Telko.id – Alibaba semakin memantapkan jejak kakinya di ranah hiburan dunia. Kali ini ditandai dengan telah resminya perusahaan yang didirikan Jack Ma ini mengambil alih Youku Tudou Inc. Layanan video China ini selesai diprivatisasi setelah enam tahun berjalan di NYSE, yang berarti situs tersebut telah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Alibaba menurut kesepakatan USD 3,5 miliar yang diumumkan tahun lalu.

Victor Koo, Chairman sekaligus CEO Youku Tudou mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk kembali ke pasar saham A dalam waktu 3 tahun, dan prosedur yang relevan sudah dimulai. Koo mengungkapkan bahwa grup masih membahas tentang listing ulang, mereka tidak mengecualikan kemungkinan listing back door, restrukturisasi, atau mentransfer ke sebuah perusahaan saham. Demikian dilaporkan Tech Sina.

Privatisasi Youku Tudou sendiri sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk dipahami. Kapitalisasi pasar perusahaan adalah sekitar USD 4.57 miliar, jauh lebih rendah dibanding apa yang ditorehkan situs video Letv.com, yakni USD 16.86 miliar. Selain itu, Iqiyi, situs video lain yang didukung oleh Baidu juga dikabarkan memiliki rencana sama untuk mendaftar di pasar saham A.

Menurut CEO Alibaba, Zhang Yong, seperti dilansir Technode, Senin (11/4), baik Alibaba mapun Youku Tudou akan berbagi sumber daya di pengguna, e-commerce, data, konten dan saluran setelah merger ini.

Meskipun Alibaba memasuki industri hiburan relatif terlambat, raksasa e-commerce ini telah mengambil langkah-langkah yang solid dalam membangun ekosistem hiburan digital. Saat ini, bisnis hiburan Alibaba telah meliput semua sektor utama termasuk Ali Pictures, Ali Music, Ali Game dan Ali Sports.

Tencent Interactive, unit hiburan Alibaba saingan utama Tencent, juga meluncurkan rencana bulan lalu untuk menciptakan efek sinergi antara bisnis yang berhubungan dengan hiburan termasuk Tencent Game, Tencent Literature, Tencent Animation dan Tencent Films.

Saat ini, ranah video online di China semakin dekat dengan puncak kejayaannya, sementara pemain terkemuka di bidang ini seperti Youku Tudou, iQiyi, Tencent Video dan Sohu Video sedang dipertimbangkan sebagai situs video tradisional. Lebih banyak raksasa internet mengalihkan fokus mereka pada pengaturan ekosistem hiburan, dimana video online merupakan hal yang penting, tetapi bukan satu-satunya bagian.

Selain itu, situs video non-tradisional juga kian populer, menarik perhatian tak hanya pengusaha tetapi juga investor. AcFun, misalnya, situs berbagi video China yang berasosiasi dengan ACG ini telah menerima USD 50 juta dari Youku Tudou; situs lain yang serupa Bilibili mencatat valuasi RMB 1,7 miliar, sementara Tencent memimpin investasi USD 100 juta dalam layanan berbagi gameplay, Douyu TV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.