Telko.id, Jakarta – Facebook mengaku telah menghapus 1,5 juta video penembakan jemaah di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. Sebelum dihapus, video sebanyak itu tersebar di dunia maya di seluruh dunia.

Facebook menghapus jutaan video tersebut dalam waktu lebih kurang 24 jam usai serangan brutal yang menewaskan lebih dari 49 orang itu.

“Kami menghapus 1,5 juta video serangan. Lebih dari 1,3 juta di antaranya kami blokir saat diunggah,” kata Facebook via Twitter.

Dilansir Reuters, Facebook juga menyatakan komitmen menghapus semua versi video meski telah diedit tidak menunjukkan kekerasan. Facebook ingin menghormati orang-orang yang terdampak serangan teroris itu.

{Baca juga: Viral! Ini Ucapan Terakhir Korban Penembakan Masjid Selandia Baru}

Dikutip Telko.id, Minggu (17/3/2019), jumlah korban meninggal dunia dalam kasus penembakan tersebut naik menjadi 50 orang. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, segera berdiskusi dengan Facebook.

Beberapa saat setelah penembakan, Facebook dan YouTube bergerak cepat dengan menghapus video siaran langsung pelaku. Facebook juga menghapus unggahan berisi pujian dan dukungan terhadap tindakan pelaku.

“Polisi Selandia Baru memberi tahu kami sebuah video di Facebook tidak lama setelah siaran langsung. Kami pun langsung menghapus akun Facebook pelaku,” kata perwakilan Facebook di Selandia Baru, Mia Garlick.

“Kami juga menghapus segala pujian atau dukungan untuk kejahatan penembakan tersebut. Kami akan terus bekerja secara langsung dengan polisi Selandia Baru ketika tanggapan dan penyelidikan terus berlanjut,” tambahnya.

{Baca juga: Facebook & YouTube Hapus Video Penembakan Masjid Selandia Baru}

Sementara itu, lewat akun resmi Twitter, YouTube mengucapkan bela sungkawa atas kasus itu dan berjanji untuk menghapus konten penembakan di platform. YouTube tidak mendukung segala bentuk aksi kekerasan.

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.