Wednesday, November 21, 2018

Ini Dia Teknologi Dibalik Strategi Smartfren Gandakan Pelanggan di 2018

Telko.id – Bukan hanya dengan menggencarkan program penjualan saja yang mampu menambah jumlah pelanggan, tetapi teknologi yang canggih pun menjadi strategis. Hal inilah yang dilakukan oleh Smartfren untuk menggandakan jumlah pelanggannya di 2018.

“Smartfren ingin melaju lebih kencang dan memberikan pengalaman internet 4G terbaik di tahun 2018. Targetnya bisa mendapatkan pelanggan dua kali lipat dibanding dengan jumlah pelanggan yang sekarang berjumlah 12 juta,” ujar Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren.

Untuk itu Smartfren akan terus menambah jumlah BTS 4G dan mengaplikasikan teknologi 4+ atau Pre 5G. Yang digunakan adalah pemanfaatan Massive MIMO antenna secara komersial. Tujuannya adalah memberikan pengalaman berinternet lebih baik pada pelanggannya karena stabilitas koneksi yang akan berdampak pada konsistensi kecepatan saat mengunduh dan mengunggah data dari smartphone pengguna.

“Kami akan mengaplikasikan teknologi Massive MIMO ini khususnya di kota-kota besar,” ujar Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project Smartfren.

Setidaknya, akan ada 200 antena Massive MIMO di berbagai gedung bertingkat di Jakarta.

“Pertama akan diterapkan di Jakarta, 200 gedung bertingkat dipilih. Jadi ini mulainya dari Januari 2018 dan akan terus berlanjut. Alasan dipilih gedung bertingkat, sebab rata-rata operator seluler di gedung tinggi itu kalau tidak pakai indoor coverage selalu hilang sinyal, nah dengan antena MIMO ini tidak akan kehilangan sinyal,” kata Munir menjelaskan.

Saat ini, operator yang masuk dalam Sinar Mas Group ini telah memasang antena MIMO di 30-40 gedung bertingkat di Jakarta, di antaranya Kalibata Mall dan mall Pasific Place. Selanjutnya, pemasangan bakal dilakukan di kota-kota lain, seperti Surabaya.

“Penerapan Massive MIMO ini bukan tergantung target tetapi pelanggannya. Misalnya pelanggan di Surabaya membutuhkan karena jumlahnya meningkat, ya akan dipasang di sana. MIMO itu bukan suatu keharusan tetapi pada kebutuhan,” ujarnya.

Cara ini dilakukan oleh Smartfren karena untuk mengejar target yang cukup tinggi, tidak bisa dilakukan dengan hal biasa.

Selain itu, Smartfren juga sudah menggunakan Customer Experience Management System atau CEMS. Sebuah Ini merupakan sistem yang digunakan agar Smartfren lebih mengerti apa yang dialami pelanggan ketika menggunakan jaringan Smarfren. Djoko menambahkan dengan CEMS, perilaku setiap pelanggan secara detil bisa dipahami.

Djoko juga mengklaim bahwa perusahaan Telko di Indonesia yang menggunakan big data ini baru Smartfren. Hal ini, diakui oleh Djoko akan sangat membantu Smartfren dalam membuat dan mengambil keputusan saat akan memberikan layanan pada pelanggannya.

dig

“Ketika apa yang dialami oleh pelanggan dapat diketahui secara lebih cepat oleh kami, maka penyelesaian kendala pun tentu akan lebih cepat juga,” terangnya.

CEMS juga memungkinkan Smarfren mengetahui rata-rata penggunaan data per hari hingga per bulan pelanggannya, aplikasi apa saja yang paling banyak diakses, serta perilaku penggunaan quota data.

“Mayoritas pelanggan Smartfren atau sekitar 80 persen pelanggan kami menggunakan 1 GB per bulan,” ungkapnya.

Dengan data tersebut bisa menjadi acuan untuk menentukan keputusan dalam menghadirkan produk, layanan hingga pengembangan cakupan jaringan.

Dalam hal sekuritas dan pengaturan data pelanggan, Smartfren mendapat pengakuan dengan diraihnya sertifikat ISO 27001 tahun 2017 dari TUV Rheinland Indonesia sebagai standar baku penerapan Information Security Management System (ISMS). Sertifikasi ini memungkinkan layanan Smartfren akan lebih luas terutama untuk solusi enterprise untuk pelanggan B2B mereka. (Icha)

 

 

 

 

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…