Telko.id – Ada banyak hal yang bisa dilakukan LTE, sebagai sebuah teknologi, dan itu tak sekadar mengunggah atau mengunduh file dengan cepat, streaming video dengan lancar, ataupun berkomunikasi dengan maksimal. Sebaliknya, LTE juga menyediakan banyak ruang untuk tugas besar lain, salah satunya adalah meningkatkan layanan keselamatan publik (public safety).

PS LTE atau Public Safety Long Term Evolution sendiri sebenarnya merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan teknologi selular generasi berikutnya yang akan digunakan untuk membangun Jaringan Broadband Keselamatan Publik atau Public Safety Broadband Network (PSBN). PS LTE bergantung pada standar global yang disebut 3GPP dan yang biasa disebut LTE atau 4G LTE. PS LTE menggunakan teknologi yang sama, namun dengan pengimplementasiannya yang berbeda, yakni untuk keselamatan publik.

Diakui Steve Park, Country Marketing Lead, Nokia Networks Korea, PS LTE sangat penting untuk diterapkan. Apalagi mengingat kita hidup di era dimana bencana alam seperti badai, gempa bumi, tsunami dan lain-lain kerap terjadi. Pun demikian dengan teroris.

“Kami di Korea percaya bahwa ini merupakan masalah yang harus diatasi,” kata Steve. “Selama ini kita masih bergantung pada sistem analog untuk berkomunikasi, kini sudah saatnya untuk mengaplikasikan PS LTE, dan mengintegrasikan segala sesuatunya secara bersama-sama.”

Singkat kata, PS LTE memungkinkan komunikasi tetap berlangsung di luar jangkauan jaringan bergerak terestrial. Tipikal solusi ini adalah modus operasi langsung, yang berarti bahwa perangkat mobile mendukung komunikasi kelompok langsung ketika tidak ada infrastruktur jaringan yang tersedia.

“Saat ini beberapa negara seperti AS, Inggris dan Korea sudah mulai menerapkan PS LTE. Negara lain mungkin tinggal menunggu waktu,” tambah Steve.

Ia memaparkan bahwa saat ini Korea telah menginvestasikan 1.3 miliar Euro untuk PS LTE. Tahap pertama dimenangkan oleh Korea Telecom (KT) dan SK Telecom (SKT), yang bekerjasama dengan Samsung dan Nokia akan mengimplementasikannya pertama kali di provinsi Gangwon.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?
Diakui Leo Darmawan, selaku Head of Mobile Broadband Solution Nokia Indonesia, dari segi infrastruktur sebenarnya Indonesia sudah siap. Yang krusial saat ini hanya masalah regulasi. “Terus, kita juga harus melihat frekuensi mana yang akan dipakai. Kalau di Korea kan memakai 700MHz,” kata Leo.

Lebih jauh, Leo juga mengungkapkan mengenai betapa pentingnya aplikasi PS LTE sebagai bagian dari konsep smart city.

“Pemanfaatkan LTE untuk public safety salah satunya bisa diaplikasikan dalam fasilitas publik yang bersifat krusial, seperti pemadam kebakaran. Secara industri kita melihat ada peningkatan tren dalam penggunaan LTE untuk keselamatan publik,” pungkas Leo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.