas pengguna Garmin sebesar 1.684%, menjadikannya olahraga dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia pada 2025. Peningkatan ini jauh melampaui pertumbuhan aktivitas lari di trek (124%) dan tenis (113%).

    Fenomena padel didukung oleh ekspansi fasilitas dan komunitas yang masif. Data Indonesia Padel Report 2025 menunjukkan jumlah klub padel di Indonesia meningkat 295% pada tahun ini. Sekitar 1.580 lapangan padel baru dibangun di seluruh Indonesia, atau rata-rata 3,8 lapangan baru per hari.

    Jakarta, Banten, dan Bali menjadi wilayah utama pengembangan olahraga ini. Ketersediaan fasilitas di kawasan urban mendorong adopsi padel sebagai bagian dari gaya hidup aktif sekaligus sarana interaksi sosial.

    Garmin juga memperkenalkan Garmin Connect Rundown sebagai bagian dari layanan Garmin Connect+. Fitur ini menyajikan ringkasan tahunan personal yang mencakup insight fisiologis seperti aktivitas tahunan, langkah harian, skor tidur, olahraga teratas, serta tren kebiasaan.

    Tujuannya adalah membantu pengguna melihat perkembangan secara menyeluruh, membandingkan performa bulanan, dan memahami pola melalui visualisasi data.

    Content image for article: Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

    Layanan premium Connect+ dilengkapi fitur Active Intelligence yang memberikan rekomendasi personal berdasarkan data jangka panjang, serta Live Activity untuk pemantauan real-time detak jantung, pace, dan aktivitas indoor langsung dari smartphone.

    Teknologi ini terintegrasi dengan rangkaian smartwatch terbaru Garmin seperti Venu 4 dan fēnix 8 Pro, yang memungkinkan pelacakan aktivitas harian dan analisis data kebugaran yang komprehensif. Perangkat ini tersinkronisasi mulus dengan Garmin Connect untuk pengalaman yang konsisten.

    Insight kesehatan dari fitur-fitur tersebut diharapkan dapat membantu pengguna menetapkan tujuan kebugaran untuk tahun 2026, baik untuk meningkatkan kualitas tidur, membangun kekuatan, maupun menjelajahi petualangan outdoor.

    Garmin menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman kebugaran yang lebih personal dan berbasis data, membantu setiap individu memahami tubuhnya dengan lebih baik. Seperti yang juga terlihat dalam Garmin Fitness Report 2024, pendekatan berbasis data terus menjadi fokus utama.

    Pertumbuhan olahraga seperti padel dan lari juga didukung oleh inovasi perangkat wearable. Smartwatch Garmin tidak hanya melacak aktivitas tradisional tetapi juga mendukung olahraga spesifik dengan fitur khusus, sebagaimana terlihat pada dukungan untuk olahraga golf di Garmin Approach R50.

    Hal ini sejalan dengan meningkatnya diversifikasi pilihan olahraga masyarakat Indonesia yang tercermin dalam data laporan terbaru ini.

    Rilis Garmin Connect Data Report 2025 ini menegaskan transformasi gaya hidup aktif di Indonesia yang semakin beragam. Dominasi lari dan jalan kaki menunjukkan fondasi kebugaran yang kuat, sementara ledakan padel mencerminkan dinamika baru dalam preferensi olahraga sosial dan kompetitif.

    Data yang dihadirkan Garmin menjadi alat penting bagi pengguna untuk mengevaluasi dan merencanakan perjalanan kebugaran mereka ke depan. (Icha)

  • Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

    Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

    Telko.id – Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti peran penting perangkat wearable dalam pencegahan, pemantauan, dan perawatan diabetes di era kesehatan digital.

    Seiring meningkatnya jumlah penderita diabetes secara global maupun di Asia, smartwatch, fitness tracker, dan Continuous Glucose Monitor (CGM) kini menjadi bagian penting dari kesehatan harian.

    Studi internasional menunjukkan bahwa pemantauan real-time melalui perangkat medis seperti CGM tidak hanya membantu menjaga kestabilan glukosa darah, tetapi juga memberikan peluang bagi pasien diabetes tipe 2 untuk mencapai metabolic remission.

    Di Asia, adopsi teknologi dalam manajemen penyakit kronis meningkat pesat, membawa harapan baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian diabetes.

    Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2024, lebih dari 240 juta penduduk Asia hidup dengan diabetes, dan angka tersebut diproyeksikan melampaui 300 juta pada 2045.

    Data IDF juga menunjukkan bahwa diabetes di Indonesia untuk orang dewasa usia 20-79 tahun mencapai 11,3%, dengan estimasi jumlah penderita sekitar 20.426.400 orang.

    Strategi Harian dengan Dukungan Wearable

    Penelitian medis menunjukkan bahwa pada fase awal diabetes tipe 2, pengendalian pola makan, aktivitas fisik rutin, serta manajemen berat badan dapat mendukung potensi remisi. Perangkat wearable berperan nyata dalam ketiga pilar ini melalui berbagai fitur yang terintegrasi.

    Content image for article: Garmin Manfaatkan Data Wearable untuk Pengendalian Diabetes Personal

    Garmin Venu 4 menghadirkan fitur Lifestyle Logging yang memungkinkan pengguna mencatat perilaku harian seperti konsumsi alkohol atau kafein, lalu melihat bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi data biometrik tubuh.

    Fitur ini membantu pengendalian pola makan dengan memberikan insight tentang hubungan antara konsumsi makanan dan kondisi kesehatan.

    Berbagai studi menunjukkan bahwa umpan balik real-time dari fitness tracker dapat meningkatkan konsistensi olahraga, salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2.

    Smart scale Garmin Index S2 mampu sinkron otomatis ke aplikasi Garmin Connect, membantu pemantauan berat badan dan komposisi tubuh dalam jangka panjang.

    Integrasi Teknologi untuk Pengendalian Diabetes Modern

    Dengan perkembangan integrasi data kesehatan, masyarakat kini dapat berperan lebih aktif dalam mengelola kondisi kesehatannya. Garmin Health bekerja sama dengan berbagai mitra teknologi kesehatan global untuk mendukung metode pemantauan glukosa dan manajemen metabolik yang lebih canggih.

    Pengguna dapat memantau kadar glukosa melalui perangkat Dexcom dan menampilkannya langsung pada smartwatch Garmin menggunakan aplikasi Dexcom Connect IQ. Integrasi ini membantu pengguna melihat tren glukosa saat bekerja, beraktivitas sehari-hari, atau berolahraga.

    Namun, aplikasi Dexcom pada Connect IQ hanya berfungsi sebagai tampilan sekunder dari data yang berasal dari sistem Dexcom CGM dan hanya untuk tujuan pemantauan pasif.

    Content image for article: Garmin Manfaatkan Data Wearable untuk Pengendalian Diabetes Personal

    Kolaborasi Garmin Health dengan Twin Health memperlihatkan bagaimana data smartwatch, termasuk heart rate variability, kualitas tidur, dan aktivitas, dapat digabungkan dengan AI untuk memberikan rekomendasi kesehatan yang terpersonalisasi.

    Studi klinis menunjukkan lebih dari 70% peserta dengan diabetes tipe 2 berhasil meningkatkan kontrol glukosa melalui pendekatan ini.

    Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Diabetes Science and Technology menunjukkan bahwa data dari smartwatch non-medis seperti Garmin dapat digunakan bersama model machine learning pihak ketiga untuk memprediksi risiko hipoglikemia malam hari.

    Data detak jantung dan tidur digunakan untuk mendeteksi pola abnormal lebih awal, memberikan nilai klinis penting bagi pasien diabetes.

    Garmin Health mendukung solusi kesehatan digital melalui Garmin Health Ecosystem, yang menggabungkan portofolio produk Garmin dan layanan integrasi datanya.

    Melalui Garmin Health API dan SDK, berbagai organisasi dapat menerima data biometrik real-time atau historis dengan tingkat detail yang dapat disesuaikan sesuai kebijakan privasi masing-masing.

    Dari analisis metabolik berbasis AI hingga integrasi pemantauan glukosa, kolaborator Garmin Health terus mendorong inovasi dalam manajemen diabetes.

    Penggabungan data dari smartwatch, perangkat medis, dan solusi kesehatan digital memungkinkan pemantauan yang lebih akurat, perawatan yang lebih cepat, dan potensi remisi yang semakin nyata.

    Seiring berkembangnya kolaborasi klinis dan integrasi data, perangkat wearable pintar akan menjadi jembatan penting antara sistem layanan kesehatan dan kesehatan pribadi, mendukung visi Garmin untuk “melindungi hidup melalui data.” (Icha)

  • Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

    Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

    Telko.id – Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan ketersediaan Instinct Crossover AMOLED di pasar Indonesia, hybrid smartwatch terbaru yang menggabungkan estetika klasik jarum jam analog dengan kejelasan layar AMOLED modern.

    Peluncuran ini menjawab permintaan pasar akan perangkat wearable yang tangguh sekaligus stylish untuk mendukung gaya hidup aktif.

    Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran Instinct Crossover AMOLED ditujukan bagi para ‘Petualang Urban’ dan profesional.

    “Dengan layar AMOLED yang mudah dibaca dan daya tahan baterai luar biasa, kami menargetkan konsumen yang menolak memilih antara gaya klasik dan fungsionalitas modern,” ujarnya.

    Produk ini, menurutnya, memperkuat posisi Garmin sebagai pilihan utama bagi yang menuntut ketangguhan standar militer namun tetap ingin tampil elegan.

    Smartwatch hybrid ini tersedia dalam satu ukuran case 46mm dengan dua pilihan warna utama: Charcoal dan Bronze/Sunburst. Bagi pengguna dengan kebutuhan khusus, Garmin juga menghadirkan varian Tactical – Black yang dilengkapi dengan fitur-fitur taktis.

    Perangkat ini sudah dapat diperoleh di Garmin Brand Store terdekat dan Garmin Official Store secara online.

    Content image for article: Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

    Kelebihan utama Instinct Crossover AMOLED terletak pada paduan desain hybrid yang tangguh. Layar AMOLED (Active-Matrix Organic Light Emitting Diode) menawarkan warna yang lebih hidup, kontras tinggi, dan hitam yang pekat, memastikan informasi seperti notifikasi dan data kesehatan terbaca jelas bahkan di bawah sinar matahari terik. Layar ini dilindungi oleh lensa safir anti-gores terbaru.

    Sementara itu, jarum jam analognya dilapisi Super-LumiNova sehingga tetap terlihat jelas dalam kondisi cahaya minim.

    Fitur Dynamic Watch Face memungkinkan tampilan digital bawaan berpindah mengikuti arah jarum jam, menjaga seluruh metrik tetap terbaca. Kombinasi ini menciptakan pengalaman baca yang optimal kapan saja.

    Content image for article: Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

    Dari segi ketangguhan, Instinct Crossover AMOLED dirancang memenuhi standar militer MIL-STD-810, tahan terhadap panas, benturan, dan dilengkapi dengan bezel logam berlapis ganda.

    Daya tahan baterainya mengesankan, mampu bertahan hingga 14 hari dalam mode smartwatch dan hingga 18 hari dalam mode hemat daya. Jarum jam analog memastikan waktu tetap terlihat bahkan saat layar mati.

    Untuk mendukung berbagai aktivitas, smartwatch ini dilengkapi lampu senter LED bawaan dengan kecerahan yang dapat diatur.

    Teknologi RevoDrive menjaga ketepatan waktu dengan mendeteksi dan mengkalibrasi ulang posisi jarum jam secara otomatis pasca benturan.

    Multi-band GPS dengan teknologi SatIQ memastikan pelacakan lokasi yang akurat di lingkungan bersinyal sulit.

    Fitur lifestyle logging baru di aplikasi Garmin Connect memungkinkan pengguna memantau bagaimana konsumsi kafein, alkohol, dan kebiasaan harian memengaruhi tidur, stres, dan variabilitas detak jantung (HRV).

    Varian Tactical Edition dilengkapi fitur khusus seperti ballistics solver, stealth mode, dan kompatibilitas dengan night vision goggle.

    Garmin Instinct Crossover AMOLED 46mm varian Charcoal dan Bronze/Sunburst dibanderol dengan harga Rp 10.819.000.

    Sementara varian Tactical – Black dijual seharga Rp 12.679.000. Peluncuran ini semakin mengukuhkan Garmin di segmen perangkat wearable premium yang tidak hanya menawarkan teknologi mutakhir tetapi juga desain yang timeless dan fungsionalitas lengkap untuk mendukung aktivitas harian dan petualangan penggunanya. (Icha)

  • Garmin Run Indonesia 2025 dan Limbah.id berhasil Kumpulkan Hampir 3 Ton Sampah

    Garmin Run Indonesia 2025 dan Limbah.id berhasil Kumpulkan Hampir 3 Ton Sampah

    Telko.id — Garmin Indonesia sukses menggelar ajang lari tahunan Garmin Run Indonesia 2025 di ICE BSD, Tangerang. Mengusung tema “From Zero to Hero”, acara ini menegaskan komitmen Garmin untuk menghadirkan pengalaman lari yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Garmin menggandeng Limbah.id sebagai Sustainability Partner untuk memastikan pengelolaan sampah selama acara berjalan efektif dan terukur.

    Melalui kolaborasi ini, setiap limbah yang dihasilkan sepanjang rangkaian kegiatan dikelola secara bertanggung jawab dengan tujuan meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung prinsip zero to landfill.

    Garmin Run Indonesia 2025

    Rian Krisna, Marketing Communications Manager Garmin Indonesia, mengatakan,“Di tengah antusiasme acara olahraga, kami ingin menyoroti isu penting: sampah.  Kolaborasi dengan Limbah.id, membuat 2025 Garmin Run Indonesia tidak hanya fokus  pada pengumpulan sampah, tetapi juga pengelolaan  limbah elektronik (e-waste), langkah nyata menuju event olahraga berkelanjutan”.

    Baca juga :

    Menurut Rian, peningkatan volume sampah yang dikumpulkan pelari mencerminkan kesadaran lingkungan yang semakin kuat seiring dengan meningkatnya budaya hidup sehat melalui olahraga.

    Carbon Footprint Report 2025 Garmin Run Indonesia

    Limbah.id berperan mengumpulkan berbagai jenis sampah sejak event Road to Garmin Run 2025 pada bulan Juni 2025 hingga dimulainya event lari yang diikuti oleh 7.000 peserta pada 14 September 2025.

    Berbagai sampah organik dan anorganik seperti botol plastik, kardus, kaleng, dan botol kaca, serta menyiapkan fasilitas pengumpulan sampah elektronik (e-waste) diolah oleh Limbah.id dengan prinsip zero to landfill.

    Prinsip zero to landfill yang dipegang Limbah.id berarti, setiap jenis sampah diolah agar tidak berakhir di TPA, melainkan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang, pengolahan organik, dan pengelolaan khusus untuk sampah residu maupun e-waste.

    Selama periode tersebut, Limbah.id berhasil mengumpulkan total sampah sebanyak hampir 3 ton (2.614,82 kg). Semua sampah tersebut diproses di Material Recovery Facility (MRF) milik Limbah.id untuk dipilah dan diolah agar tidak berakhir di TPA.

    Plastik menjadi jenis sampah yang paling banyak dikumpulkan dengan bobot mencapai 1.442 kg, disusul dengan kertas (432 kg), sampah residu (455 kg), sampah organik (230 kg), logam (38,4 kg), kaca (9,61 kg) dan e-waste (5,23 kg).

    Sampah organik seperti sisa makanan dari area acara  diolah menjadi kompos alami yang mampu memperkaya unsur hara tanah.

    Sementara sampah yang dapat didaur ulang — termasuk  plastik, kertas, logam, dan kaca — dikirim ke fasilitas daur ulang untuk diproses kembali menjadi bahan baku maupun produk baru yang memiliki nilai ekonomi

    Untuk jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang, Limbah.id mengadopsi  teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) yang mengolah sampah residu menjadi bahan bakar alternatif bagi industri energi, Pendekatan ini membantu menggantikan sebagian penggunaan batu bara sekaligus menurunkan emisi karbon dari proses produksi energi.

    Melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dan penerapan sistem zero to landfill, Garmin Run Indonesia 2025 bersama Limbah.id berhasil menekan emisi karbon hingga 29,1% atau setara penghematan 346,08 kgCO₂e.

    Sebagai gambaran, emisi karbon sebesar 346,08 kgCO₂e — setara dengan penghematan listrik sekitar 967 kWh atau empat kali perjalanan darat Jakarta–Surabaya. Hasil ini menjadikan Garmin Run 2025 sebagai contoh nyata penyelenggaraan event lari yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    “Kolaborasi Limbah.id dengan Garmin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang terencana dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan emisi karbon.

    Melalui penerapan sistem zero to landfill, kami ingin membuktikan bahwa keberlanjutan bukan sekadar konsep, melainkan sesuatu yang dapat diterapkan dalam setiap kegiatan, termasuk event olahraga,” ujar Joseph Heru Sanjaya, CEO dan Founder Limbah.id. (Icha)