Saturday, December 15, 2018

Karyawan Indosat Ooreodo Yang Tidak Bisa ‘Sprint’ Terancam Di PHK

Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, perusahaan selalu membutuhkan karyawan yang cepat tanggap dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Apalagi di era digital yang dinamas seperti sekarang ini. Karyawan harus gesit dan mampu lari berkecepatan tinggi atau Sprint jika ingin masih dipakai. Hal ini juga akan terjadi di Indosat Ooredoo ketika harus melakukan Transformasi People.

Memang, tidak serta merta aka nada pemutusan hubungan kerja. Tetapi akan diawali dulu dengan menerapkan berbagai program HRD didalam perusahaan ini yang baru saja mendapatkan CEO baru, Chris Kanter.

Penilaian terhadap karyawan tidak akan lagi terhadap Key Performance Indicators atau KPI secara bisnis saja, tetapi kini akan fokus pada people atau orang didalamnya.  Diharapkan akan dapat menyeleksi karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Program ini dicanangkan oleh Indosat Ooredoo dengan tim manajemen barunya sebuah program transformasi perusahaan dengan fokus pada People, Process dan Business, bertepatan dengan HUT perusahaan ke-51. Transformasi People menjadi perhatian pertama dan utama manajemen baru, karena SDM merupakan aset terpenting perusahaan dan menjadi motor penggerak utama bisnis. Tanpa SDM yang berkualitas, bisnis tidak akan dapat berjalan ke depan.

Terlebih kompetisi industri telekomunikasi semakin dinamis seiring dengan era layanan sms dan suara terus menurun digantikan dengan kompetisi di layanan data karena tren digital yang masuk ke seluruh aspek aktifitas manusia. Operator telekomunikasi dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan persaingan pasar ini sehingga tetap bisa eksis memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Di sisi lain, setiap operator juga memiliki berbagai problem internal yang mempengaruhi kinerja mereka dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Kualitas jaringan dan juga strategi marketing menjadi faktor penting yang mempengaruhi hal ini. Tidak hanya itu, semua tantangan tersebut juga harus didukung dengan keberadaan SDM yang berkualitas untuk mendukung kinerja perusahaan ke depan.

Apalagi, Indosat berencana untuk mengucurkan CAPEX yang tidak sedikit ditahun depan. Jadi, karyawan yang handal adalah yang dibutuhkan perusahaan.

“Kami menyadari bahwa SDM adalah aset terpenting perusahaan yang harus mendapat perhatian pertama dan utama. Untuk itu, Transformasi People yang kami canangkan akan diimplementasikan dalam beberapa program utama yang meliputi pembentukan Employee Value Proposition melalui People Development dan Leadership Development yang kuat untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang dinamis, dan didukung dengan Reward Strategy dan Employee Relations yang tepat untuk me-retain, engage dan develop talenta masa depan,” demikian disampaikan Irsyad Sahroni, Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo.

Irsyad Sahroni menambahkan, “Indosat Ooredoo selama ini dikenal sebagai Talent Producer bagi industri telekomunikasi Indonesia, dan melalui afiliasi kami dengan Ooredoo Group, kami ingin menghasilkan talenta internasional yang mampu memenangkan persaingan bisnis yang semakin dinamis. Ini semua hanya bisa tercapai bila pembangunan SDM dilakukan secara employee-centered.”

Program Transformasi People ini diharapkan akan menjadi pendukung dan motor penggerak perusahaan yang lebih cepat dalam mengeksekusi berbagai rencana strategis dan target perusahaan ke depan. Didukung dengan tim baru manajemen, komitmen investasi lebih massive ke depan, serta dukungan berbagai mitra strategis perusahaan, Indosat Ooredoo optimis akan dapat memenangkan persaingan ke depan, memberikan layanan yang semakin baik kepada pelanggan, serta memberikan hasil terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) perusahaan.

Namun jangan salah, di Indosat Ooredoo ini masih banyak karyawan lama yang nota bene masih mengakar budaya kerja lama. Yang artinya, karyawan lama ini belum tentu bisa mengikuti gerakan gesit perusahaan dalam bekerja. Dan, hal ini tidak disangkal oleh Irsyad, bahwa karyawan yang tergolong bukan generasi millenial ini masih 70% dari total karyawan di Indosat.

Hanya saja, Irsyad menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja karyawan disebuah perusahaan adalah hal biasa. Di Indosat sendiri angka churn off karyawan mencapai 8%. Sedangkan untuk Tallent churn off nya sangat tinggi. Bisa mencapai 10%. Hal ini yang akan coba juga diubah oleh indosat. Tallent churn off diharapkan tidak lebih dari 8%. Sedangkan churn off karyawan sampai 10% masih bisa ditolerir.

Artinya, karyawan yang memang memiliki talent atau potensi dan dibutuhkan oleh perusahaan diharapkan tidak keluar saat terjadi transformasi SDM ini.

Setidaknya, hasil dari gerakan transformasi SDM yang dicanangkan oleh Indosat ini akan terlihat dalam kuartal empat tahun ini. Terutama akan dirasakan oleh internal perusahaan. Yang buntut nya, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pelayanan pada pelanggan Indosat.  (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…