Telko.id – Setelah hampir dua tahun digodok, buku berjudul ‘Sukses Merger XL-Axis, 70 % Merger & Akuisis Gagal! Bagaimana XL-Axis Bisa Berhasil?” pun akhirnya resmi diluncurkan hari ini. Seperti bisa ditebak, buku ini bercerita tentang kisah dibalik merger dan akuisisi yang dilakukan XL terhadap Axis, mulai dari latar belakang, suka duka, hingga keberhasilannya.

Di sela-sela peluncuran dan bedah buku yang berlangsung di Auditorium Lembaga Bisnis dan Manajemen PPM, Jakarta (14/4), Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata mengungkapkan bahwa aksi korporasi yang dilakukan XL dalam bentuk merger dan akuisisi ini sebenarnya adalah proses yang biasa. Malah kalau bisa dibilang, sering terjadi di dunia bisnis.

“Kalaupun pada akhirnya ini menjadi tidak biasa, itu karena proses merger dan akuisisi yang dilakukan XL terhadap Axis ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh operator telekomunikasi,” tuturnya.

Dian tidak menampik bahwa proses merger dan akuisisi XL atas Axis ini memang tidak mudah. Selain menghadapi berbagai persoalan administratif, kedua perusahaan juga harus bersinergi dengan regulasi yang berlaku di tanah air. “Banyak hal yang harus kami lalui, mulai dari perizinan, integrasi dan sebagainya,” tambah Dian.

Buku ini sendiri menjadi layak dibaca lantaran merger – yang sebenarnya adalah hal biasa dalam sebuah bisnis – ini merupakan kali pertama dua perusahaan telekomunikasi ‘bergabung’ dan berhasil.

Sekedar informasi, hasil riset membuktikan bahwa 70 persen upaya merger dan akuisisi gagal. Penyebabnya beragam, mulai dari kekeliruan menetapkan target akuisisi, salah valuasi, ‘kekalahan’ negosiasi, dan yang paling sering terjadi adalah kegagalan mengintegrasikan bisnis yang diakusisi.

Dalam industri telekomunikasi Indonesia sendiri, akuisisi sebenarnya bukanlah fenomena aneh. Sudah banyak operator lokal yang diakuisisi oleh perusahaan-perusahaan dari luar, sebut saja SingTel dari Singapura yang menguasai 35 persen saham di Telkomsel, Ooredoo Asia PTR Ltd yang menguasai 65 persen saham di Indosat, dan Axiata Group yang memborong 66 persen saham PT Excelcomindo Pratama.

“Dengan diluncurkannya buku ini, kami dari XL ingin berbagi pengalaman berharga dalam melakukan akusisi dan merger XL-Axis,” kata Dian lagi.

Buku kisah sukses merger XL-Axis ini ditulis oleh Tim PPM Manajemen melalui wawancara dengan semuai figur kunci yang terlibat dalam proses merger. Termasuk narasumber dari regulator, Axiata, Saudi Telecom corp sebagai pemilik Axis dan manajemen XL yang terlibat langsung. Buku ini dibanderol dengan harga Rp 250 ribu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.