Wednesday, November 21, 2018

Revenue Ooredoo Group Turun 7% ‘Gara-gara’ Registrasi Simcard

Telko.id – Baru saja Ooredoo Group mengumumkan kinerja 9 bulan di 2018. Hasilnya, ada penurunan profit sebesar 30% yang disebabkan oleh bisnis nya di Indonesia dan Myanmar.

Sebagaimana berita tertulis, pendapatan Ooredoo Group turun 7 persen menjadi QAR 22,8 miliar dalam sembilan bulan pertama 2018 dibandingkan dengan QAR 24,48 miliar pada periode yang sama tahun 2017. Hal ini disebabkan karena adanya kontribusi yang kuat dari Qatar, Kuwait, Oman, Irak dan Myanmar. Tapi ‘tergeret’ turun karena adanya penjualan yang rendah di Aljazair dan Indosat Ooredoo – Indonesia.

Memang bukan hanya itu, group ini juga menyatakan bahwa hasil yang negative juga disebabkan oleh melemahnya mata uang asing secara keseluruhan di pasar negara berkembang. Di mana, pendapatan group sebelum dampak forex saja sudah menurun sebesar 5%. dan pendapatan yang dilaporkan menurun sebesar 7% tahun ke tahun.

Nah, yang menjadi sorotan dari penurunan performance dari Ooredoo group ini juga adalah peraturan registrasi Simcard di Indonesia.

Namun, melihat pasar di Indonesia ke depan, Sheikh Saud bin Nasser Al Thani, Group Chief Executive Officer Ooredoo menyatakan bahwa “Sudah mulai terlihat dampak dari peraturan registrasi SIM yang diberlakukan dan kami melihat perubahan yang positif dalam dinamika pasar”.

Indosat Ooredoo melaporkan pendapatan QAR 4,3 miliar dan EBITDA dari QAR 1,5 miliar pada 9M 2018 (9M 2017: QAR 6,2 miliar dan QAR 2,9 miliar masing-masing).

“Triwulan ke kuartal, kami mulai melihat tanda-tanda awal pertumbuhan, dengan peningkatan di lini teratas kami, karena pasar menyesuaikan dengan peraturan pendaftaran kartu SIM baru yang diperkenalkan pada Q1 2018,” ujar Sheikh Saud menjelaskan.

“Kami juga akan terus mempertahankan pandangan optimis dan terus melihat peluang jangka panjang di lingkungan pasar baru dengan basis pelanggan yang lebih setia dan tingkat churn lebih rendah yang akan mengarah ke margin yang lebih tinggi di masa depan. Terlebih usai Rapat Umum Tahunan di mana para pemegang saham menyetujui penunjukan dewan direksi dan komisaris yang baru. Di mana, Chris Kanter diangkat sebagai Chief Executive Officer baru perusahaan,” ujar Sheikh Saud bin Nasser Al Thani.

Sedangkan untuk EBITDA Grup mencapai QAR 9,3 miliar dengan margin EBITDA sebesar 41%. EBITDA Grup menurun sebesar 11% tahun ke tahun, terutama karena pendapatan yang lebih rendah, pra FX EBITDA menurun sebesar 9%.

Untuk laba bersih Grup yang diatribusikan kepada pemegang saham Ooredoo mencapai QAR 1,1 miliar. Kinerja positif di Irak, Oman dan Tunisia diimbangi oleh tantangan pasar dan pendapatan yang lebih rendah di Indonesia dan Aljazair serta kerugian FX yang besar di Myanmar.

Pada Ooredoo Group terjadi peningkatan monetisasi bisnis data, dengan pertumbuhan data yang signifikan yang berasal dari konsumen dan pelanggan perusahaan. Di mana, pendapatan data meningkat menjadi 46% dari pendapatan Grup. Pendapatan dari data berkontribusi QAR 10,5 miliar pada 9M 2018.

Untuk jumlah pelanggan, terjadi penurun 20 persen tahun ke tahun menjadi 120 juta dan turun 10 juta dari akhir Juni, hal ini disebabkan karena regulasi baru di Indonesia tentang registrasi simcard prabayar. (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…