Begini Agresif nya XL Bangun Jaringan Yang Berkelanjutan

Telko.id – Jaringan yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan operator bukan hanya saja cakupan layanan yang luas tetapi juga berkualitas. Tentu hal ini tidak dapat lepas dari pemenuhan kebutuhan para pelanggannya. Seperti sekarang ini yang lagi tren video streaming. Nah, dari depan sampai belakang, jaringan operator pun harus mendukung tren tersebut.

XL merupakan salah satu operator yang cukup agresif membangun jaringan. Rancangannya ini dibangun secara bertahap tetapi terstruktur. Semua perjalanan itu dimulai dari tahun 2017. Di mana, tahun ini XL melakukan yang namanya Fixing Coverage Gap. XL Axiata terus melakukan perluasan jaringan untuk memperluas cakupan layanan di berbagai wilayah di Indonesia.

Tahun 2018 dilanjutkan dengan Reliable Experience. Di mana, selain melakukan perluasan cakupan layanan, XL Axiata juga berfokus untuk meningkatkan kualitas jaringan dan layanan sehingga bisa mendorong terciptanya pengalaman pelanggan yang lebih baik (reliable experiences).

Lanjut pada 2019 ini, yang menjadi fokus adalah Transport- Led yakni meningkatkan transmisi jaringan dengan kapsitas yang lebih besar guna mendukung penggunaan layanan data sesuai trend era konvergensi.

Itu sebabnya, medio Maret ini juga XL menunjuk Ericsson untuk melakukan modernisasi jaringan transportnya dengan router 6000 yang siap 5G selama tiga tahun ke depan di Indonesia dan dimulai pada kuartal dua tahun 2019.

“Ini merupakan salah satu inisiatif kami menuju era 5G,” kata Yessie di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Menurut Yessie, langkah strategis ini juga termasuk untuk memenuhi persyaratan 5G di masa depan dan mendukung peningkatan signifikan dalam jumlah perangkat yang terhubung dan lalu lintas data di jaringan.

Dengan basis pelanggan yang saat ini sudah mencapai 58 juta ini maka evolusi ke 5G harus berlangsung mulus. “Itu sebabnya, jaringan transport juga harus sudah siap 5G supaya dapat berevolusi secara mulus menjadi jaringan 5G,” ujar Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia.

Terlebih jika merefer dari Ericsson Mobility Report edisi November 2018, lalu lintas video di jaringan seluler diperkirakan akan tumbuh sekitar 35 persen per tahun hingga 2024 dengan memperhitungkan 74 persen dari semua lalu lintas data seluler.

Dimana, lalu lintas video seluler akan terus bertambah, didorong oleh meningkatnya waktu menonton, video online dan layanan streaming, ditambah evolusi menuju resolusi yang lebih tinggi.

Semua situs yang dipilih untuk dimodernisasi akan menggunakan Router 6000 yang dioptimalkan untuk konektivitas 10/1000G, throughput yang tinggi, latensi rendah dan buffering terbaik di kelasnya.

Dengan Router 6000, jaringan juga akan memiliki kemampuan IPsec untuk meningkatkan keamanan dan high accuracy internal clock guna menghasilkan kinerja terbaik. Dengan semua ini jaringan akan siap untuk 5G.

Ericsson Router seri 6000 adalah portfolio IP transport yang terintegrasi denganradio network untuk service provider, dengan kemampuan SDN yang dikelola oleh end-to-end management system yang sama. Sistem ini dapat memberikan konektivitas kinerja yang tinggi untuk aplikasi LTE, LTE-Advanced, dan 5G.

Selain itu, XL juga menggandeng Huawei untuk memperbarui (rekonstruksi) jaringan telekomunikasi dengan menggunakan fiberisasi kabel optik milik Huawei. Pembaharuan jaringan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan telekomunikasi untuk bisnis Fixed Mobile XL, seperti diungkap CTO XL Axiata Yessy Yosetya.

“Solusi Huawei mendukung pembangunan jaringan bearer yang simpel dengan bandwith tinggi, namun memiliki tingkat latensi yang minimal. Hal tersebut selaras dengan tujuan yang hendak kami capai dalam mewujudkan simplifikasi jaringan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Jaringan bearer biasanya digunakan untuk mengurangi latensi sehingga mempercepat respon jaringan. Sehingga, Yessy berharap solusi Optical Networking 2.0 Huawei bisa menyederhanakan arsitektur jaringan mereka menuju era 5G.

Kenapa Huawei yang dipilih? Huawei sendiri pernah menjanjikan bahwa ke depan perusahaan ini akan menghadirkan berbagai inovasi serta membangun jaringan yang berfokus terhadap peningkatan pengalaman pengguna dalam rangka menyambut berbagai kesempatan strategis di era 5G.

Hal ini diungkapkan oleh President of Huawei Transmission & Access Product Line Richard Jin di Barcelona beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

XL sendiri sudah bersiap menghadapi era 5G ini dari sekarang karena pada saat nya nanti, operator dituntut untuk menyediakan koneksi pita lebar yang 10 kali lebih luas, dengan latensi 10 kali lebih kecil, dan mesti menghubungkan perangkat 100 kali lebih banyak. Semua ini menyebabkan operator mesti menghadapi jaringan yang 10 kali lebih rumit.

Solusi yang ditawarkan oleh vendor jaringan asal CIna ini adalah Huawei Optical Networking 2.0 yang menggunakan OXC (all-optical cross-connect). OXC adalah peranti industri yang mampu mendukung dibangunnya jaringan mesh backbone secara 3D.

Selain itu digunakan juga untuk koneksi one-hop antar titik sehingga memungkinkan diterapkannya provisi layanan end-to-end dengan lebih cepat.

Rencana XL Di 2020 dan 2021

Melanjutkan rencana XL yang sudah dibuat dari tahun sebelumnya, maka tahun 2020 operator ini akan fokus untuk memberikan layanan True Convergence.

Dimana, pengembangan jaringan dengan memanfaatkan dan mengadopsi perkembangan teknologi terbaru (5G, FWA, dan FTTH) guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dan industri untuk memanfaatkan jaringan dan layanan konvergensi.

Tahun 2021, XL akan fokus untuk memberikan layanan yang Simple, Agile, Sustainable. Dimana akan melakukan penyediaan jaringan yang mendukung konvergensi. Baik untuk Mobile, perumahan/home, enterprise, dan lain sebagainya. (Icha)

TERBARU

Giliran Uni Eropa Abaikan Ajakan AS Boikot Huawei

Telko.id, Jakarta – Komisi Eropa akan mengabaikan panggilan Amerika Serikat (AS) terkait larangan terhadap Huawei Technologies. Meski demikian, minggu depan negara-negara Uni Eropa diajak...

7 Foto Ini Jadi Alasan Kenapa Dunia Tidak Pernah Membosankan

Telko.id, Jakarta – Selalu ada alasan kenapa dunia tidak pernah menjadi tempat yang membosankan untuk ditinggali. Salah satunya adalah banyaknya hal-hal aneh dan tidak...

Bandai Namco akan Rilis Game Baru “Rad”

Telko.id, Jakarta – Bandai Namco akan merilis game baru yang dibuat oleh studio Double Fine Productions. Game baru tersebut berjudul Rad.Dalam sebuah video teaser...

Namai Putrinya Disney, Ibu Ini “Dibully” Netizen

Telko.id, Jakarta – Seorang ibu di Selandia Baru menuai kritik netizen karena memberi nama Disney kepada si buah hati. Alasan Jade, nama ibu tersebut,...

10 Teknologi Paling Aneh di Dunia, Ada Bantal Anti Bau (Kentut)?

Telko.id, Jakarta – Teknologi tak dimungkiri telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, dari cara hidup, cara berkomunikasi, hingga cara bekerja.Sebagian dari kita mungkin...

Gamers di India Cuma Bisa Main PUBG Enam Jam per Hari

Telko.id, Jakarta – Pemerintah India sedang memperketat pengawasan pada game PUBG, karena dianggap mempunyai tingkat adiksi (kecanduan) ke pemainnya. Akibarnya, kini para gamers di...