Telset

Telko.id, Jakarta – Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Iran telah menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak alias drone pengintai milik AS. Saat itu, pesawat sedang terbang di wilayah udara internasional dekat Selat Hormuz.

Pejabat AS, yang tidak bersedia mengungkap identitasnya, mengkonfrontasi  informasi dari Pengawal Revolusi Iran, yang mengklaim telah menjatuhkan drone milik AS. Drone tersebut dikatakan terbang di wilayah udara Iran.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telko.id, Kamis (20/6/2019), drone milik AS bernama RQ-4 Global Hawk itu jatuh setelah terkena rudal.  Drone langsung limbung ketika tengah terbang cukup tinggi di dekat Selat Hormuz.

{Baca juga: China Ciptakan Drone Tenaga Surya, Bisa Gantikan Tugas Satelit}

Drone RQ-4 Global Hawk mempunyai rangkaian sensor terintegrasi untuk sarana intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Penembakan drone itu terjadi di tengah peningkatan ketegangan hubungan antara Iran dan AS.

Pekan lalu, militer AS menuduh bahwa Iran menembakkan rudal ke pesawat tak berawak lain guna menanggapi serangan terhadap dua kapal tanker minyak di wilayah tersebut. Tapi, AS menyalahkan Iran terkait serangan terhadap tanker.

Beberapa waktu lalu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan peringatan waspada bahwa drone buatan China kemungkinan mengirim informasi penerbangan ke produsen. Kalau dibiarkan, drone China membahayakan.

{Baca juga: Ngeri! Rusia Bikin “Gun Drone” dengan Senapan AK-47}

Menurut AS, hal tersebut berpotensi membuat data bocor ke pihak ketiga. Menurut laporan CNN, peringatan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah AS dan ditujukan kepada perusahaan serta organisasi-organisasi di dalam negeri. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.