Telko.id – Setelah menempuh 142 putaran, lelang spektrum 2.6GHz yang dilakukan Taiwan akhirnya selesai, dan mengumpulkan pundi-pundi uang sebesar NT$27.93 juta atau setara Rp 11 miliar. Dalam lelang ini, Chunghwa Telecom dan Far EasTone keluar sebagai pemenang terbesar.

Total akhir adalah 93,9 persen lebih tinggi dari harga terendah yang ditetapkan, demikian ungkap Komisi Komunikasi Nasional (NCC) dalam sebuah pernyataan berbahasa China di situs internet. Empat perusahaan mengambil enam lot spektrum.

Chunghwa Telecom menjadi operator yang paling banyak menguras kantongnya dalam lelang ini, dengan berhasil menawar NT$9.96 juta atau sekitar Rp 4 miliar untuk dua blok, sementara pesaingnya Far EasTone juga mengakuisisi dua blok dengan tawaran NT$9.13 juta atau Rp 3.8 miliar.

Taiwan Star dan Asia Pasific Telecom memenangkan masing-masing satu lot, dengan tawaran NT$6.62 juta (Rp 2.5 miliar) dan NT$2.23 juta (Rp 900 juta). Demikian dilaporkan Total Telecom, Jumat (11/12). Sementara peserta lainnya, yakni Taiwan Mobile, sudah lebih dulu keluar dari kontes beberapa minggu yang lalu.

NCC menjelaskan bahwa total akhir dicapai setelah 140 putaran penawaran. Sesuai dengan aturan lelang, kontes dihentikan setelah dua putaran kembali digelar, dan tidak ada tawaran baru yang diajukan.

Sebagai catatan, spektrum 2.6GHz sendiri sejatinya merupakan LTE pertama kali serta terbesar bandwidth-nya. Rencananya spektrum ini akan digunakan oleh teknologi TDD seperti WIMAX. Namun di awal-awal pembangunan jaringan LTE, spektrum 2.6 GHz diadopsi untuk percepatan pergelaran. Tak hanya itu, spektrum ini juga didukung oleh pabrikan smartphone.

Terdapat 70 MHz untuk LTE FDD dan 50 MHz untuk LTE TDD atau WIMAX. Untuk menghindari interferensi antara FDD dan TDD, diberikan guardband sebesar 5 MHz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.