Wednesday, October 17, 2018

Telegram Berencana Luncurkan Bitcoin Sendiri

Telko.id – Fenomena blockchain memang akan semakin meriah di tahun 2018. Bakal banyak perusahaan yang membuat sendiri dengan tujuan mempermudah para konsumennya untuk bertransaksi.

Seperti yang dilakukan oleh telegram. Sebuah aplikasi messaging yang terenkripsi ini berencana untuk meluncurkan platform blockchain sendiri. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembayaran di aplikasi tersebut.

Menurut beberapa sumber, seperti yang dilansir dan TON atau “Telegram Open Network” ini akan menjadi generasi ketiga dari blockchain dengan kapabilitas yang superior setelah Bitcoin.

Peluncuran ini akan didanai dengan Initial Coin Offering atau ICO besar-besaran. Dengan private pre sales yang akan dimulai dengan ratusan juta. Hal ini berpotensi menjadi ICO terbesar saat ini. Harapannya, dengan lahirnya ICO Telegram yang berasal dari starup ini juga menjadi daya Tarik tersendiri bagi para peminatnya. Ditambah lagi, Telegram juga merupakan messaging platform yang cukup banyak digunakan di dunia.

Dengan mengadopsi cryptocurrency ini, maka system pembayaran Telegram pun dapat dilakukan secara independen, tanpa harus terintegrasi dengan pemerintah maupun bank manapun. Termasuk juga pengiriman uang ke seluruh dunia, memindahkan uang secara pribadi yang terenkripsi dan lainnya.

Telegram mengharapkan dapat mengumpulkan sebanyak $ 500 juta dalam penjualan pra-ICO dengan nilai token total potensial di kisaran $ 3 miliar sampai $ 5 miliar. Namun, angka tersebut bisa berubah sebelum ICO, yang direncanakan akan dilakukan setelah Maret mendatang. Angka tersebut akan membuat Telegram Coin ini menjadi kripto pribadi terbesar sampai saat ini setelah Tezos, yang mengumpulkan lebih dari $ 230 juta pada bulan Juli.

Pada saat pra penjualan, investor akan diminta untuk melakukan pembelian minimum sebesar $ 20 juta jika mereka berada di luar lingkaran Durov. Sumber mengatakan bahwa ICO akan memerlukan mata uang riil seperti dolar AS untuk pembelian, bukan Bitcoin atau Eter seperti ICO lainnya.

Perusahaan investasi institusional lapis atas telah menyatakan minatnya, namun Durov dikatakan waspada terhadap penerimaan uang mereka. Satu perusahaan yang dikabarkan telah mendorong untuk melakukan pra-penjualan adalah Mail.Ru Group (sebelumnya DST) yang didirikan oleh emigre Rusia Yuri Milner.

Seorang juru bicara DST tidak menjawab pertanyaan kami tentang cerita ini. Yang menarik, Mail.Ru Group adalah dana yang akhirnya membeli perusahaan terakhir Durov VK.

Dengan basis pengguna Telegram di dunia mencapai 180 juta, tentu bakal menjadi pesaing berat bagi  bitcoin lainnya. (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…