XL Axiata Gandeng Solace

Telko.id – diperkirakan, tahun depan, kondisi resesi ekonomi masih akan terasa dan industri telekomunikasi kasih belum bisa pulih sepenuhnya setelah tahun ini diprediksikan akan tumbuh negatif. Lalu bagaimana strategi XL Axiata menghadapinya?

Strategi XL Axiata yang pertama adalah akan memperkuat jaringan radio untuk menyambut 5G dan untuk melengkapi fiberisasi jaringan yang sudah dua tahun ini dilakukan dan akan terus dilanjutkan tahun 2021.

Dimana untuk fiberisasi sampai saat ini sudah mencapai 80% atau 62 ribu km. Hingga akhir tahun diproyeksikan akan selesai 100% dari target. “Fiberisasi ini akan dilajutkan tahun depan karena masih ada sekitar 7000-8000 new site lagi yang harus difiberisasi,” ungkap I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata saat konferensi virtual, Jumat (6/11).

Sebagai informasi, fiberisasi XL diawal tahun atau kuartal pertama mencapai 45% atau 53 ribu km, kuartal dua 54% atau 57 ribu km, kuartal tiga mencapai 63% atau 60 ribu km dan pada Oktober ini (kuartal 4) mencapai 80% atau 62 ribu km.

Kemudian juga melakukan peningkatan kapasitas jaringan melalui teknologi MIMO carrier aggregation. Dilanjutkan dengan percepatan penetrasi jaringan lewat implementasi open Network.

Strategi XL Axiata lainnya adalah peningkatan ketahanan jaringan fiber yakni mengimplementasikan automatic switched OpticalNetwork (ASON), Multi Redundancy. Lalu mengakselerasi jaringan fiber.

Untuk jaringan core, operator ini akan membangun yang simple, scalable, dan terdistribusi dengan melakukan ekspansi distribute core dan CUPS (Control and User Plane Separation untuk kesiapan 5G.

Yang terakhir adalah membangun jaringan yang aman dan operasi yang otonom dengan melakukan end-to-end security protection. Serta melakukan otomatisasi proses-proses bisnis critical.

Agar bisnis dapat bertumbuh, XL Axiata juga akan melakukan investasi di luar Jawa. Selain itu juga, operator ini akan giat mengembangkan bisnis XL HOME karena diprediksikan gaya hidup digital saat pandemi ini akan terus belanjut sehingga potensi bisnis di perumahan diyakini juga akan tumbuh signifikan.

Dengan strategi tersebut, diharapkan pada akhir tahun ini pendapatan XL Axiata dapat lebih baik dari industry setelah tahun lalu mampu memperoleh pendapatan hingga Rp.25Triliun. Sedangkan tahun 2021 nanti, operator ini berharap mampu memperoleh pendapatan sama atau lebih baik dari industry.

Sedangkan EBITDA margin akan diusahakan untuk bisa dipertahankan dikisaran 50%. Baik tahun ini maupun tahun 2021. Setelah sebelumnya, ditahun 2019, operator ini mampu mencapai EBITDA margin 39.6%.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.