Ericsson PHK 3900 Karyawan di Swedia

0
A general view shows an office of Swedish telecom giant Ericsson in Lund, Sweden, September 18, 2014. TT News Agency/Stig-Ake Jonsson/via REUTERS/File Photo

Telko.id – Kondisi persaingan di industri jaringan telekomunikasi memaksa Ericsson harus memutus karyawannya. Setidaknya, 20% dari karyawan dan ratusan konsultan dirumahkan. Total 3900 karyawan yang terkena dampak. Seperti yang dilansir dari Reuter.

Pasalnya, permintaan terhadap peralatan jaringan telekomunikasi menyusut karena harus bersaing dengan Huawei dari Cina dan Nokia dari Finlandia. Beberapa langkah strategis, sebelum PHK ini, sudah dilakukan. Namun, upaya tersebut belum mampu memperbaiki kondisi Ericsson. Hans Vestberg, CEO Ericsson pun tak mampu menyq hingga akhirnya harus keluar pada Juli lalu.

Kegagalan Ericsson untuk memenuhi permintaan peralatan telekomunikasi dunia telah menyebabkan perusahaan inipun kehilangan nilai saham hingga 25% pada tahun ini.

Walaupun, sebenarnya Ericsson masih memiliki dukungan investor Swedia yang kuat. Seperti Wallenberg Family (inveb.st) dan Industrivarden (indua.st). Namun tekanan industri secara global yang demikian kuat membuat pertumbuhan perusahaan terlalu lambat dalam mengambil keuntungan yang optimal dari ledakan di lalu lintas data, perusahaan jaringan dan komputasi awan.

Ericsson merupakan perusahaan yang memproduksi peralatan telegraph sejak tahun 1876 dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di Swedia dengan jumlah karyawan secara global lebih dari 116,500.

“Kondisi ini bak pisau di jantung,” ujar Menteri Mikael Damberg, Menteri Enterprise Swedia.

Bahkan Mikael memastikan bahkan langkah yang dilakukan Ericsson tersebut akan sangat mempengaruhi banyak keluarga dan tentu juga kondisi kota Swedia secara keseluruhan.

Tahun lalu, Ericsson bergabung dengan produsen internet router asal Amerika AS, Cisco (csco.o). Langkah ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam lini produk dan menjual dengan cara mengkombinasikan dengan solusi jaringan. Harapannya adalah dapat meningkatkan penjualan. Ternyata kemitraan tersebut belum menghasilkan penjualan yang signifikan. Tentu, hal ini membuat beberapa investor prihatin dan penasaran, apakah kolaborasi akan memberikan hasil yang baik.

Hal ini juga diakui oleh Mikael. Bahwa inovasi yang dilakukan oleh Ericsson (ericb.st) sedikit lebih lambat dan kurang diantisipasi. Walau demikian, tetap saja, kemitraan tersebut akan menciptakan sesuatu yang fantastis. Hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan yang sudah direncanakan.

Langkah kemitraan antara Ericsson dan Cisco ini bertujuan untuk menghasilkan tambahan penjualan sebesar $ 1 miliar pada 2018. Caranya dengan mengintegrasikan IP dan solusi nirkabel. Selain itu juga, melakukan kolaborasi untuk membuat produk baru.

Sebenarnya, sudah ada arah yang positif dari kemitraan ini, di mana pada laporan kuartal di bulan Juli, Ericsson mengatakan bahwa melalui kemitraan dengan Cisco sudah ada lebih dari 30 penawaran yang dicapai. Hal ini tentu menjadi awal yang baik untuk mencapai target penjualan pada 2018 mendatang. Namun, beberapa pihak masih khawatir tentang kurangnya Real angka penjualan untuk membuktikan kemitraan bekerja.

Untuk mengantisipasi kebutuhan karyawan, Ericsson mengatakan karyawan yang di PHK sejumlah 3.000 di produksi, penelitian dan pengembangan serta penjualan, 900 konsultasi akan digantikan dengan mempekerjakan 1000 peneliti dan pengembang di Swedia lebih dari tiga tahun ke depan. (Icha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.