Wednesday, September 26, 2018

XL Jualan Obligasi dan Sukuk Ijarah Buat Perluas Jaringan Di Luar Jawa

Telko.id – XL axiata mengakui bahwa revenue dari penjualan layanan di luar jawa belum besar, tetapi pertumbuhan nya sangat signifikan. Itu sebabnya, operator ini akan secara konsisten memperluas infrastruktur data terutama di luar Jawa. Untuk itu dibutuhkan rencana pendanaan yang solid. Dan yang dipilih adalah Jualan Obligasi dan Sukuk Ijarah.

Penawaran awal atau bookbuilding dua program penawaran umum baru untuk Obligasi (“PUB I Obligasi”) dan Sukuk Ijarah (“PUB II Sukuk”) baru saja dimulai. Keduanya adalah Penawaran Umum Berkelanjutan (“PUB”) dengan target dana masing-masing sebesar Rp5 triliun.

Sampai dengan hari ini, PUB II Sukuk Ijarah tersebut merupakan program PUB Sukuk Ijarah dengan target dana terbesar yang akan diterbitkan oleh korporasi sepanjang tahun 2018.

Pada bookbuilding kali ini, XL Axiata akan menawarkan PUB I Obligasi Tahap I Tahun 2018 (“Obligasi”) dan PUB II Sukuk Ijarah Tahap I Tahun 2018 (“Sukuk”) kepada masyarakat, dengan nilai penerbitan masing-masing sebanyak-banyaknya Rp1 triliun untuk Obligasi dan Sukuk.

Harapannya, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan Sukuk Ijarah ini dapat mencapai Rp.10 triliun dalam waktu 2 tahun. Hanya saja, pada tahun ini nilai dari total plaform yang diterbitkan senilai Rp.2 triliun.

Sayang, XL tidak mau lebih detail menerangkan penggunaan dana yang diperoleh tersebut. Berapa persen untuk luar Jawa dan berapa di Jawa. Pasalnya, bukan hanya luar Jawa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan infrastruktur tersebut. Jawa pun masih membutuhkan.

Namun, pertumbuhan pendapatan diluar Jawa ini dinilai oleh Dian Siswarini, Direktur Utam XL Axiata sangat menggembirakan. Walaupun, jika dibandingkan dengan total revenue perusahaan masih kecil. Baru sekitar 15% saja kontribusinya. Itu sebabnya, operator ini juga akan terus secara signifikan berkomitmen untuk membangun infrastruktur.

“Kami ingin unggul dalam layanan data dengan target segmen pasar yang berbeda-beda, dulu bangun jaringan sudah kami mulai 2 tahun yang lalu dan memang berhasil kontribusi kepada pendapatan semakin tinggi,” ujar Dian di XL Axiata Tower, Kamis (13/9/18).

Dengan peningkatan kualitas jaringan dan layanan jaringan terutama di luar Pulau Jawa, XL menargetkan net to EBITDA ratio pada tahun ini mencapai 1,4 kali. Nilai tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2017 yakni 1,5 kali.

Selain untuk terus fokus dalam pengembangan bisnis layanan data, Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan menyatakan bahwa ,”PUB Obligasi dan Sukuk Ijarah yang baru, akan memberikan salah satu alternatif pendanaan serta memungkinkan kami untuk membangun portofolio hutang yang lebih kuat”.

Dan, tentu saja, perseroan berharap pertumbuhan pendapatan tahun ini meningkat  seiring dengan peningkatan pendapatan data yang akan diraih perseroan.

Pada semester I tahun ini, perseroan mencatat peningkatan pendapatan data year on year (YoY) menjadi Rp 5,68 triliun. Sedangkan pendapatan bersih pada periode tersebut naik tipis 1% menjadi Rp 11,06 triliun. (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…