Telko.id – Polytron menggandeng partner lokal untuk mendukung peraturan TKDN pada smartphone mereka. Dengan menggandeng perusahaan developer Fira OS, Polytron akan membenamkan User Interface dari Fira di keluarga smartphone ZAP 6 mereka.

Fira OS sendiri merupakan lokal konten yang baru berumur 1 tahun. Sekedar informasi, Fira OS juga dibangun dan dukembangkan oleh Polytron yang tentunya menjadi salah satu cara dari Polytron untuk menambah kadar kandungan lokal. Fira sendiri memiliki beberapa fitur menarik yang berbeda dibandingkan dengan ussr Interface pada umumnya.

Beberapa fitur unik dari FiraOS yakni, Fira UI dengan Smart Directory, Call Dialing yang mempermudah pengguna dalam mengangkat telepon ketika sedang bermain games atau menjalankan aplikasi lain. Kemudian hadir juga fitur Fira Store, yang akan mempermudah pengguna dalam melakukan pembayaran seperti voucher pulsa, voucher games dan token listrik secara online dengan menggunakan credit card.FiraOS juga menyediakan Fira Pay, Fira Id dan yang sedang dikembangkan adalah Fira TV.

Berbicara mengenai Produk yang diluncurkan pada hari ini (28/1), Polytron menghadirkan 5 varian produk dari generasi ZAP 6 seperti Posh Note 4G551, Posh 4G501, Note 4G550, Cleo 4G500 serta Power 4G502.

Polytron juga membenamkan fitur fingerprint pada smartphone andalan mereka yakni ZAP 6 Power dengan kapasitas baterai jumbo yang mencapai 5800 mAh.

Disinggung mengenai networking, Kelima varian ZAP6 ini sejatinya mendukung semua band FDD di Indonesia. Namun, smartphone yang digadang-gadang sebagai affordable 4G ini belum mendukung 4G cat 6 yang menjadi syarat utama dari pengoptimalisasian carrier aggregation (CA). Mengenai hal ini, Eben Haezar selaku asistant Product Manager Polytron mengungkapkan bahwasanya mereka masih menunggu jaringan LTE Advanced dari para operator 4G di Indonesia.

Bukan hanya itu, keluarga ZAP6 ini masih belum mendukung teknologi VoLte yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Namun, Eben menyebut, “Untuk VoLte hanya tinggal kita update saja Firmware dari smartphone nya saja dan kedepannya kami akan fokus dulu terhadap VoLte,” ucapnya.

Berbicara mengenai TKDN, Pihak Polytron mengklaim jika mereka sudsh memenuhi sekitar 35% kandungan lokal sejak meluncurkan varian ZAP5 yang lalu. Hal tersebut terlihat dari pernyataan Marketing Director Polytron, Tekno Wibowo yang menyebut, “Polytron sudah memiliki basic manufacturing dengan lima lini pabrik di Kudus, untuk ZAP 5 saja, kami telah memiliki 35% kandungan lokal dan pada peluncuran ZAP6 juga kami hadirkan FiraOS sebagai lokal konten,”ucapnya.

Dari kelima smartphone keluarga ZAP 6 tersebut, terdapat dua produk bundling dengan operator Indosat berupa paket perdana dengan total kuota internet sebesar 16GB untuk pembelian ZAP 6 Pose dan Pose Note secara preorder di Blibli.com.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.