Kemasan Produk Nestle Bakal Lebih Ramah Lingkungan

Telko.id, Jakarta  – Nestle telah mendirikan sebuah lembaga penelitian untuk mengembangkan kemasan produk yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan mengatakan ingin mengurangi limbah plastik tanpa tergantung dari pemasok.

Menurut Reuters, dikutip Telko.id, Minggu (15/9/2019), Nestle diidentifikasi oleh Greenpeace sebagai satu produsen limbah plastik terbesar. Perusahaan asal Swiss ini juga dikritik karena kurang peduli dengan persoalan lingkungan.

{Baca juga: Foto Kemasan Makanan di Thailand Viral di Facebook}

Kepala Eksekutif Nestle, Mark Schneider, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk membuat kemasan yang 100 persen bisa didaur ulang. Sebanyak 50 karyawan bekerja keras untuk menciptakannya.

Produsen cokelat KitKat dan kopi instan Nescafe tersebut menempatkan para karyawan beserta ilmuwan di pusat penelitian di Lausanne, Swiss. Mereka memproduksi kemasan sederhana yang memiliki lapisan lebih sedikit.

Kemasan itu lebih mudah untuk didaur ulang. Bentuknya berupa botol serta kertas dengan kualitas terbaik. Harapannya, selain lebih ramah lingkungan, kemasan tersebut bisa menjaga supaya produk-produk Nestle tetap segar.

Sayang, Nestle menolak untuk mengungkapkan berapa angka investasi untuk membangun inisiatif itu. Nestke mengatakan bahwa teknologi yang dikembangkan oleh institut tersebut dapat dilisensikan ke pihak ketiga.

{Baca juga: Keren! Kotak KFC Bisa Diubah Jadi Drone}

“Kami melakukan investasi awal guna mencapai nol emisi gas rumah kaca bersih pada 2050. Kami mengikuti jejak raksasa pengiriman kontainer, Maersk, yang membuat hal serupa tahun lalu,” kata CEO Nestle, Ulf Mark Schneider. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.