Telko.id – Kejahatan di sektor telekomunikasi atau lebih populer dengan istilah fraud telekomunikasi, sepertinya kian menjadi-jadi saja di Cina. Jika beberapa waktu lalu seorang mahasiswa meregang nyawa lantaran mengalami serangan jantung, setelah sebelumnya menjadi korban penipuan via telepon, kali ini giliran seorang dosen yang menjadi korban.

Ya, seorang profesor di sebuah Universitas di Cina – Tsinghua University – harus rela kehilangan uang sebesar 17.6 juta yuan atau setara Rp34 miliar gara-gara penipuan telekomunikasi.

Menurut laporan, penipu berpura-pura menjadi karyawan departemen kepolisian, pengadilan dan penyedia layanan kabel dalam negeri, sebelum akhirnya bisa menipu korban.

Korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada 29 Agustus lalu, sekitar pukul 23:25 waktu setempat, lapor people.cn, Rabu (31/8). Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Penipuan ini sendiri terjadi di daerah perumahan Lanqiying di distrik Haidian, Beijing. Seorang warga setengah baya di area tersebut, yang mengidentifikasikan dirinya sebagai kepala keamanan publik mengatakan bahwa korban mengajar di Universitas Tsinghua dan tinggal di Gedung 8 kompleks. Beberapa poster terpampang di sekitar area ini, meminta masyarakat untuk “waspada terhadap penipuan telekomunikasi.”

Menurut warga, polisi ‘memajang’ pemberitahuan itu di pagi hari pada tanggal 30 Agustus, atau sehari setelah kejadian.

Penipuan di sektor telekomunikasi tak bisa dipungkiri telah menjadi momok yang menakutkan di Cina. Tak heran, jika berbagai upaya pun dilakukan guna meredam kejahatan ini. Universitas-universitas di seluruh Provinsi Jiangsu bahkan meminta mahasiswanya untuk lulus tes yang berkaitan dengan cara menghindari penipuan. Langkah ini diambil menyusul tewasnya dua remaja, yang konon memang menjadi target dari panipuan telekomunikasi ini.

Para ahli dan netizen menyalahkan kebijakan pemerintah yang mengharuskan pendaftaran dengan menggunakan nama asli, yang dinilai malah meningkatkan kasus penipuan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.