Telko.id, Jakarta – Para narapidana di Inggris akan ditawari kesempatan untuk belajar kode pemograman komputer atau coding, sebagai bagian dari proyek baru. Proyek ini bertujuan untuk membantu para napi kembali ke dunia kerja saat mereka bebas.

Para napi yang dapat mengikuti proyek ini, harus mengikuti seleksi secara ketat. Proyek ini didanai oleh Departemen Digital, Budaya, Media dan Olahraga (DCMS), sebagai bagian dari upaya untuk membantu orang yang masuk dalam kelompok terpinggirkan untuk mendapatkan pekerjaan.

Uji coba ini akan dilakukan di HMP Humber, penjara kategori C di Yorkshire Timur, dan akan diperluas ke HMP Holme House, penjara kategori C di Stockton-on-Tees, County Durham.

Workshop dengan kode 4.000 ini dipimin oleh sukarelawan dan pakar industri yang akan melatih tahanan sebelum diizinkan bekerja pada proyek dunia nyata untuk klien eksternal.

Para napi mulai dilatih bekerja dengan klien pada hari pembebasan sementara, dengan harapan kerjasama akan berlanjut ketika masa hukuman mereka selesai.

{Baca juga: Robot Mungil Ini Bisa Ajari Anak-anak Cara Coding}

Program ini mencontoh proyek Last Mile di penjara San Quentin di California, yang telah membantu hampir 500 napi, di Amerika Serikat.

Menteri Industri Digital dan Kreatif, Margot James, mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menghentikan siklus reoffending dan aset berharga untuk mencegah residivisme.

Membekali para napi dengan keterampilan pengkodean akan membantu napi menemukan pekerjaan yang akan mengubah hidup dan memberi jalan menuju karier yang sangat bermanfaat.

“Kami memiliki ekonomi digital terkemuka di dunia dan pendanaan baru ini akan membantu orang yang keluar dari penjara sehingga mereka dapat diterima kembali ke komunitas lokal mereka serta menjadi dorongan bagi bisnis teknologi kami,” katanya.

Sementara itu, menteri penjara Rory Stewart mengatakan, Kode 4.000 adalah contoh bagus tentang apa yang dapat dicapai melalui pendidikan dan pelatihan di penjara.

“Ini tidak hanya membantu pelanggar mengubah kehidupan mereka tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat agar dapat diterima kembali,” tambahnya.

Selama pelatihan, para napi akan mendapatkan materi mengenai dasar-dasar HMTL, CSS dan Javascript, serta konsep yang lebih maju seperti Git, TDD dan MVC.

{Baca juga: Bos Apple: Mending Belajar Coding daripada Bahasa Inggris}

“Kami melihat kesuksesan demi kesuksesan,” kata Neil Barnby, seorang instruktur coding di HMP Humber.

“Saya menoleh ke belakang pada tahun-tahun ketika saya mengajar coding di penjara dan melihat saya memiliki peran dalam mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik,” kaya Barnby.

Sumber: Mirror.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.