Jakarta – Jika Anda berpikir bahwa Internet of Things, hanyalah sesuatu yang berhubungan dengan internet, maka Anda salah. Pasalnya, Internet of Things tak hanya sekadar berkutat dengan komputer, tablet ataupun smartphone saja, melainkan jauh lebih besar dari itu.

Internet of Things menggambarkan sebuah dunia di mana apa saja dapat dihubungkan dan berkomunikasi dengan cara yang cerdas, atau dengan kata lain, sebuah sistem informasi yang besar. Tak heran, jika penerapannya pun membutuhkan banyak persiapan.

Forum Wireless IoT bahkan menyerukan regulator telekomunikasi nasional di sejumlah negara, seperti Ofcom dari Inggris dan FCC dari AS untuk mendedikasikan bandwidth (pita lebar) guna memastikan monetisasi dan keberlanjutan jaringan dan layanan IoT untuk jangka panjang.

Menurut laporan Telecompaper, (7/10), Forum ini menyebut bahwa pita yang tersedia saat ini tidak memenuhi kebutuhan skala besar penyebaran IoT, dibatasi oleh keterbatasan tenaga, tingkat gangguan dan faktor regulasi. Sebagai contoh, masalah bisa timbul karena semua lalu lintas pada jaringan IoT melewati BTS atau titik jaringan relay yang jumlahnya sedikit, dimana semua tunduk pada batasan peraturan yang sama seperti perangkat lain yang beroperasi di spektrum tak berlisensi.

Jika tren pertumbuhan saat ini berlanjut, sel akan membutuhkan daya yang cukup untuk menjangkau jarak hingga 5km, kemampuan untuk memiliki keseimbangan uplink/downlink yang fleksibel, kebebasan wajar dari gangguan, dan sejumlah kecil frekuensi yang mencakup sebuah pita yang relatif sempit yang tersedia secara global.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.