Refarming Selesai, Layanan 4G Bakal Lebih Merata di Indonesia

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika baru saja menyelesaikan penataan ulang atau refarming pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz. Penyelesaian refarming memungkinkan operator telekomunikasi jaringan bergerak seluler mengefisiensikan dan optimasi layanan sehingga membuka peluang lebih besar bagi masyarakat yang belum dapat menikmati 4G  menjadi dapat menikmati layanan 4G.

Berdasarkan data dari Direktorat Pengendalian Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, sampai awal tahun 2019 cakupan sinyal 4G di Indonesia sudah mengcover 63.862 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia atau sekitar 76,74%.

Pemerintah terus berupaya menyediakan akses informasi secara universal bagi masyarakat di seluruh Nusantara dengan peningkatan dan perluasan konektivitas nasional melalui program peningkatan jangkauan layanan telekomunikasi. Guna menyediakan layanan mobile broadband (4G) yang berkualitas, ketersediaan spektrum frekuensi radio yang memadai menjadi keharusan.

Sebelum refarming, dari seluruh pita frekuensi radio yang digunakan oleh penyelenggara jaringan bergerak seluler, masih terdapat penetapan pita feekuensi radio yang belum berdampingan (not contiguous), yaitu pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz yang digunakan Telkomsel.

“Jika pita frekuensi yang dikelola operator telekomunikasi terpecah ke dalam beberapa blok terpisah dalam satu pita frekuensi, maka akan menjadi penghambat bagi operator telekomunikasi dalam menyediakan layanan broadband seperti 3G/4G atau bahkan 5G,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo.

Oleh karena itu, dengan refarming akan didapatkan penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk seluruh operator seluler sehingga setiap operator seluler dapat lebih leluasa dan fleksibel dalam meningkatkan teknologi seluler yang diimplementasikannya.

Tiga Kali Refarming

Di Indonesia, pita frekuensi 800 MHz dan 900 MHz digunakan sejak tahun 1993 untuk layanan seluler. Diawali pada tahun 1993 oleh Satelindo dan kemudian pada 1995 Telkomsel menggelar GSM (2G).

Kementerian Kominfo juga telah menetapkan regulasi netral teknologi kepada penyelenggara jaringan bergerak seluler di pita 800 MHz dan 900 MHz, Tujuannya agar operator seluler dapat leluasa menentukan teknologi yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya.

Saat ini, kedua pita frekuensi tersebut telah dimanfaatkan untuk menyediakan juga layanan 3G dan 4G guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses Internet.

Sebelum penataan pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz, Kementerian Kominfo pernah melakukan penataan ulang pita frekuensi radio.

Pertama pada tahun 2015 untuk pita frekuensi radio 1800 MHz. Kemudian penataan pita frekuensi radio 2.1 GHz  yang berlangsung pada tahun 2010, 2013, 2014, dan 2017-2018.

Dengan penataan itu, operator seluler juga bisa memilih jenis pengkanalan jaringan yang paling sesuai dengan kondisi traffic layanan selulernya pada suatu wilayah. Pada akhirnya, masyarakat pengguna layanan seluler akan dapat menikmati kualitas yang lebih baik dan lebih stabil.

Jika frekuensi radio tertata dengan contiguos, operator seluler dapat meningkatkan teknologi yang digunakan saat ini, dari semula 2G menjadi 3G atau 4G. Atau dari semula kapasitas 3G/4G yang terbatas menjadi lebih besar lagi kapasitasnya.

Bahkan, dengan pelaksanaan refarming, Kementerian Kominfo mendorong  operator seluler untuk percepatan perluasan cakupan wilayah mobile broadband 4G (LTE) ke daerah-daerah yang belum dapat menikmati layanan 4G sehingga dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi masyarakat luas. (Icha)

 

 

 

TERBARU

China Batasi Judul Game Poker dan Mah-jong

Telko.id, Jakarta – China memberlakukan persetujuan baru untuk perizinan peredaran game, khususnya game Poker dan Mah-jong. China mengharuskan penerbit untuk mendaftarkan game kepada pemerintah agar...

Go-Biz Jadi Alasan Banyak Merchant Gabung Go-Food

Telko.id, Jakarta – Keberhasilan Go-Food menguasai pasar layanan pesan-antar makanan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan mereka dalam menjalin hubungan dengan para mitra merchant.Berdasarkan...

Dokter di Afrika Jadikan Smartphone untuk Alat Medis

Telko.id, Jakarta – Selama ini penggunaan smartphone selalu identik sebagai alat komunikasi, meski belakangan juga banya untuk game dan fotografi. Namun di Afrika, smartphone...

Dituduh Maling di Apple Store, Remaja Ini Gugat Apple

Telko.id, Jakarta – Ousmane Bah, seorang siswa berusia 18 tahun asal New York, Amerika Serikat, gugat Apple ke pengadilan. Ia tak terima atas kesalahan...

Qualcomm Bikin Sensor Fingerprint Dalam Layar untuk iPhone

Telko.id, Jakarta – Mayoritas produsen ponsel bersistem operasi Android telah mengadopsi teknologi pemindai sidik jari di dalam layar. Kabarnya, Apple akan mengikuti jejak pesaingnya...

Taksi Robot Tesla Beroperasi Mulai 2020

Telko.id, Jakarta – Tesla akan menghadirkan taksi robot, yang diklaim sebagai bisnis transportasi berbasis teknologi masa depan. Tesla sudah mulai mengembangkan taksi robot sejak...