Saturday, December 15, 2018

Wow Di HUT ke 51, IM3 Ooredoo Kasih 1 GB Hanya Rp.51

Telko.id – Buat menarik perhatian konsumen memang banyak cara. Namun, di era digital ini, paket data yang murah jadi kompenon penting dalam promosi dan menggaet konsumen sebanyak-banyak nya. Seperti yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo. Lewat IM3 Ooredoo,  operator ini menawarkan paket Sensa51 1GB Rp51.

Setelah pamor nya beberapa waktu ini turun, operator ini pun memanfaatkan perayaan ulang tahun nya untuk memberikan promo yang gila-gilaan. Belum ada operator lain yang punya paket internet seperti ini. Bayangkan saja, 1 GB bisa diperoleh hanya Rp51 saja. Memang ada batas waktu nya. Hanya 51 jam terhitung dari 9 November 2018, jam 09.00 sampai tanggal 21 November 2018, pukul 13.00.

Tentu, agresifitas Indosat ini nantinya bakal direspon juga oleh operator lain. Pasalnya, tidak ada operator yang rela pelanggannya berpindah ke lain hati. Apalagi, saat ini Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia paling murah sudah menawarkan paket data 30GB seharga Rp.120 ribu dan berlaku selama 30 hari. Pembeliannya hanya berlaku 1 hari saja. Artinya, sehari Rp.4 ribu untuk 1 GB. Masih lebih mahal ketimbang paket yang diberikan oleh Indosat. Sedangkan XL menawarkan paket 220Mb seharga Rp.5000 dan berlaku 1 hari.

Indosat Ooredoo memang seperti buka front ‘perang tarif’ di industri.

Memang sampai saat ini tidak ada peraturan yang mengatur tarif data di Indonesia. Memang, pemerintah atau regulator tidak akan mengatur tariff data, hanya saja, akan mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dalam bentuk formula nya saja.

“Tarif data nanti akan diatur dalam peraturan menteri yang terkait tarif jasa telekomunikasi secara keseluruhan. Jadi ada voice, SMS, dan data. Saat ini, kami masih melakukan pembahasan intensif terhadap draf peraturannya,” kata I Ketut Prihadi Kresna, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) diawal tahun.

Namun, pemerintah tidak akan menetapkan tarif dasar untuk pelayanan data. Pemerintah hanya merumuskan formula bagi operator telekomunikasi dalam menetapkan besaran tarif seperti yang dilakukan oleh PLN terhadap formula tarif dasar listrik.

“Besaran tarif tidak akan kami atur, yang diatur adalah formulanya,” tambah Ketut.

Formula tersebut meliputi biaya elemen jaringan, biaya untuk penggunaan jaringan pita lebar internasional, biaya aktivitas pelayanan ritel, dan margin keuntungan.

Ketut mengatakan dengan menggunakan formula itu dapat diketahui komponen-komponen yang membentuk tarif data operator telekomunikasi.

Dengan begitu, fungsi regulator dapat dioptimalkan dalam menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pengendalian termasuk untuk pengawasan kompetisi antar operator.

Hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika beberapa waktu lalu.

“Yang jelas, saya tidak menetapkan floor price tetapi membuat formula tarif data yang memungkinkan operator masih mendapat ruang untuk bermanuver dalam berkompetisi,” katanya.

Bagi konsumen, siapa pun operator nya yang membuat program, akan senang saja. Toh, konsumen juga yang akan mendapatkan keuntunga. Hanya saja, jika punya program bagus tapi tidak didukung oleh jaringan yang mumpuni, tentu hal ini akan menjadi boomerang bagi operator. Dan, konsumen pun akan kapok menggunakan layanannya.

Seperti yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo, operator ini harus memberikan layanan yang optimal juga bagi pelanggannya. Jangan hanya buat program yang murah dan menarik perhatian pelanggan, tetapi ternyata paket data yang ada tidak dapat digunakan karena banyak bengong.

Indosat sih berjanji bahwa hal itu tidak akan terjadi karena sudah melakukan penambahan, perluasa dan peningkatan jaringan yang sudah dilakukan satu tahun belakangan ini.

Seperti yang disampaikan oleh Hendri Mulya Syam, Chief Sales & Distribution Officer menjelaskan.

“Kualitas layanan yang kami hadirkan juga didukung jaringan data yang unggul dengan terus membangun infrastruktur jaringan secara agresif berbasis teknologi 4G yang saat ini sudah tersedia di 1.929 kecamatan di seluruh Indonesia dan akan terus berkembang dan semakin diperluas ke depan,” ujar Hendri.

Hingga pertengahan tahun 2018 ini, Indosat Ooredoo mencatat adanya peningkatan traffic data sebesar 79,1% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017. Menyadari hal tersebut, saat ini Indosat Ooredoo telah melakukan perluasan jaringan 4G baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa dan targetnya akan membangun sekitar 4.300 BTS di tahun depan untuk mendukung tren kebutuhan masyarakat digital saat ini. (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…