Dana

Telko.id – Dana, dompet digital ini mampu menambah 20 functionality dan produk dalam aplikasinya hanya dalam waktu 3 bulan saja. Dan semua nya buatan anak negeri. Hal ini dilakukan karena adanya virus corona di Indonesia yang membuat para fintech atau financial technology juga harus bergerak cepat.

“Saat pandemic ini, digitalisasi menjadi sangat penting. Bukan sebagai alternaif lagi, tetapi sudah must be, tidak bisa dielakan lagi. Main straeam, bukan pilihan lagi. Itu sebabnya, dalam jangka waktu akhir Maret sampai akhir Mei, dompet digital Dana sudah menambah atau mendevelop 20 functionality dan produk,” ungkap Vincent Iswara, CEO dan co-founder Dana menjelaskan dalam media update virtual, Jumat (19/6/2020).

Baca juga : Transaksi Dana Naik 15% Saat pendemi Covid-19

Dalam pengembangannya, dompet digital ini terus berupaya mengembangkan teknologi yang tepercaya (trusted), ramah dan mudah digunakan (friendly), serta bisa diakses oleh siapapun (accessible) serta bersinergi dengan mata rantai ekosistem perekonomian digital mulai dari perbankan, dunia usaha (dari UMKM hingga perusahaan besar), dan lembaga-lembaga pemberdayaan perekonomian masyarakat lainnya, guna meningkatkan kontribusi dompet digital Dana terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Vincent, yang dikedepankan oleh dompet digital Dana adalah kolaborasi, kerjasama, gebrakan agar masyarakat dapat memanfaatkan dan membantu masyarakat dalam melakukan kegiatannya pada masa pandemic tersebut. Demikian juga ketika masuk new normal.

Apa sih yang dibutuhkan masyarakat saat new normal? Menurut Vincet yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam new normal adalah interaksi nya harus contact less. “Untuk melakukan transaksi tunai itu sangat riskan terhadap terpapar virus. Di kertas saja, virus bisa bertahan sampai 4-5 hari. Jadi, dengan contact less ini sangat membantu masyarakat untuk move ke new normal”.

Tak heran, pengguna aplikasi fintech ini pun mengalami peningkatan yang signifikan. Sampai akhir April 2020 lalu saja, sudah ada 40 juta pengguna Dana. Terjadi peningkatan 50% dibandingkan dengan akhir 2019 yang hanya mencapai 20 juta saja.

Transaksinya juga demikian.Transaksi secara online tumbuh sebesar 15%. Sementara transaksi offline tumbuh hanya 6% saja. “Kita melihat peningkatan dari kuartal I-2020 itu 15 persen (transaksi online). Tapi overall sampai pertengahan Mei 2020 ini kita sudah melihat pertumbuhan dari transaksi pengguna di Dana meningkat sampai 50 persen,” ujar Vincent.

Penyumbang terbesar dari kenaikan transaksi tersebut bersumber dari lima layanan. Kelima layanan tersebut yakni pembayaran tagihan, pengisian pulsa, Kirim Dana, Top-up, dan pembayaran e-commerce. Namun fitur yang tumbuh cepat di masa PSBB adalah yakni donasi dan groceries. Padahal, kedua fitur itu terbilang baru hadir di Dana.

“Fitur donasi selama PSBB ini tumbuh hingga enam kali lipat dari masa sebelumnya. Sementara untuk groceries, tumbuh hingga empat kali dibandingkan sebelum PSBB,” ucap Handy Putranto, Senior Product Specialist Dana Indonesia.

Selain untuk pengguna biasa, aplikasi fintech ini juga menghadirkan solusi pemberdayaan pelaku UKM dengan menyediakan solusi Dana Bisnis. Dengan solusi ini, pelaku UKM dapat mengatur alur transaksi secara lebih mudah dan teratur. Ke depan,  Dana menargetkan untuk mendorong pengembangan usaha kecil menengah di Indonesia yang saat ini jumlahnya mencapai 60 juta unit usaha. (Icha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.