Mudik Dilarang

Telko.id – Mudik dilarang, membuat masyarakat Indonesia akan banyak yang di rumah saja dan banyak melakukan kegiatan digital. Itu sebabnya, Telkomsel memprediksikan bahwa trafik internet selama Ramadhan dan Lebaran tahun ini akan meningkat.

Dengan adanya informasi bahwa mudik dilarang pemerintah maka peningkatan trafik internet Telkomsel pada Ramadhan dan Idul Fitri diprediksi mencapai 8,54 persen dibandingkan kondisi normal. Tidak hanya naik dari kondisi normal, dibandingkan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2020, Telkomsel memprediksi ada kenaikan trafik hingga 50,12 persen.

Tidak hanya layanan internet yang akan mengalami peningkatan trafik, layanan telepon (voice) pun juga diprediksi meningkat 3,14 persen dan layanan SMS juga diperkirakan meningkat hingga 2,95 persen.

Direktur Network Telkomsel, Nugroho mengatakan, prediksi kenaikan trafik internet, telepon, dan SMS diprediksi karena perilaku digital masyarakat yang terus meningkat.

“Peningkatan tidak hanya didorong oleh kondisi pandemi tetapi juga budaya masyarakat saat momen Ramadan dan Idul Fitri, di mana intensitas silaturahmi umat akan meningkat. Apalagi, pemerintah mengeluarkan larangan mudik,” kata Nugroho dalam konferensi pers Telkomsel mengenai Ramadan dan Idul Fitri yang digelar online, Senin (12/4/2021).

Nugroho mengatakan, larangan mudik dan prediksi peningkatan trafik internet, telepon, dan SMS membuat penyedia layanan komunikasi memberikan layanan terbaik agar silaturahmi bisa dilakukan dari jarak jauh.

Kondisi itu yang membuat Telkomsel pun melakukan pengamanan operasional jaringan sebagai antisipasi lonjakan trafik komunikasi khususnya akses broadband untuk konektivitas digital ini akan difokuskan di wilayah residensial, rumah ibadah, rumah sakit penanganan COVID-19, titik transit transportasi seperti bandara, terminal bus, pelabuhan, jalur penyaluran logistik, serta area spesial lainnya seperti pusat pelayanan publik.

Secara keseluruhan, optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan tersebut akan difokuskan di 554 point of interest (POI) di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 255 area residensial, 21 rumah sakit rujukan COVID-19, 43 area transit transportasi utama (bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan), 196 area spesial seperti pusat pelayanan publik dan pusat perbelanjaan, 32 area jalur transportasi dan logistik, serta 7 rumah ibadah besar. 

Walau demikian, Telkomsel memprediksikan bahwa pelanggan yang melakukan perjalanan pun tetap ada dan cukup signifikan. Untuk itu, Telkomsel secara proaktif telah menjalankan berbagai upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan dengan mengoperasikan tambahan 63 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) dan menambah kapasitas internet capacity menjadi 8,07 Tbps.

Selain itu, hingga April 2021, Telkomsel juga telah menggelar tambahan 263 unit BTS 4G/LTE baru, sehingga secara keseluruhan Telkomsel kini telah mengoperasikan lebih dari 236.000 unit BTS yang sebagian besarnya telah didukung teknologi broadband 3G dan 4G/LTE. Selain itu, lebih dari 50 kota/kabupaten di Indonesia juga telah terlayani layanan VoLTE.

Selain mematangkan infrastruktur di titik-titik dengan potensi pertumbuhan trafik komunikasi yang siginfikan, Telkomsel juga telah menjalankan uji jaringan (drive test) untuk memastikan kualitas dan kestabilan dari jaringan broadband Telkomsel secara merata dan kontinu di seluruh titik populasi di penjuru negeri.

Pada uji jaringan tahun ini, total jarak tempuh dari inisiatif pengujian jaringan tersebut mencapai 15.135 km yang meliputi 57 ruas tol termasuk sejumlah ruas yang baru beroperasi di seluruh wilayah di Indonesia. Berdasarkan kegiatan uji jaringan tersebut, secara umum Telkomsel mencatatkan hasil “BAIK” di tiap parameter performa. (Icha)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.