BAKTI Tandatangani

Telko.id – BAKTI tandatangani 2 kontrak untuk perecepat pemerataan BTS 4G di Indonesia senilai adalah Rp 7,5 triliun atau setara USD 500 juta. Pengadaan menara BTS 4G ini, sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2020. Hanya saja baru direalisasikan saat ini dan  yang ditandatangani pertama adalah kontrak payung pengerjaan dua paket, yakni paket 1 dan 2 dari 5 paket yang sudah direncanakan.

BAKTI tandatangani 2 paket, yakni paket 1 dan 2 untuk pembangunan BTS 4G yang akan dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data.

Pengerjaan pengadaan BTS 4G untuk paket 1 dan 2 akan meliputi wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Maluku atau disebut wilayah non-Papua.

BTS 4G yang disediakan oleh konsorsium tersebut akan menjangkau lebih dari 2.700 desa dan kelurahan di pulau-pulau di atas.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyaksikan penandatanganan kontrak payung antara BAKTI dan konsorsium tersebut menyatakan bahwa saat ini masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau oleh jaringan 4G dari total 83.218 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Agar dapar diselesaikan di tahu anggaran 2021-2022.

“Karenanya, Kementerian Kominfo mengupayakan penyediaan infrastruktur ini untuk selesai pada tahun 2022, atau sepuluh tahun lebih cepat dari rencana awal di tahun 2032, jika dilakukan biasa-biasa saja,” tandasnya.

Diharapkan dengan ada nya paket tersebut setidaknya akan merangsang dan mendorong belanja negara lebih dari Rp7 Triliun atau USD 0,5 Miliar. 

“Dari Rencana Belanja Kementerian Kominfo sampai tahun 2024 nanti ada sekitar USD 7,5 Miliar atau Rp107 s.d Rp108 Triliun. Yang didanai melalui bauran kebijakan pembiayaan melalui USO (Universal Service Obligation), APBN, dan PNBP (Pendapatan Nasional Bukan Pajak) sektor Kominfo,” jungkap Johnny menambahkan.

Dana tersebut akan digunakan untuk mengadakan infrastruktur pendukung konektivitas dan kegiatan lainnya.

Johnny juga berharap, dengan penandatanganan kontrak payung BTS 4G ini, aktivitas pengerjaan fisik di lapangan bakal segera dimulai dengan tetap menerapkan protokol kesehataan saat pandemi Covid-19.

Kemkominfo menargetkan pembangunan infrastruktur BTS 4G untuk paket 1 dan 2 ini bisa selesai pada akhir 2022.

Dalam waktu dekat, Kemkominfo juga akan kembali mengadakan infrastruktur BTS 4G untuk wilayah Papua meliputi paket 3, 4, dan 5.

“Paket 3, 4, dan 5 yaitu untuk wilayah Papua sedang pelelangan, diharapkan pada bulan Februari 2021 penandatanganan kontrak bisa dilakukan. Namun ini tergantung pada proses negosiasi yang dilakukan,” ujar Johnny.

Anang Latif menambahkan, penandatanganan kontrak pengadaan BTS 4G untuk paket 3, 4, dan 5 akan dilakukan menyusul karena wilayah yang akan digarap adalah Papua.

“Papua memiliki kontur berbeda dengan paket lainnya, oleh karena itu perlu detail rencana jaringan yang match dengan wilayah desa yang digarap,” tutur Anang.

Kemkominfo sendiri memiliki pekerjaan rumah untuk membangun infrastruktur internet di 12.548 desa atau kelurahan. Agar pengerjaannya bisa dikebut, Kemkominfo meminta kepada operator seluler untuk mengerjakan infrastruktur internet 4G di 3.435 desa.

Melalui BAKTI, Kemkominfo sudah menghadirkan akses internet di 1.209 desa. Dengan begitu sisanya adalah 7.904 desa yang rencananya akan dikerjakan dalam lima paket, seperti disebutkan di atas. (Icha)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.