Telko.id, Jakarta  – Microsoft berinvestasi USD 1 miliar atau sekitar Rp14 triliun ke OpenAI. Kedua perusahaan telah memulai kemitraan multi-tahun di bidang kecerdasan buatan dan teknologi lain untuk infrastruktur komputasi awan Microsoft Azure yang bisa mengalahkan otak manusia.

Seperti dilansir Ubergizmo, OpenAI sejak awal didirikan sebagai organisasi nirlaba pada 2015. Dana yang dipakai mencapai USD 1 miliar, berasal dari sejumlah investor besar Silicon Valley seperti Peter Thiel, Sam Altman, Reid Hoffman, dan banyak lagi.

{Baca juga: Ngeri! Ini yang Terjadi saat Artificial Intelligence Kuasai Dunia}

OpenAI juga menciptakan entitas nirlaba pada awal tahun ini untuk mendatangkan investasi dari luar. OpenAI mempekerjakan peneliti kecerdasan buatan untuk membuat inovasi. OpenAI pun berfokus kepada implikasi dan keamanan kecerdasan buatan.

Dikutip Telko.id, Selasa (23/7/2019), OpenAI mengatakan bahwa investasi dari Microsoft sangatlah berarti. OpenAI semakin memungkinkan untuk merekayasa kecerdasan umum buatan sebagai bagian kunci dari bidang teknologi Artificial Intelligence.

Nantinya, komputer mampu menguasai subjek secara lebih baik daripada manusia. Dengan demikian, teknologi tersebut akan mampu menguasai lebih banyak bidang ketimbang manusia mana pun. Teknologi AI baru itu bakal dipakai di Microsoft Azure.

Akhir 2018, valuasi pasar Microsoft mampu menyalip torehan Apple. Microsoft bahkan diperkirakan meraup keuntungan besar lewat layanan komputasi awan bernama Azure. Keuntungan Microsoft terus berkembang seiring performa bisnis komputasi awan.

{Baca juga: Artificial Intelligence, Makhluk Apakah itu?}

Awal Desember 2018, nilai saham Microsoft meningkat 0,6 persen menjadi Rp 1,5 juta per lembar. Peningkatan nilai saham tersebut membuat valuasi pasar Microsoft berada di angka USD 851,2 miliar atau sekitar Rp 12,1 kuadriliun, melampaui raihan Apple. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.