Telko.id – Momentum penggunaan mobile wallet yang terus meningkat dimanfaatkan Bareksa, selaku marketplace reksa dana untuk memperkenalkan layanan tabungan reksa dana (Cipta Dana Cash) secara online di aplikasi DOKU. Lewat kerjasama ini, pengguna DOKU kini dapat membeli produk investasi di Bareksa mulai dengan nominal Rp100.000.

Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Jakarta hari ini, Kamis (3/11), CEO DOKU Thong Sannelius mengaku sangat antusias dengan kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini sejalan dengan upaya DOKU untuk mendukung program edukasi pemerintah melalui micro investing.

“Tabungan reksa dana di aplikasi DOKU cocok untuk pengguna yang ingin belajar dan mencoba berinvestasi karena menawarkan investasi aman dengan resiko yang minim dengan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan menabung di bank. Fitur ini juga bisa memberikan manfaat lebih bagi pengguna yang memiliki endapan dana di DOKU,”  kata Thong.

Inovasi ini bagus karena sejalan dengan upaya OJK untuk terus meningkatkan kedalaman pasar modal di tanah air. OJK sendiri memgaku akan mendukung penuh inovasi termasuk pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar seperti ini. “Teknologi internet perlu terus kita manfaatkan untuk memperluas jangkauan (outreach) investasi di Indonesia, termasuk untuk menggencarkan edukasi investasi reksa dana di masyarakat kita,” imbuh Nurhaida, Anggota Dewan Komisioner OJK.

Dalam kerja sama ini, DOKU dan Bareksa akan mensinergikan teknologi, trafik, konten, serta program edukasi dan marketing mereka. Untuk produk reksa dana yang ditawarkan, Bareksa dan DOKU sepakat menawarkan Cipta Dana Cash. Produk reksa dana yang ditawarkan sengaja dipilih reksa dana pasar uang, menimbang risikonya yang sangat kecil dan stabil karena dana nasabah ditempatkan di deposito bank dengan bunga khusus dan obligasi jangka pendek.

“Selama ini, peraturan menggariskan bahwa uang yang mengendap di mobile wallet tidak boleh diberikan bunga. Bekerja sama dengan Bareksa, maka pengguna DOKU bisa sekaligus menabung di reksa dana pasar uang sehingga bisa memperoleh imbal hasil (keuntungan) dari uang mereka yang disimpan di DOKU, tidak lagi nol persen seperti selama ini,” kata Co-founder/Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra.

DOKU sendiri merupakan pelopor uang elektronik di Indonesia. Pasca mendapatkan lisensi e-money tahun 2012 dan ijin Transfer Dana tahun 2015, DOKU telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna, dengan jumlah merchant lebih dari 22.000 dan 15 mitra perbankan. Akhir tahun 2015, DOKU mengelola total transaksi online sebesar Rp8,5 triliun, dan menargetkan pertumbuhan sebesar 30-40% tiap tahunnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.