Tim Elit Hybrid Cloud

Telko.id – IBM bentuk tim elit Hybrid Cloud untuk membantu percepat modernisasi di seluruh ekosistem mitra nya di Indonesia. Langkah ini dilakukan karena banyak perusahaan yang membutuhkannya untuk migrasi dan modernisasi produk, layanan, dan berbagai kebutuhan lainnya dari ekosistem mitra, untuk seluruh lingkungan open hybrid. Namun, semua itu tidak mudah sehingga dibutuhkan tenaga yang expert di cloud ini. 

Tim elit  Hybrid Cloud ini akan menciptakan solusi canggih bersama dengan ekosistem mitra untuk melakukan modernisasi dan mengurangi beban kerja, sekaligus memasukkan fitur AI ke dalam perangkat lunak.

Dalam studi IBM Institute for Business Value (IBV) baru-baru ini yang dibuat berdasarkan masukan lebih dari 5.000 eksekutif global di seluruh industri, menemukan bahwa adopsi hybrid cloud – kombinasi public cloud publik, private cloud, dan on-premise – diperkirakan akan tumbuh sebesar 47 % dalam tiga tahun ke depan dan rata-rata organisasi akan menggunakan enam hybrid cloud

Laporan tersebut mencatat bahwa nilai bisnis dari pemanfaatan teknologi platform dan model operasional multicloud yang full hybrid, adalah 2,5 kali lebih besar dibandingkan nilai yang dihasilkan dengan pendekatan vendor cloud tunggal. Semua itu yang mendasari IBM membentuk tim elit Hybrid Cloud ini. 

Kondisi Indonesia selama Covid-19

Tim elit Hybrid Cloud dari IBM ini beranggotakan lebih dari 100 arsitek cloud, ilmuwan data (data scientists), pengembang cloud, spesialis keamanan siber, dan developer advocates yang bekerja sama dalam memberikan solusi teknologi canggih untuk mitra dan klien mereka. Tim tersebut juga memberikan saran untuk mitra tentang bagaimana cara terbaik agar bisa mempercepat transisi produk, layanan, dan penawaran lainnya ke lingkungan open hybrid cloud, termasuk di beberapa industri yang sensitif dengan aturan sangat ketat seperti layanan keuangan dan telekomunikasi.

Dengan keahlian tinggi dalam hal Microsoft Azure, IBM Cloud, AWS, dan lainnya, tim elit Hybrid Cloud dari IBM ini akan membantu ekosistem mitra meringankan beban kerja di seluruh platform dan penyedia cloud. Pada saat yang sama, tim ini juga senantiasa berupaya memasukkan pemanfaatan teknologi baru ke dalam solusi yang mereka tawarkan seperti AI, 5G, Kubernetes, blockchain, dan edge untuk mengoptimalkan operasi bisnis serta meningkatkan kinerja klien. 

Termasuk juga mengkaji penggunaan perangkat lunak hybrid cloud IBM, yang dibangun di atas Red Hat OpenShift dan dirancang agar bisa dioperasikan di mana saja – baik di on premiseedge, maupun cloud – untuk memaksimalkan pemanfaatan AI dalam pengembangan dan pencapaian target bisnis mitra.

“Tim elit Hybrid Cloud dari IBM ini membuktikan komitmennya dalam membantu ekosistem mitra dengan menghadirkan program baru, pendanaan tambahan, dan pendekatan ekosistem yang disederhanakan,” kata Novan Adian, Country Manager Partner Ecosystem, IBM Indonesia. 

Novan menambahkan bahwa tim elit ini juga akan membantu mitra mengatasi kendala dalam melakukan modernisasi dan pengurangan beban kerja cloud klien dengan menggunakan solusi AI di seluruh platform dengan berbagai penyedia layanan. “Banyak mitra menyampaikan kepada kami bahwa kinerja tim ini telah terbukti bermanfaat bagi klien mereka dan telah menjadi katalisator dalam memperluas ekosistem Hybrid Cloud IBM,” ungkap Novan puas. 

Penting nya Kolaborasi 

Dalam menjangkau pelanggan di Indonesia baik pelanggan komersial maupun enterprise, IBM Indonesia menggandeng beberapa mitra andalan termasuk PT Metrodata Electronics Tbk dengan Digital Business Platform Solutions dan Metrodata Managed Service Security Provider yang dibangun di atas teknologi IBM.

“Percepatan transformasi digital membawa tantangan untuk melakukan proteksi layanan bisnis yang bersifat menyeluruh (People, Process & Technology), itu sebabnya kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting,” ujar Edwin Putraoetama Octosa, Direktur PT Metrodata Electronics Tbk. 

Terlebih, keamanan layanan bisnis digital sendiri sudah menjadi “Digital Reputation” yang penting untuk dapat dipertanggungjawabkan oleh setiap perusahaan yang ingin mengembangkan layanan digital. 

“Kombinasi antara teknologi keamanan IBM yang sudah terbukti andal didukung kemampuan dalam pengimplementasian, dilengkapi dengan sarana Security Operations Center (SOC) serta Tenaga Ahli Bersertifikasi, membuat kami mampu mengembangkan solusi “Managed Service Security Provider,” khususnya untuk pelanggan Corporate dan Small Medium Business dalam menjaga keamanan bisnisnya,” ujar Edwin menambahkan.

Selain itu IBM Indonesia juga bekerja sama dengan Simian sejak tahun 2009, yang merupakan sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada data management sabagai kunci dalam mendorong proses digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (AI). Solusi unggulan Simian yang menggunakan teknologi IBM antara lain adalah Simian Regulatory Platform, Simian Data Quality untuk digitalisasi berbasis AI dan Medallion Suite, yang banyak memanfaatkan DB2 database untuk memudahkan pelanggannya.

“Pentingnya transformasi di bidang perbankan membuat kami untuk terus berinovasi menyediakan solusi–solusi terbaik seperti kustodian dan wealth management. Untuk itu, adanya kolaborasi dengan IBM merupakan kunci utama dalam pertumbuhan bisnis kami dalam membantu pelanggan agar dapat tumbuh dan mengadopsi transformasi digital dengan lebih baik serta tepat pakai,” ungkap Andre Setijoso, Presiden Direktur Simian. 

Bagian dari investasi IBM sebesar USD 1T untuk ekosistem adalah layanan komplimentari Hybrid Cloud Build Team untuk membantu para mitra agar bisa memberikan ide-ide terbaik bagi pelanggannya melalui model pendekatan yang teruji seperti IBM Garage dan metodologi IBM Design thinking. 

Tim ini telah mendukung lebih dari 75 kegiatan yang bertujuan membantu mengarahkan mitra agar bisa beralih dan membangun lingkungan hybrid cloud berdasarkan pertimbangan strategis, teknikal, dan operasional. Selain bermitra dengan Metrodata dan Simian, Hybrid Cloud Build Team telah bekerja sama dengan berbagai mitra di dunia antara lain CitiusTech, Cylera, Intellect Design Arena, KPMG LLC (Canada), Liferay, dan PearlChain.

Hybrid Cloud Build Team biasanya membutuhkan antara lima sampai dua puluh minggu untuk membuat MVP atau prototype aplikasi, dan membantu membuka peluang masuk ke pasar yang signifikan untuk mitra yang berpartisipasi. (Icha)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.