Telko.id – Dalam seni instalasi BTS biasanya kita melakukan instalasi suatu antenna untuk tujuan coverage agar operator bisa optimal dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Pada saat instalasi antenna inilah kita “bersentuhan” dengan istilah Tilting.

Tilting sendiri diartikan sebagai suatu pengaturan kemiringan antena yang berfungsi untuk menetapkan area yang akan menerima cakupan sinyal. Dan untuk menentukan/mengubah coverage area yang akan di layani oleh BTS inilah biasanya kita melakukan teknik tilting, dimana kita bisa mengubah arah atau kemiringan antenna.

Tilting itu sendiri dibagi menjadi 2 jenis yaitu Mekanikal Tilting dan Elektrical Tilting.

Mekanikal tilting adalah mengubah kemiringan antena dengan cara mengubahnya dari sisi fisik antenna. Rigger memiliki alat ukur tilt meter yang memperlihatkan derajat kemiringan antena.

contoh mekanikal tilting
contoh mekanikal tilting

Elektrikal tilting adalah mengubah coverage antenna dengan cara mengubah fasa antenna, sehingga terjadi perubahan pada beamwidth antenna. Mengubah fasa dapat dilakukan dengan mengubah settingan electrical tilt pada antenna. Pengaturan elektrikal tilt biasanya terletak dibawah antenna. Berikut contoh gambarnya.

Tilting elektrik dan mekanik memberikan pola pancar yang berbeda disisi side loop dan yang pasti disisi back loop karena secara fisik antena berubah. Sementara Tilting elektrik cenderung hanya berubah ubah pada main loop dan sedikit pada side loop.

Namun tidak semua antena memiliki tilt elektrik. Kombinasi tilting elektrik dan mekanik akan menghasillkan area cakupan yang baik. Namun apabila antena tersebut terdapat pengaturan tilt elektrik, lebih disukai merubah nilai elektrik dan membuat nilai mekanik tetap 0.

Tiliting mempunyai 2 arahan yaitu up tilt dan down tilt. Downtilt yaitu mengubah arah cakupan antenna lebih ke bawah. Sedangkan uptilt yaitu mengubah arahan antenna lebih ke atas.

Jarak pancar yang dapat ditempuh oleh sesuatu antena dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

Beam < 3 dB       = Ha/TAN (downtilt +vertical beamwidht/2)) (meter)

Main beam         = Ha/ TAN (downtilt) (meter)

Beam >3 dB        = Ha/TAN (downtilt -vertical beamwidht/2)) (meter)

Dimana :

Jarak   = Jarak beam (meter)

Ha       = Tinggi antena (meter)

Downtilt = Kemiringan antena (derajat)

Vertical beamwidht = Besar beam vertikal (derajat)

Gambar berikut mengilustrasikan perumusan untuk menghitung jarak yang tercover oleh antena.

ilustrasi perumusan jarak

Dengan merubah derajat kemiringan antena maka jarak pancar antena juga berubah. Untuk mempermudah memperkirakan jarak pancar antena dapat digunakan software-software pendukung. Salah satunya adalah katherin scala yang di keluarkan oleh kathrein. Untuk menentukan nilai tilting perlu diketahui juga data sheet antena yang digunakan. Untuk melihat karakteristik antena tersebut, seperti band pancaran, vertikal beam, tipe dan derajat tilt.

Azimuth

Di dalam seni instalasi antenna BTS juga kita harus mengenal apa yang dinamakan azimuth. Pengertian Azimuth adalah sudut putar dari arah Barat hingga Timur. Sebagai referensi sudut nol dipakai arah mata angin Utara. Tanda (+) berarti arah putar searah jarum jam dari sudut nol, tanda (-) untuk arah sebaliknya. Sebagai contoh, dari sudut nol ke arah Timur tepat adalah 90 derajat, dan Barat adalah sudut -90 derajat.

azimuth

Azimuth dalam instal antenna berdasarkan sector/ jumlah antenna dipasang ditentukan dari derajat terkecil. Sebagai contoh apabila ada 3 antena (sector) dengan azimuth 80,160,320 maka untuk sector 1 biasanya 80°, sector 2 160° dan sector 3 320° dan seterusnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.