Wednesday, November 21, 2018

Mengenal Lebih Dekat, Djoko Setiadi, Kepala Badan SIber dan Sandi Negara

Telko.id – Baru saja, Presiden Joko Widodo melantik Kepala Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN. Sebuah lembaga yang sangat penting bagi Indonesia untuk keamanan terhadap kejahatan siber dan implikasinya terhadap ketahanan nasional di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian digital di Tanah Air.

Djoko Setiadi adalah yang ditujuk oleh Presiden untuk memimpin lembaga baru ini. Seperti apa profil dari Kepala BSSN yang baru ini?

Sebenarnya, Djoko Setiadi bukan merupakan orang baru dilingkup pejabat Negara. Pasalnya, sejak 2011 lalu, pria kelahiran Surakarta ini sudah menjadi Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Bahkan sudah dua periode menduduki jabatan ini.

Dengan adanya trend siber di dunia, maka Lemsaneg pun ikut menyesuaikan dan direvitalisasi menjadi Badan Siber dan Sandi Negara. Djoko pun dipercaya kembali untuk menjabat sebagai Kepala BSSN.

Pria berkumis ini lahir dari keluarga sederhana dan menghabiskan masa SMA nya di Jakarta dengan tinggal bersama kakak kandungnya. Dengan kondisi keuangan waktu itu, Djoko kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, dewi fortuna berada di pihaknya. Pada tahun 1977, Djoko akhirnya diterima di Akademi Sandi Negara (Aksara) dan lulus pada tahun 1980.

Pada waktu itu, Djoko yang beranjak dewasa sangat mengagumi Roebiono Kertopati, Kepala Lemsaneg waktu itu. Sosok Roebiono ini juga yang menginspirasi Djoko untuk masuk ke TNI dan akhirnya lulus pendidikan TNI pada tahun 1981 dengan pangkat letna dua.

Selama dalam tugasnya di TNI, Djoko sempat ditempatkan di Kalimantan Barat selama delapan tahun.

Djoko lulus dari pendidikan TNI pada 1981. Waktu berpangkat letnan dua, Djoko juga pernah ditugaskan ke Kalimantan Barat selama delapan tahun. Pada saat bertugas ini juga, Djoko bertemu dengan istrinya, Kyatti Imani yang kemudian dikaruniai dua putri kembar.

Karir Djoko terus melesat, naik menjadi Kapten dan sempat juga ditugaskan di Kementerian Luar Negeri. Lalu, pada tahun 1990, ditempatkan di Pusat Komunikasi Kementerian Luar Negeri,

Ketika perang teluk sedang berlangsung di wilayah Irak, Djoko mendapat tawaran untuk ditempatkan di Turki. Suami Kyatti ini pun langsung menerima dan bertolak ke Turki sampai 4.5 tahun.

Usai penugasan di Turki, Djoko kembali ditugaskan di Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) dan berlanjut ke Kodam I/BB di Medan.

Untuk menunjang karirnya, Djoko kembali melanjutkan sekolah di Seskoad selama 11 bulan dan ditempatkan di Paspampres selama empat tahun. Dan waktu itu pun, Djoko mendapatkan perintah dari Kepala Lemsaneg untuk berpindah tugas. Awalnya, ia cuma bertugas di Direktorat Pengamanan Sinyal, yang lokasinya ada di Ciseeng.

Dan setelah itu, Djoko menjabart Deputi Pengaman Persandian (Deputi III). Ia pun terus melesat sampai akhirnya dilantik sebagai Kepala Lemsaneg oleh Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…