Telko.id, Jakarta – Penyebaran informasi yang salah sepertinya telah benar-benar membuat cemas banyak pihak, tak terkecuali WhatsApp. Dalam upaya untuk mengurangi penyebaran informasi yang salah pada platformnya, aplikasi perpesanan ini memperkenalkan sebuah fitur baru yang memudahkan pengguna untuk mengetahui berapa banyak pesan yang diterimanya telah diteruskan.

Singkat kata, ketika pengguna menerima pesan yang telah diteruskan diantara pengguna lainnya sebanyak lebih dari lima kali, seperti pesan berantai, maka pesan itu akan ditandai dengan ikon panah ganda. Sebelumnya, ikon panah tunggal di WhatsApp menunjukkan bahwa pesan telah diteruskan.

{Baca juga: WhatsApp Web Tak Perlu Lagi Terhubung ke Ponsel}

Dilaporkan BuzzFeed, Sabtu (3/8/2019), jika pengguna mencoba meneruskan pesan yang telah diteruskan berkali-kali oleh pengguna lain, WhatsApp akan mencatat bahwa pesan tersebut merupakan pesan yang “diteruskan berkali-kali,” sebelum dikirim.

Hal yang sama berlaku pula untuk semua pesan lain yang dikirim di WhatsApp. Sebanyak apapun pesan tertentu telah diteruskan, pihak perusahaan mengklaim bahwa pesan akan tetap terenkripsi.

“Kami baru-baru ini memperkenalkan pembaruan pada label pesan yang diteruskan yang membantu orang mengidentifikasi ketika mereka menerima pesan yang sebelumnya diteruskan beberapa kali, seperti pesan berantai,” kata juru bicara WhatsApp sebagaimana dikutip dari BuzzFeed News.

{Baca juga: Aplikasi WhatsApp Bakal Segera Hadir di iPad?}

Fitur baru ini merupakan bagian dari upaya WhatsApp untuk mengurangi kesalahan informasi yang menyebar melalui pesan yang diteruskan pada platformnya. Aplikasi milik Facebook, dengan lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia ini adalah vektor untuk informasi yang salah di dua pasar terbesarnya, yakni India dan Brasil.

Tahun lalu misalnya, gerombolan massa yang marah karena desas-desus WhatsApp tentang penculik anak telah menghukum lebih dari 45 orang di seluruh India. Di Brasil lain lagi, aplikasi ini telah digunakan oleh aktivis politik sayap kanan untuk berorganisasi.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.