Danny Buldansyah:  Yang Duluan konsolidasi Bisa Bertahan Sisanya Mati

Telko.id – Isu konsolidasi operator masih saja bergulir. Terlebih ketika ada bocoran kalau peraturan baru yang sedang digodok akan memberikan konsep yang cukup menarik. Bahkan, setiap operator sudah bersiap menghadapi kondisi jika harus melakukan konsolidasi ini. Termasuk melakukan simulasi dengan siapa berkonsolidasinya dan dampak nya seperti apa.

“Setiap operator kini sudah melakukan simulasi. Tentu diluar Telkomsel. Misalnya, Indosat dengan XL Axiata, hasil nya seperti apa. Lalu kalau Indosat dengan Smartfren seperti apa, Indosat dengan Tri seperti apa. Atau XL dengan Smartfren maupun dengan Tri, hasilnya seperti apa. Semua nya sudah dihitung. Tapi, yang pasti, hasilnya akhirnya sama, yang duluan konsolidasi bisa bertahan, yang lain akan mati,” ujar Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, menjelaskan saat pertemuan santai di rumah dinas Menkominfo di Jakarta 21 Februari 2019.

Bahkan, Danny juga menegaskan kalau setiap operator pun sudah menyiapkan ‘dana’ untuk konsolidasi atau membeli. Tapi sampai saat ini, Danny melihat bahwa aksi yang dipersiapkan adalah untuk membeli, belum ada operator yang mau dibeli. Kalaupun ada yang mau dibeli, saat ini harga nya sangat mahal. Hal itu yang masih mengganjal, termasuk juga ‘ego’ masing-masing operator yang tidak mau dibeli tadi.

Dengan wacana ada peraturan tentang frekuensi, bahwa nanti jika terjadi konsolidasi akan disesuaikan ijin pemakaian frekuensinya, dimana jika ada kelebihan, maka akan ‘disimpan’ dulu oleh pemerintah dengan tuhuan agar tidak memberatkan operator dalam membayar BHP. Lalu nanti dalam periode tertentu saat dikaji lagi dan sudah tidak cukup karena pertumbuhan pelanggannya, maka frekuensi yang ‘pernah’ dimiliki nya itu akan diberikan kembali tanpa lelang. Tapi menggunakan ‘harga’ BHP pada saat dikembalikan itu. Tri Hutchinson menyambut positif konsep itu.

“konsep nya bagus dan menarik. Tapi tetap, kami menunggu peraturan nya dulu”, ujar Danny.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengaku sudah bicara juga dengan para pemegang saham ke lima operator selular di Indonesia.

“Saya sudah bicara dengan para pemegang saham. Dan mereka tidak ada yang keberatan. Tapi memang masih ada ganjalan, seperti ego masing-masing. Jadi, saya juga memfasilitiasi atau menjembatani pihak-pihak yang mau konsolidasi”, ungkap Rudiantara.

Hanya saja, Rudiantara menegaskan bahwa konsolidasi itu urusan pemegang saham. Jika manajemen tidak diinfo oleh para pemegang saham ya, bukan salah saya. Tanya pada pemegang saham.

Memang, ketika konsolidasi terjadi, yang ketar-ketir ya Telkomsel. Bagaimana tidak, saat ini, gap dengan operator lain sangat besar, tapi begitu ada konsolidasi gap itu akan jauh semakin dekat.

Bagi Rudiantara, konsolidasi dengan konsep frekuensi yang sedang digodok lebih lanjut tersebut, menguntungkan Telkomsel. “Konsep menahan frekuensi yang berlebih itu akan lebih fair bagi Telkomsel,” sahut Rudiantara.

Fair juga bagi operator yang melakukan konsolidasi karena tidak perlu membayar BHP besar. Jadi bisa lebih fokus meningkatkan kualitas jaringan dan menambah jumlah pelanggan. Toh, kalau nanti kurang akan disesuaikan lagi frekuensi yang bisa digunakan.

“Tapi, kalau tidak bisa juga menambah pelanggan, boleh kan dikasih pada operator yang growth pelanggan nya tinggi dan membutuhkan frekuensi lagi,” ujar Rudi menegas.

“Jadi dulu duluan. Siapa yang cepat konsolidasi, dia bisa bertahan, yang lain akan mati”, ujar Danny menegaskan.

Sayang, Danny sendiri tidak mau membicarakan tentang kondisi Tri terkait upaya untuk melakukan konsolidasi ini.

Danny tetap akan menunggu peraturan pemerintah terkait konsolidasi itu sebelum akhir nya nanti menentukan aksi korporasi yang akan diambil. Beli atau di beli. (Icha)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERBARU

Asus Kuasai 60% Pasar Laptop Gaming Indonesia

Telko.id, Jakarta – Asus berhasil mempertahankan hegemoninya sebagai brand laptop gaming nomor satu di Indonesia. Menurut data terbaru GFK per Januari 2019, Asus menguasai...

Cara Download Call of Duty Mobile di Android

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu Activision mengumumkan kerja sama dengan publisher game asal China, Tencent untuk merilis Call of Duty Mobile di iOS dan Android. Namun,...

Tarif Ojol Resmi Dirilis, Tarif nya Rp1.850 – Rp2.600 per km

Telko.id – Akhirnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengeluarkan juga aturan untuk ojek online pada hari ini (25/03 2019) sesuai janjinya minggu...

Tampang Desain Samsung Galaxy A90 yang “Anti Tompel”

Telko.id, Jakarta – Samsung diprediksi akan memperkenalkan smartphone terbarunya pada April mendatang. Smartphone tersebut disinyalir merupakan Samsung Galaxy A90 yang merupakan smartphone menengah dengan “rasa” flagship.Samsung Galaxy A90 akan...

Ini cara Alcatel-Lucent Enterprise Dukung e-Gov di Indonesia

Telko.id – Tidak bisa dipungkiri, transformasi digital tidak hanya berlaku di swasta saja, tetapi pemerintahan juga perlu melakukannya. Indonesia pun sudah melakukannya.  Bahkan,  Upaya...

Astrolab Tertua di Dunia Milik Vasco da Gama Ditemukan

Telko.id, Jakarta – Sebuah astrolab Vasco da Gama ditemukan oleh para penyelam di Laut Arab pada 2014 lalu. Saat itu, para pelaut tengah mencari...