Mengoptimalkan Komunikasi Perangkat Internet of Things

Telko.id – Pemanfaatan Internet of Things (IoT) oleh pemerintah di Indonesia tidak hanya untuk mempermudah akses layanan publik ke masyarakat, tetapi bahkan untuk melindungi mereka dari bencana – seperti contoh sistem peringatan dini. Namun, seiring dengan meningkatnya pemanfaatan IoT dan semakin terintegrasinya suatu kota dengan sistem jaringan, tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah dan penyedia layanan dapat memastikan kelancaran akses dan keamanannya sistem mereka walaupun dibanjiri oleh transaksi komunikasi yang berlimpah – baik komunikasi antar sensor, sistem, hingga pengguna. Jika hal ini tidak ditangani dengan benar, maka akan berdampak buruk bagi masyarakat. Sebagai contoh bayangkan apa yang terjadi jika layanan publik menjadi tidak bisa diakses atau lebih buruk lagi mengalami kebocoran data, hingga keterlambatan sistem peringatan dini dalam memberikan sinyal darurat ke pengendali bencana.

Kelancaran transaksi komunikasi antar perangkat, sistem, menjadi hal yang krusial dalam pemanfaatan IoT untuk pelayanan publik hingga pemerintahan. Bagaimana memastikan kelancaran komunikasinya?

Pada dasarnya perangkat IoT terdiri dari dua komponen utama, yaitu perangkat keras dan aplikasi di dalamnya. Aplikasi di dalamnya inilah yang menjadi jiwa dari sebuah perangkat, yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar perangkat, sistem, hingga pengguna. Aplikasi yang dimaksud tidak sekedar aplikasi yang pengguna lihat di layar komputer atau smartphone, tetapi juga seluruh aplikasi yang memungkinkan terjadinya penyimpanan data, pengiriman & penerimaan data, query, hingga pemrosesan data.

Aplikasi dapat berkomunikasi karena mereka memiliki jalur komunikasi tersendiri. Jika pada suatu waktu karena banyaknya data yang dialirkan hingga melonjaknya jumlah pengguna dalam satu waktu bisa membuat sistem tidak dapat diakses, lamban hingga tidak aman.

Agar aplikasi bisa menampilkan performa yang bagus dan bisa diandalkan, maka pengirimannya harus dilakukan dengan cepat dan aman dan mampu memastikan ketersedian aksesnya. Tantangan untuk mewujudkan hal itupun muncul, salah satunya karena kini ada beragam platform yang dimanfaatkan untuk penerapan aplikasi, yakni on premise, cloud dan hybrid. Ditambah lagi, tujuan pengiriman aplikasi, tidak hanya sebatas satu jenis perangkat, namun juga smartphone, tablet, hingga berbagai perangkat yang terhubung dengan internet. Tak pelak, proses pengiriman aplikasi sudah tidak lagi sama dibandingkan sebelumnya, di mana sebelumnya aplikasi hanya diterapkan di data center on premise dan tujuan pengirimannya hanya ke komputer lain.

Ilustrasi 1: Evolusi pengiriman aplikasi
Ilustrasi 1: Evolusi pengiriman aplikasi

Pekerjaan rumah penyedia layanan tak hanya harus menjawab tantangan itu, namun juga tantangan akan meningkatnya kebutuhan dan harapan pengguna seiring dengan makin meningkatnya adopsi perangkat yang terkoneksi dengan internet. Menurut data IDC (International Data Corporation) di Asia Pasifik dalam kurun waktu 2015 hingga 2020 akan terjadi peningkatan perangkat IoT menjadi 8,6 miliar perangkat. Adapun saat ini perangkat yang ada adalah sebesar 3,1 miliar.

Strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengoptimalkan penerapan serta pengiriman aplikasi, dan komunikasi antar perangkat, sistem, hingga pengguna adalah dengan menerapkan strategi yang berpusat pada aplikasi. Melalui strategi, ini perusahaan mampu untuk memegang kontrol penuh atas aplikasi mereka di manapun diterapkan dan dikirimkan dengan memanfaatkan application service.

Apa itu application service? Ibarat jam tangan yang menampilkan waktu dengan akurat berkat berbagai komponen yang bekerja di dalamnya, aplikasi juga membutuhkan ‘komponen’ untuk bisa berjalan dengan baik. Di sini, application service-lah komponennya yang terdiri dari serangkaian teknologi atau layanan yang meningkatkan ketersediaan, keamanan dan performa dari sebuah aplikasi. Application service juga harus mampu melekat kepada aplikasi di manapun aplikasi tersebut diterapkan. dan dikirimkan. Alhasil, perusahaan bisa menjaga kinerja dan keamanan aplikasi di manapun aplikasi itu diterapkan dan dikirimkan.

Dengan strategi yang berpusat pada aplikasi serta pemanfaatan application service, pemerintah dan penyedia layanan bisa mengoptimalkan dan memastikan kelancaran komunikasi antar perangkat, dan sistem IoT, hingga pengiriman informasi kepada pengguna, demi membantu mereka untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. F5 adalah ahli di bidang penyediaan application service yang memungkinkan pengiriman aplikasi secara cepat, aman dan memastikan tingginya tingkat ketersediaan aplikasi tersebut.

3

 

Robert Healey adalah F5 Marketing Solutions Director, APAC & Japan . Robert bertanggung jawab dalam menangani penjualan, manajemen produk dan pengembangan bisnis perusahaan.

 

 

 

 

 

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Hey there!

or

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…