Saturday, December 15, 2018

Panggilan VoLte Bisa Berkali Lipat Dari Voice 2G?

Telko.id – Jumlah panggilan melalui VoLte bisa empat sampai lima kali lebih tinggi dari panggilan pada 2G atau 3G, hal tersebut seperti yang diungkapkan pada penelitian oleh Amdocs.

Namun, kualitas layanan VoLTE kemungkinan akan kurang stabil dibandingkan dengan layanan suara tradisional seperti 2G dan 3G.

Dilansir dari Telecom lead (9/2), Laporan tersebut mengatakan ada kebutuhan bagi tiap operator telekomunikasi untuk pertimbangan dalam hal mengoptimalkan radio akses jaringan (RAN) mereka.

Penelitian tentang VoLTE ini didasarkan pada analisis di lebih dari 25 juta koneksi suara dan data yang dihasilkan oleh 80 operator jaringan yang berbeda di seluruh dunia dalam 12 bulan terakhir.

Sementara itu, volume penggunaan data mobile tumbuh sekitar 60 persen secara year-on-year. Dengan hanya 5 sampai 15 persen lalu lintas Wi-Fi melalui perangkat mobile yang mampu secara akurat digambarkan sebagai Wi-Fi offload, selain itu, penyedia layanan harus menyediakan lebih banyak lalu lintas dari jaringan selular ke jaringan Wi-Fi.

Selama lonjakan traffik, pengguna dalam ruangan menghadapi peningkatan sebanyak 25 persen dalam masalah jaringan dibandingkan dengan pengguna di luar ruangan. Operator telekomunikasi secara efektif dapat menargetkan upaya optimalisasi jaringan di daerah-daerah masalah ini untuk memberikan kualitas pengalaman jaringan yang konsisten kepada pengguna mereka.

Riset ini juga menyebutkan bahwa SMS masih menjadi aplikasi pembunuh dengan rata-rata 70 persen dari penonton di acara konser atau acara olahraga mengirimkan setidaknya satu pesan teks selama acara berlangsung, tentunya hal ini dapat menyebabkan lonjakan pada penggunaan jaringan. Hal ini juga menjadikan kebutuhan untuk mengelola kapasitas jaringan selama acara, dengan sel jaringan sekitar lokasi acara ini membawa sekitar 50 persen lalu lintas lebih dari sel-sel di dalam stadion. Sementara itu, roaming internasional juga meng-upload hampir 50 persen lebih banyak data sementara pada event tersebut ketimbang non-roaming.

Terlepas dari kenyataan bahwa roaming internasional dapat menawarkan operator telekomunikasi pendapatan lebih besar dari penggunaan berbasis lokal, pengalaman jaringan mereka juga bisa menurun dan sampai 25 persen lebih buruk.

Lalu, apa solusi yang disarankan oleh Amdocs? Ann Hatchell, kepala pemasaran jaringan di Amdocs, mengatakan, dengan memanfaatkan software RAN, penyedia layanan mendapatkan efisiensi operasional dan meningkatkan kelincahan layanan dengan pendekatan vendor secara netral dan terpusat. Hal ini memungkinkan perusahaan telekomunikasi untuk mengoptimalkan kualitas pengalaman, bahkan pada saat terjadi “kemacetan” jaringan.

Amdocs sendiri merupakan perusahaan IT yang berfokus pada layanan billing system dan CRM asal Israel. Perusahaaan IT ini juga sempat membuat heboh Indonesia ketika mereka menjalin kerjasama dengan Telkomsel. Seperti diketahui, saat itu Indonesia tidak memiliki hubungan bilateral dengan Israel.

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…