Telko.id, Jakarta – Teknologi AI (Artificial Intelligence) sepertinya menjadi ancaman baru di industri electronic sports (eSports). Pasalnya, Teknologi AI yakni OpenAI Five berhasil mengalahkan tim eSports profesional, OG dalam tiga pertandingan game Dota 2.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Senin (15/04/2019) OG bukan tim sembarangan. Kumpulan gamers tersebut adalah juara The International Dota 2 di tahun 2018, takluk oleh mesin pembelajaran tersebut ciptaan perusahaan OpenAI.

Pada pertandingan tersebut Tim OG hanya mampu memberikan perlawanan pada 30 menit awal permainan. Sisanya OpenAI Five mampu mempelajari gaya permainan OG dan balik menyerang.

Pertandingan ini hanyalah demonstrasi biasa. Walaupun begitu kemenangan teknologi AI menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi ancaman bagi atlet eports karena mampu memenangkan game Dota 2.

{Baca juga: Huawei Bantu Anak Tunarungu Membaca Pakai Teknologi AI}

Jika penasaran dengan OpenAI Five, Anda pun berkesempatan untuk menjajal kekuatan mereka. Caranya Anda harus mendaftar kepada perusahaan OpenAI.

Nanti jika sudah terdaftar, Anda bisa bermain baik dalam mode kooperatif maupun versus antara 18 April pukul 21.00 waktu timur Amerika Serikat, hingga 22 April pukul 02.59 Waktu Timur Amerika Serikat.

Anda seharusnya tidak berharap untuk menang, tetapi Anda akan memiliki pengetahuan langsung tentang seberapa baik Five sebenarnya.

Teknologi AI memang diprediksi akan semakin banyak digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Menurut Hendra Lesmana, selaku Country General Menager Dimension Data Indonesia, ada beberapa tren yang akan menentukan lanskap teknologi bisnis di tahun depan, salah satunya dalah penggunaan AI.

{Baca juga: Riset: Teknologi AI akan Semakin Banyak Digunakan di 2019}

Menurutnya, sejak tahun 2018 penggunaan teknologi ini sudah diperkenalkan sehingga tahun depan akan semakin banyak dirasakan.

“Highlight overall 2019 akan melihat lebih banyak lagi teknologi tersebut ke kehidupan sehari-hari. Jadi saya melihat ada penggunaan AI yang lumayan signifikan,” ujar Hendra di Jakarta Selasa (18/12).

Menurutnya, AI akan memberi perusahaan kemampuan untuk menggabungkan skenario, meningkatkan pemahaman dan membuat keputusan prediktif secara real-time tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan. “Ini adalah perubahan pola pikir yang berfokus pada costumer,” tuturnya. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.