Telko.id, Jakarta – Acer Swift 7 baru saja diboyong ke Indonesia. Laptop tersebut diklaim Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang, menjadi laptop paling kecil, tipis, dan ringan untuk saat ini.
Acer Swift 7 merupakan laptop dengan layar 14 inci. Tapi, karena ukuran bezel-nya yang kecil, maka ukurannya akan tampak seperti laptop berukuran 12 inci.
Berkat desain bezel yang tipis berukuran 2,57 mm, Acer pun memindahkan posisi kamera webcam di laptop ini. Bukan di atas layar seperti laptop pada umumnya, webcam di laptop ini diposisikan secara tersembunyi di sudut atas keyboard.
{Baca juga: Laptop Tertipis dan Ringan Acer Swift 7 Melenggang di Indonesia}
“Layar touchscreen ini beresolusi Full HD dan telah dilapisi Gorilla Glass 6. Aspek rasionya mencapai 92%, sedangkan webcam bisa aktif saat pengguna ingin menggunakannya,” jelas Dimas Setyo, Presales Manager Acer Indonesia.
Berbicara soal bobotnya, diungkapkan Dimas Setyo, Presales Manager Acer Indonesia, Swift 7 hanya seberat 890 gram. Sementara ketebalannya, laptop ini kurang dari 1 cm.
“Lebih ringan daripada dua buah cup Grande (kopi). Meski ringan dan kecil, kehandalan dan fungsinya tidak dikurangi,” klaim Dimas.
Dimas memastikan, meski ukurannya yang kecil dan tipis, pihaknya merancang body Swift 7 dengan bahan berkualitas. Secara keseluruhan, body laptop ini menggunakan bahan magnesium alloy yang kuat dan ringan.
Secara spesifikasi, Swift 7 ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-8500Y Whiskey Lake, RAM 16GB, ROM SSD 512GB, dan baterai 48 WHrs yang bisa bertahan hingga 12 jam pemutaran video Full HD non stop.
Lantas, berapa harganya? Acer Indonesia membanderol harga Acer Swift 7 dengan mahar Rp 29,9 jutaan. Berminat? (FHP)
Telko.id, Jakarta – Acer baru saja memperkenalkan laptop premium terbarunya, Acer Swift 7 yang diklaim berukuran paling kecil, tipis, dan ringan untuk saat ini.
Bagaimana tidak, menurut Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang, ukuran Swift 7 mencapai 40% lebih kecil dibandingkan laptop konvensional biasa dengan bobot mencapai 890 gram.
“Notebook yang keren itu seperti apa? Haruslah menjadi sebuah gadget dan bisa mendukung lifestyle kita,” katanya di acara launching Acer Swift 7 di Jakarta, Kamis (27/06/2019).
“Swift 7 bukan produk baru Acer. Tapi ini lini seri yang high-end, paling tipis dan ringan saat ini,” tambahnya.
Swift 7 mengusung layar berukuran 14 inci. Namun, karena ukuran bezel-nya yang kecil, maka ukurannya akan tampak seperti laptop berukuran layar 12 inci.
“Gara-gara” bezel yang tipis juga, Acer pun akhirnya memindahkan posisi kamera webcam di laptop ini. Bukan bertengger di atas layar seperti laptop pada umumnya, webcam di laptop ini diposisikan secara tersembunyi di sudut atas keyboard.
{Baca juga: Waah… Laptop Gaming Ini Bisa Berubah Jadi Tablet Terkencang}
“Layar touchscreen ini beresolusi Full HD dan telah dilapisi Gorilla Glass 6. Aspek rasionya mencapai 92%, sedangkan webcam bisa aktif saat pengguna ingin menggunakannya,” jelas Dimas Setyo, Presales Manager Acer Indonesia.
Secara spesifikasi, Swift 7 ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-8500Y, RAM 16GB, ROM SSD 512GB, dan baterai 48 WHrs yang bisa bertahan hingga 12 jam pemutaran video Full HD non stop. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Selain membawa laptop gaming konvertibel Acer Predator Triton 900, Acer juga membawa laptop tipis dengan spesifikasi sama kuatnya, yakni Acer Predator Triton 500. Menurut Dimas Setyo, Presales Manager Acer Indonesia, laptop ini punya desain yang tipis dengan bobot yang ringan.
Diklaim, Predator Triton 500 hanya memiliki ketebalan mencapai 17,9 mm dengan bobot hanya 2,1 kg saja.
“Ini jadi laptop gaming ultra-thin dengan RTX 2080,” klaim Dimas di acara Hands-on Acer Predator Triton 900, di Jakarta, Kamis (14/03/2019).
{Baca juga: Waah… Laptop Gaming Ini Bisa Berubah Jadi Tablet Terkencang}
Tidak seperti Predator Triton 900, laptop gaming ini memiliki desain seperti laptop gaming kebanyakan yang cukup kaku. Predator Triton 500 mengusung layar berukuran sedang, tepatnya 15,6 inci beresolusi Full HD dengan dukungan refresh rate hingga 144 Hz dan Nvidia G-sync.
Secara spesifikasi, laptop gaming ini juga mengusung spesifikasi yang hampir sama dengan Predator Triton 900. Laptop tersebut ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-8750H, GPU GeForce RTX 2060 6 GB GRRD6 / GeForce RTX 2080 8 GB GDDR6, RAM 2*16 GB / 2*8 GB DDR4, dan ROM 2*256 GB PCIe NVMe SSD RAID 0.
Predator Triton 500 juga sudah didukung dengan sistem pendingin yang sama dengan seri 900. Sebab, laptop gaming itu punya bilah kipas yang disebut Acer sebagai Bionic Blade.
“Laptop ini punya portdisplay yang lengkap, ada HDMI 2.0, Mini DP, dan Thunderbolt 3.0 sehingga pengguna dapat menghubungkan laptop ke 3 monitor dengan resolusi 4K,” jelas Dimas.
{Baca juga: Hands-on Acer Predator Thronos: Kursi Khusus “Gamers Sultan”}
Laptop gaming tersebut telah tersedia di Indonesia. Ada dua varian yang disediakan Acer berdasarkan tipe GPU yang digunakannya.
Harga Acer Predator Triton 500 dengan GeForce RTX 2060 mencapai Rp 34,9 jutaan. Sedangkan varian dengan GeForce RTX 2080 akan dilepas dengan harga mulai Rp 53,4 jutaan. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Kursi gaming Acer Predator Thronos telah resmi diluncurkan di Indonesia. Kursi gaming dengan desain futuristik tersebut bisa dibilang dikhususkan bagi gamers berkantong tebal, karena harganya yang setara dengan harga mobil keluarga saat ini.
Di Indonesia, Acer Predator Thronos bakal hadir pada 14 Januari mendatang lewat program pre-order melalui situs resmi Acer Predator Thronos, dan dibanderol dengan harga mulai dari Rp 199 juta untuk versi paling murah, dan Rp 299 juta untuk model tertingginya.
Meski harganya yang selangit, Acer tetap optimis kursi gaming-nya akan laku keras di Indonesia.
{Baca juga: Hands-on Acer Predator Thronos: Kursi Khusus “Gamers Sultan”}
Menurut Dimas Setyo, Presales Manager Acer Indonesia, para gamers di Indonesia tak segan-segan mengeluarkan banyak uang untuk mendukung mereka ketika bermain game.
“Sebagai contoh, kami berkali-kali menjual laptop gaming termahal, Acer Predator 21X yang harganya ratusan juta, dan itu terjual habis. Belum lagi Predator Orion 9000 dengan harga Rp 90 juta, itu juga terjual puluhan unit,” klaimnya, pada acara Media Experience Acer Predator Thronos di Jakarta, Selasa (08/01/2019).
Selain itu, Dimas juga menyatakan bahwa sekarang pasar gaming di Indonesia terus tumbuh, dan para gamers Tanah Air pun makin menuntut untuk bisa memiliki perangkat yang memberikan pengalaman gaming yang lebih baik dari sebelumnya.
{Baca juga: Review Acer Nitro 5, Terjangkau dengan Kinerja Optimal}
“Di Indonesia pasar game terus tumbuh dan permintaan para gamers untuk mendapatkan pengalaman gaming yang lebih baik juga meningkat. Maka dari itu Predator Thronos akan memberi pengalaman terbaik ketika bermain game,” katanya.
Di balik harganya yang mahal, sebenarnya Acer Predator Thronos memang memberikan pengalaman bermain game yang berbeda. Kursi gaming itu memiliki struktur setinggi 1,5 meter berbahan baja yang dilapisi dual-tone berwarna hitam dengan aksen cahaya lampu LED yang dapat disesuaikan warnanya.
Pada bagian atas struktur tersebut, terdapat tiga monitor Acer Predator X271 U berukuran 27 inci. Ketiga monitor dapat diatur ketinggiannya menggunakan Control Arch untuk memaksimalkan sudut pandang para gamers.
{Baca juga: Gamers PUBG di China Wajib Tunjukkan KTP}
Beratnya sekitar 220 kg, dan memiliki tingkat kemiringan yang dapat disesuaikan hingga 140 derajat. Dilengkapi juga penyangga kaki yang dapat diatur sesuai kenyamanan penggunanya menggunakan panel Cabin Controller.
Terdapat dua tipe Acer Predator Thronos yang bakal diperkenalkan di Tanah Air, yang dibedakan oleh dapur pacu yang disematkannya. Untuk versi “paling murah” dengan harga Rp 199 jutaan, disematkan Predator Orion 5000 (PO5-610) dengan Intel Core i7-9700K dan GPU Nvidia GeForce GTX 1080.
Sementara untuk harga Acer Predator Thronos yang mencapai RP 299 jutaan, dilengkapi dengan Predator Orion 9000 (PO9-900) dengan Intel COre i9-7900X dan GPU Nvidia GeForce RTX 2080Ti dual SLI.
{Baca juga: 3 Smartphone Gaming Khusus untuk Gamers Hardcore}
Keduanya dilengkapi juga dengan mouse Predator Cestus 510, headset Predator Galea 300, keyboard Predator Aethon 500, dan customized mousepad.
“Pelanggan yang membelinya dapat free pemasangan sekali, dan garansi 3 tahun untuk service dan spareparts,” ujar Dimas.
Nah, apabila ingin menjajalnya secara langsung, Acer bakal memamerkannya di Electronic City, Pondok Indah Mall pada 14 sampai 20 Januari 2019, serta acara final Indonesian Asia Pacific Predator League 2019 yang berlangsung pada 25 sampai 27 Januari 2019 di Mall Taman Anggrek, Jakarta. (FHP)
Telko.id – Di ajang IFA 2018 lalu, Acer menarik perhatian para penggemar perangkat gaming dengan memperkenalkan gaming chair futuristik, Acer Predator Thronos. Kursi gaming ini diklaim mampu memberikan kenyamanan ekstra kepada para gamers ketika bermain game favorit.
Acer sendiri dipastikan bakal menghadirkan Acer Predator Thronos di Tanah Air pada 14 Januari mendatang lewat program pre-order melalui situs resmi Acer Predator Thronos dengan harga mulai dari Rp 199 juta untuk versi “paling murah”, dan Rp 299 juta untuk versi teertingginya.
Beruntung, sebelum kursi gaming khusus “gamers sultan” itu dijual secara resmi, tim Telko.id berkesempatan untuk melihat dan mencobanya secara langsung.
Oleh karenanya, sekarang kami bakal mengulasnya secara singkat melalui hands-on Acer Predator Thronos. Dalam ulasan ini, kami membagikan sedikit pengalaman serta spesifikasi dari kursi gaming tersebut. Check this out!!
Desain
Foto: Muhammad Faisal/Telko.id
Seorang gamers tidak hanya membahas soal laptop gaming, PC gaming maupun gaming gear saja, tapi juga membahas soal kenyamanan mereka ketika bermain game. Ketika kami menjajal langsung Acer Predator Thronos, kursi gaming ini sukses memberikan kenyamanan maksimal dengan sejumlah fiturnya.
Control Arch misalnya, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur ketinggian tiga unit monitor Acer Predator X271 U dengan ukuran 27 inci yang ditopang oleh struktur berbahan dasar baja. Fitur itu mampu memaksimalkan sudut pandang para gamers untuk mendapatkan visual terbaik ketika bermain game favorit.
Fitur untuk kenyamanan lainnya adalah Cabin Controller, untuk memudahkan pengguna mengatur kemiringan kursi, penyangga kaki, dan penyangga keyboard untuk memaksimalkan kenyamanan mereka.
Tombol untuk mengaktifkan fitur tersebut berada di sisi kanan arm rest, seperti tombol Cabin Opening dan Close, Zero-g Opening dan Close, Pedal Rise dan Descend, serta pengaturan lainnya.
Acer Predator Thronos juga punya fitur getaran yang bisa meningkatkan pengalaman bermain game penggunanya. Menurut Dimas Setyo, Presales Manager Acer Indonesia, fitur getaran ini mendukung seluruh game yang ada, karena diatur berdasarkan suara dari game yang dimainkan.
Remote khusus untuk mengontrol efek getaran. (Foto: Muhammad Faisal/Telko.id)
“Jadi saat ada suara tembakan atau ledakan, getaran akan muncul untuk memberikan pengalaman lebih ke gamers,” katanya, saat ditemui di kantor Acer, di Jakarta, Selasa (08/01/2019).
{Baca juga: Hey Gamers! Ini Cara Download Map Vikendi di PUBG Mobile}
Namun menurut kami, ada kekurangan dari fitur getaran pada kursi gaming ini. Kekurangannya adalah, fitur getaran tidak hanya aktif pada saat kami masuk ke arena permainan, tapi juga ketika masuk ke menu utama game dengan adanya backsound pada menu tersebut.
Sehingga, efek getaran akan terasa terus menerus mengikuti suara dari menu utama game. Untungnya, efek getaran itu bisa dimatikan atau disesuaikan dengan menggunakan remote khusus.
Acer Predator Thronos sendiri memiliki struktur setinggi 1,5 meter berbahan baja dan punya bobot total sekitar 220 kg. Struktur itu dilapisi dual-tone berwarna hitam dengan aksen cahaya lampu LED yang dapat disesuaikan warnanya. Ada beragam warna yang bisa dipilih pengguna melalui remote khusus yang disediakan, termasuk tingkat kecerahan dari warna yang dipilih.
Spesifikasi
Foto: Muhammad Faisal/Telko.id
Ada dua tipe Acer Predator Thronos yang dibawa ke Tanah Air, yang dibedakan oleh tipe dapur pacu yang disematkan di dalamnya. Untuk versi paling murah dengan harga Rp 199 juta, kursi gaming tersebut menggunakan PC Predator Orion 5000 (PO5-610) dengan prosesor Intel Core i7-9700K dan GPU Nvidia GeForce GTX 1080.
Sementara untuk harga Acer Predator Thronos yang mencapai RP 299 jutaan, dilengkapi dengan Predator Orion 9000 (PO9-900) dengan Intel Core i9-7900X dan GPU Nvidia GeForce RTX 2080Ti dual SLI.
{Baca juga: Review Acer Nitro 5, Terjangkau dengan Kinerja Optimal}
Meski begitu, secara keseluruhan kedua tipe ini dilengkapi dengan struktur body serta gaming gear yang sama, seperti adanya mouse Predator Cestus 510, headset Predator Galea 300, keyboard Predator Aethon 500, dan customizedmousepad.
Foto: Muhammad Faisal/Telko.id
Oh ya satu lagi, untuk dapat beroperasi dengan baik, Acer Predator Thronos secara keseluruhan membutuhkan daya listrik sebesar 1.200 Watt. Sedangkan untuk struktur body-nya saja, hanya membutuhkan 180 Watt.
Well, bagaimana menurut Anda? Apabila ingin melihat secara langsung kursi gaming khusus “gamers sultan” tersebut, Acer bakal memamerkannya di Electronic City, Pondok Indah Mall pada 14 sampai 20 Januari 2019, serta acara final Indonesian Asia Pacific Predator League 2019 yang berlangsung pada 25 sampai 27 Januari 2019 di Mall Taman Anggrek, Jakarta. (FHP)
Telko.id – Acer memang boleh dibilang pemain baru di Indonesia khusus untuk segmen smartphone. Namun, produsen asal Taiwan ini sangat serius untuk mengembangkan bisnis smartphone nya di Indonesia ini. Bukan apa-apa, bisnis smartphone di Indonesia ini cukup menggiurkan dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta atau untuk smartphone sendiri setiap tahun nya mampu menyerap sekitar 35 juta unit smartphone.
“Kami sangat serius bangun bisnis smartphone di Indonesia. Hanya saja, kami perlu kejelasan dari peraturan pemerintah tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Dengan kejelasan ini maka kami juga lebih mudah membuat planning untuk ke depan nya,” ujar Herbet Ang, Presiden Director Acer Indonesia menjelaskan dalam peluncuran 12 produknya yang terdiri dari consumer Notebook, Gaming Series Predator, All-In-One (AIO), produk komersial, Desktop hingga produk-produk 2-in-1.
Selanjutnya, Herbet juga menambahkan bahwa dengan adanya peraturan tentang TKDN ini membuat produsen harus berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Harapannya, pemerintah juga melaksanakan peraturan tersebut dapat konsisten, sehingga, produsen dapat melakukan simulasi investasi yang lebih pasti.
Selain itu, Herbet juga berharap apapun isi dari peraturan TKDN dari pemerintah dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak ada perbedaan perlakuan dengan vendor lain.
Acer sendiri sudah memproduksi smartphone 4G nya dan sudah memenuhi aturan yang ada yakni Acer Z330. Produk ini merupakan produk yang menjadi salah satu simulasi investasi yang dilakukan oleh Acer di Indonesia. Dengan demikian, jika peraturannya sudah lebih jelas, maka Acer juga dapat menghitung dengan lebih rinci lagi investasi yang akan dilakukan di Indonesia.
Mirip dengan strategi produk lainnya, Acer juga memiliki strategi sendiri dalam meluncurkan produk smartphone. Yang pasti, setiap range produk akan coba diisi oleh produk-produk Acer Smartphone. Itu sebabnya, pada semester dua 2016 ini, Acer sudah mengantongi sejumlah produk untuk diluncurkan di Indonesia. (Icha)