Telko.id – Kembali ke habitat lama memang menyenangkan, hal inilah yang tengah dirasakan oleh Motorola yang kembali memasuki pasar Indonesia. Meski demikian, hal ini juga perlu diwaspadai oleh perusahaan smartphone yang telah diakuisisi oleh Lenovo tersebut, pasalnya pasar Indonesia yang terkenal ‘ramah’ ini juga telah memakan banyak korban yang juga pernah dirasakan oleh Motorola beberapa tahun lalu.

Adrie R. Suhadi, Country Lead Mobile Business Group Indonesia, mengatakan bahwa moto merupakan brand global yang memiliki banyak penggemar setia di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Kami senang sekali dapat menghadirkan kembali Moto di Indonesia melalui Moto E3 Power, produk Moto yang pertama kali dipabrikasi di dalam negeri,” ujarnya pada peresmian smartphone ini di Jakarta (26/10).

Pada aksi comeback nya kali ini, Motorola menghadirkan seri low end mereka dengan menelurkan seri Moto E3 Power. Moto E3 Power sendiri datang dengan mengusung smartphone yang memiliki kapasitas baterai yang sangat besar. Kapasitas baterai yang ditawarkan smartphone low end ini sebesar 3500 mAh dengan teknologi rapid charge. Rapid charge sendiri merpakan teknologi fast charging yang memungkinkan pengguna melakukan charging pada device ini selama 15 menit untuk wakttu pakai selama 5 jam dalam pemakaian normal.

20161026_134622

Selain itu, smartphone Moto pertama yang di pabrikasi di Indonesia ini menggunakan chipset MT6735p quad-core dengan kecepatan 1.0 Ghz dan GPU Mali T270 untuk mengakomodir kebutuhan multimedia pengguna. Smartphone ini juga diperkuat dengan RAM sebesar 2 GB dan sistem operasi Android marshmallow.

Sementara untuk konektivitas, Moto E3 Power mampu mendukung jaringan 4G LTE yang disediakan oleh semua operator 4G di Indonesia, baik itu yang menggunakan Time Division Duplex (TDD) ataupun yang menggunakan Frequency Division Duple (FDD). Ini berarti, para pengguna dapat bebas memilih provider 4G kesukaan mereka tanpa perlu risu sim card mereka tidak bekerja dengan optimal di device ini. Selain itu, Moto E3 Power juga mampu mendukung layanan 4G categori 4.

Berbicara mengenai konektivitas, Moto E3 Power juga menggandeng salah satu provider mobile broadband 4G di Indonesia yakni XL Axiata. XL sendiri akan memberikan gratis internet selama setahun sebesar 12GB, dan panggilan telepon kesemua operator sebesar 120 menit.

Sedangkan untuk taktik marketing dan penjualan, Moto E3 Power memanfaatkan channel distribusi online yakni Lazada dengan harga sebesar Rp. 1.899.000,- dan akan mendapatkan cashback sebesar Rp.100.000,-

Pasar Smartphone Tanah Air

Seperti yang dijelaskan diatas industri smartphone Tanah Air memang terkenal ramah dengan para vendor smartphone global, hal ini terlihat dari banyaknya smartphone yang berasal dari Vendor Amerika, China, Jepang bahkan Korea Selatan. Namun, yang perlu diperhatikan oleh Moto adalah keunikan dan keramahan pasar smartphone disini. Bahkan, saking ramahnya pasar smartphone Indonesia telah memakan banyak korban yang salah satunya adalah startup asal China dengan tagline never settle.

Berdasarkan data dari IDC, Total penjualan ponsel pintar (smartphone) di seluruh dunia mencapai 343,3 juta unit pada kuartal kedua tahun ini. Pertumbuhan ini relatif lamban karena hanya naik 0,3% dari 342,4 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Pengiriman dari para vendor berbagai merek tersebut meningkat 3,1% dibandingkan kuartal I-2016 sebanyak 333,1 juta. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, Adrie R.Suhadi menekankan bahwa Lenovo masih bercokol di lima besar.

Namun, jika melihat dari harga yang dibanderol oleh Lenovo terhadap produk Moto terbaru ini, sejatinya dipasar Indonesia terdapat beberapa produk smartphone dengan harga setara yang memiliki banyak keungulan lain ketimbang handset ini. Sebut saja Flash Plus 2, Infinix Hot 3, Samsung Galaxy J3, bahkan Saudara Moto E3 Power yakni Lenovo A6010.

Belum lagi, dengan peraturan regulasi yang kerap berubah, hal ini cukup membingungkan para vendor smartphone yang berkecimpung di Tanah Air. Jika Melihat dari praturan TKDN saat ini, seharusnya Moto sudah Compile setidaknya dengan kewajiban tahun ini. Apalagi, mereka memiliki strategi pemasaran O2O seperti Lenovo. Well, kita tunggu saja, apakah Moto akan ‘kerasan’ saat kembali ke habitat lamanya di pasar Indonesia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.