Viettel Minat Akuisisi Indosat Ooredoo, Benarkah?

0

Telko.id – Viettel, operator terbesar di Vietnam yang dimiliki oleh militer ini, dalam wawancara President dan CEO nya Le Dang Dung dengan pada Reuters menyebutkan berminat untuk membeli saham di perusahaan telekomunikasi di Indonesia, selain Malaysia beberapa hari lalu.

Hal ini tentu membuat heboh industry telekomunikasi di Indonesia. Terlebih, beberapa operator di Indonesia ada yang sedang ‘mengalami’ kesulitan keuangan. Diantaranya, Indosat Ooredoo yang sangat terlihat membutuhkan kucuran dana.

Apalagi, beberapa waktu lalu, ketika Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter baru menduduki jabatannya, menyebutkan bahwa sedang dalam proses meminta kucuran dana dari induk nya, Qatar Telecom. Hal ini terlihat sebagai sinyal bahwa operator ini perlu dukungan dana yang besar.

Tentu hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Indosat Ooredoo lah yang menjadi incaran Viettel. Namun, dalam wawancaranya dengan Reuters, Dung, tidak menjelaskan lebih lanjut, operator mana yang ditaksirnya. “Kesepakatan yang sensitivitas,” ujar nya.

Dalam kesempatan lain, Chris Kanter membantah kabar Indosat akan diakuisisi oleh operator telekomunikasi asal Vietnam, Viettel. Di kalangan pelaku pasar, Indosat tengah dihubung-hubungkan dengan rencana akuisisi yang dilakukan Viettel.

“Nggak benar, sampai saat ini nggak ada pembicaraan tentang hal ini (akuisis oleh Viettel) di pemegang saham,” kata Chris seperti dikutip detikFinance,Rabu (9/1/2019).

Di lain sisi, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa pemerintah terbuka pada investasi asing asalkan memberi nilai tambah. “Yakni jasa yang dibutuhkan masyarakat dan turut mengembangkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/1), seperti dikutip dari Katadata.

Saat ini, pemegang saham mayoritas Indosat saat ini adalah Qatar Telecom. Maka, akuisisi Indosat oleh operator lain adalah hubungan bussiness to bussiness (B to B).

Seperti yang dilaporkan oleh Reuters, Viettel saat ini berupaya menggandakan basis pelanggan Myanmar menjadi 10 juta pada akhir tahun dari lima juta pelanggan yang ada sekarang ini.

Perusahaan yang dikelola militer ini juga berupaya memperluas investasi di Asia, termasuk Korea Utara. Termasuk niatnya juga untuk membeli saham telekomunikasi di Malaysia, Indonesia. Namun, menghentikan investasi lebih lanjut di Afrika.

Viettel pun berniat untuk menjadi yang pertama dalam mengembangkan jaringan 5G di Vietnam, untuk mengantisipasi perkembangan pesat layanan data.

Dung menyebutkan bahwa Viettel telah mengalokasikan $ 40 juta untuk pengembangan chipset 5G-nya sendiri, tetapi juga mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi dari Ericsson dan Nokia.

Perusahaan yang dikelola militer, secara resmi dikenal sebagai Viettel Group, memiliki sekitar 60 juta pelanggan di Vietnam dan lebih dari 30 juta pengguna di 10 negara lain – terutama di Asia dan Afrika.

Perusahaan juga sedang dalam pembicaraan untuk membeli 20 persen saham di operator seluler Eropa, kata Dung, tanpa menjelaskan lebih lanjut. (Icha)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.